<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529</id><updated>2011-07-28T19:23:45.947-07:00</updated><category term='Hadits'/><category term='Kesehatan'/><category term='Sang Licik HAM'/><category term='Masjid'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Jejak Sunnah'/><category term='Tafsir'/><category term='Renungan'/><category term='Pembela ISRAEL'/><category term='Kata Mutiara'/><category term='Akhwat'/><category term='Bengkel Hati'/><category term='Fatawa Ulama&apos;'/><category term='Keindahan Islam'/><category term='Hukum'/><category term='Penyemangat Hidup'/><category term='Akhlaq'/><category term='Fhoto2 Mujahid'/><category term='Islam Teroris ?'/><category term='Materi Kutbah'/><category term='Fikih'/><category term='Zionis Teroris Sejati'/><category term='Keluarga'/><category term='Senyum'/><category term='Sejarah Pelecehan Islam'/><category term='Manhaj'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><category term='Dienul Islam'/><category term='JIL'/><title type='text'>ISLAMIC FILE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>106</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4649302132098652434</id><published>2010-06-03T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T23:29:14.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Renungan Keluarga</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.hendra.ws/hak-dan-kewajiban-suami-isteri-dalam-islam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hak dan Kewajiban Suami Isteri dalam Islam"&gt;Hak dan Kewajiban Suami Isteri dalam Islam&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut,  garis besar hak dan kewajiban suami isteri dalam Islam yang di nukil  dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A.  Abdurrahman Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hak Bersama Suami Istri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah.  (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing  pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)&lt;br /&gt;- Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)&lt;br /&gt;- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)&lt;span id="more-232"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adab Suami Kepada Istri .&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam  menjalankan agama. (At-aubah: 24)&lt;br /&gt;- Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan  Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)&lt;br /&gt;- Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah.  (AI-Furqan: 74)&lt;br /&gt;- Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar,  Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan  baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)&lt;br /&gt;- Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan  berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c)  Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’  adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;- Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik  akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)&lt;br /&gt;- Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan  anaknya.(Ath-Thalaq: 7)&lt;br /&gt;- Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;- Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga.  Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada  keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)&lt;br /&gt;- Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu  Ya’la)&lt;br /&gt;- Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh  kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)&lt;br /&gt;- Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya  pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah  ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).&lt;br /&gt;- Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada  istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.  (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan  wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)&lt;br /&gt;- Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)&lt;br /&gt;- Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)&lt;br /&gt;- Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami  wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa.  (AIGhazali)&lt;br /&gt;- Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih  dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adab Isteri Kepada Suami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum  laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)&lt;br /&gt;- Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih  tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)&lt;br /&gt;- Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)&lt;br /&gt;- Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:&lt;br /&gt;a. Menyerahkan dirinya,&lt;br /&gt;b. Mentaati suami,&lt;br /&gt;c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,&lt;br /&gt;d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami&lt;br /&gt;e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun  sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk  menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan  melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt.  mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya  daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;- Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang  meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah,  TIrmidzi)&lt;br /&gt;- Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi&amp;nbsp; saw.:  “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan  istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)&lt;br /&gt;- Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan  suami(Thabrani)&lt;br /&gt;- Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di  belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)&lt;br /&gt;- Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2)  Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan  Al-Bashri)&lt;br /&gt;- Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama  empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan  menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Isteri Sholehah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Apabila’ seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan  Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah  swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;- Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat  jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)&lt;br /&gt;- Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya.  Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih  utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih  utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)&lt;br /&gt;- Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan  utama.&lt;br /&gt;M. Luthfi Thomafi dalam milis mencintai-islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4649302132098652434?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4649302132098652434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/06/renungan-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4649302132098652434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4649302132098652434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/06/renungan-keluarga.html' title='Renungan Keluarga'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6771906784100124328</id><published>2010-06-03T23:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T23:14:05.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Hukum Berjabat Tangan</title><content type='html'>&lt;h2 class="firstheading"&gt;&lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/hukum-berjabat-tangan-dengan-selain-mahram/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hukum Berjabat Tangan dengan Selain Mahram"&gt;Hukum Berjabat Tangan dengan Selain Mahram&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="boxedin"&gt;         &lt;span class="posted"&gt;posted in &lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/category/akhlak-adab/" rel="category tag" title="View all posts in Akhlak &amp;amp; Adab"&gt;Akhlak  &amp;amp; Adab&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/category/muslimah/" rel="category tag" title="View all posts in Muslimah"&gt;Muslimah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  |     &lt;/div&gt;&lt;em&gt;Penulis: Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum berjabat tangan dengan selain mahram adalah haram,  dalilnya sangat jelas, antara lain :&lt;br /&gt;1. Dari Abu Hurairah&lt;em&gt; radhiyallahu ‘anhu &lt;/em&gt;riwayat &lt;strong&gt;Bukhary-Muslim&lt;/strong&gt;,  Rasulullah &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;menegaskan :&lt;span id="more-1976"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-large;"&gt;إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ  نَصِيْبَهُ مِنَ الزَّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ  زَنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذَنَانِ زِنَاهُمَا الْإِسْتِمَاعُ  وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ  زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ  الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam  bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Mata  zinanya adalah memandang, kedua telinga zananya adalah mendengar, lisan  zinanya adalah berbicara, &lt;strong&gt;tangan zinanya adalah memegang &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan  kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan  hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Imam An-Nawawy dalam&lt;strong&gt; Syarah Muslim&lt;/strong&gt; (16/316)  menjelaskan : “Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan  menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan  zina kemaluan”.&lt;br /&gt;2. Hadits Ma’qil bin Yasar &lt;em&gt;radhyiallahu ‘anhu&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-large;"&gt;لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ  بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ  تَحِلُّ لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum  besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal  baginya&lt;/em&gt;”. (HSR. Ar-Ruyany dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Musnad&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;nya  no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Syu’abul  Iman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ash-Shohihah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; no. 226)&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh/berjabat tangan dengan selain  mahram adalah dosa besar (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nashihati lin-Nisa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  hal.123).&lt;br /&gt;Berkata Asy-Syinqithy (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Adwa` Al-Bayan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  6/603) : “Tidak ada keraguan bahwa fitnah yang ditimbulkan akibat  menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram lebih besar dan lebih  kuat dibanding fitnah memandang”.&lt;br /&gt;Berkata Abu ‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali Al-Makky Al-Haitamy (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Az-Zawajir  &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;2/4) bahwa : “dalam hadits ini menunjukkan bahwa  menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa  besar”.&lt;br /&gt;3. Hadits Amimah bintu Raqiqoh &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;,  sesungguhnya Nabi &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi wa ‘alahi wasallam&lt;/em&gt;  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-large;"&gt;إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita&lt;/em&gt;”.  (&lt;strong&gt;HSR&lt;/strong&gt;. Malik no. 1775, Ahmad 6/357, Ishaq Ibnu Rahaway  dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Musnad&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;nya 4/90, ‘Abdurrozzaq no. 9826,  Ath-Thoyalisy no. 1621, Ibnu Majah no. 2874, An-Nasa`i 7/149,  Ad-Daraquthny 4/146-147, Ibnu Hibban sebagaimana dalam&lt;em&gt;&lt;strong&gt;  Al-Ihsan &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;no. 4553, Al-Baihaqy 8/148, Ath-Thobary dalam &lt;strong&gt;Tafsir&lt;/strong&gt;nya  28/79, Ibnu Abi ‘Ashim dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Al-Ahad wal Matsany &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;no.  3340-3341, Ibnu Sa’d dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ath-Thobaqot&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  8/5-6, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ath-Thobarany&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; 24/no. 470,472,473 dan  Al-Khollal dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;As-Sunnah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; no. 45. Dan  dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Fathul Bary 12/204, dan dishohihkan oleh  Syeikh Al-Albany dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ash-Shohihah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; no. 529  dan Syeikh Muqbil dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fii  Ash-Shohihain&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Dan hadits ini mempunyai syahid dari hadits Asma` binti Yazid  diriwayatkan oleh Ahmad 6/454,479, Ishaq Ibnu Rahawaih 4/182-183,  Ath-Thobarany 24/no. 417,456,459 dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;At-Tamhid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  12/244. Dan di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Syahr bin Hausyab  dan ia lemah dari sisi hafalannya namun bagus dipakai sebagai  pendukung.)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu ‘Abdil Barr dalam At-Tamhid 12/243 : “Dalam perkataan  beliau “&lt;em&gt;aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita&lt;/em&gt;” ada  dalil tentang tidak bolehnya seorang lelaki bersentuhan dengan perempuan  yang tidak halal baginya (bukan mahramnya-pent.) dan menyentuh  tangannya dan berjabat tangan dengannya”.&lt;br /&gt;4. Hadits ‘Aisyah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; dalam riwayat &lt;strong&gt;Bukhary-Muslim&lt;/strong&gt;,  beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: x-large;"&gt;وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطٌّ فِي  الْمُبَايَعَةِ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Demi Allah tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah menyentuh  tangan wanita dalam berbai’at, beliau hanya membai’at mereka dengan  ucapan&lt;/em&gt;“.&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawy (&lt;strong&gt;Syarh Muslim&lt;/strong&gt; 13/16) : “Dalam  hadits ini menjelaskan bahwa bai’at wanita dengan ucapan, bukan dengan  menyentuh tangan”.&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir (&lt;strong&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; 4/60) :  “Hadits ini sebagai dalil bahwa bai’at wanita dengan ucapan tanpa dengan  menyentuh tangan”.&lt;br /&gt;Jadi bai’at terhadap wanita dilakukan dengan ucapan tidak dengan  menyentuh tangan. Adapun asal dalam berbai’at adalah dengan cara  menyentuh tangan sebagaimana Rasulullah &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi wasallam  &lt;/em&gt;membai’at para shahabatnya dengan cara menyentuh tangannya. Hal  ini menunjukkan haramnya menyentuh/berjabat tangan kepada selain mahram  dalam berbai’at, apalagi bila hal itu dilakukan bukan dengan alasan  bai’at tentu dosanya lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=AnNisa&amp;amp;article=89&amp;amp;page_order=4"&gt;http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&amp;amp;cat=AnNisa&amp;amp;article=89&amp;amp;page_order=4&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6771906784100124328?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6771906784100124328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/06/hukum-berjabat-tangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6771906784100124328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6771906784100124328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/06/hukum-berjabat-tangan.html' title='Hukum Berjabat Tangan'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-705755027833075045</id><published>2010-05-17T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T20:54:06.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Adab beragama</title><content type='html'>&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;MUKADDIMAH&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang menciptakan kita, lalu menyempurnakannya;  mendidik kita, lalu membaguskannya; dan memuliakan kita dengan mengutus  Muhammad, Rasul utusan-Nya. Dengan memohon taufik-Nya, kami tuturkan  bahwa:&lt;br /&gt;Akhlak yang paling sempurna dan paling tinggi, amal yang paling bagus  dan paling baik, adalah adab dalam beragamayang diikuti oleh orang-orang  yang beriman dari tindak kerja Tuhan Semesta Alam dan dari akhlak para  Nabi dan Rasul Allah.&lt;br /&gt;Allah telah mendidik kita dengan aneka penjelasan yang tertulis di dalam  Alquran. Dia mendidik kita melalui tuntunan Nabi-Nya, Muhammad Saw,  yakni as-Sunnah, dengan kewajiban-kewajiban yang dipikulkan kepada kita.  Karena itu, milik-Nya segala kenikmatan.&lt;br /&gt;Demikian pula melalui para sahabat, para tabi’in, dan generasi sesudah  mereka, yakni orang-orang beradab dari kalangan orang-orang beriman yang  mengharuskan kita untuk mengikuti mereka.&lt;br /&gt;Adab dalam beragama sangat penting kedudukannya dan jumlahnya pun  banyak. Oleh karena itu, di sini kami hanya akan memaparkan  sebahagiannya saja agar pembahasannya tidak bertele-tele, sehingga sulit  untuk dipahami.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Mukmin di Hadapan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin semestinya selalu menundukkan pandangan matanya dan  memusatkan segenap perhatiannya hanya kepada Allah. Membiasakan diam dan  menenangkan anggota-anggota badan. Bersegera melaksanakan perintah,  menjauhi larangan, tidak suka membantah dan berakhlak baik. Membiasakan  berzikir dan mensucikan pikiran. Mengendalikan anggota-anggota badan dan  menenangkan hati. Mengagungkan kebesaran Tuhan, menjauhi sifat marah,  dan menyembunyikan cinta. Memelihara keikhlasan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak riya dan pamer.  Mendakwah kebenaran. Tidak berpedoman kepada makhluk dan mengikhlaskan  amal. Berkata benar, menyucikan pandangan dan mengupayakan pendekatan  diri kepada Allah (taqarrub) secara terus-menerus. Tidak banyak  memerintah, menyembunyikan keutamaan dan bersemangat memperbaiki diri.  Marah ketika melanggar yang haram, mengekalkan haybah (keseganan akan  kewibawaan Allah), menumbuhkan rasa malu, dan merasa takut (kepada  Allah). Menjadikan sikap tenang sebagai keyakinan bathin dan tawakal  sebagai kesadaran terhadap baiknya suatu ikhtiar.&lt;br /&gt;Menyempurnakan wudhu tatkala merasa berat dan menunggu (kembali) shalat  berikutnya setelah mengerjakan suatu shalat. Kalbu bergetar karena takut  akan meninggalkan fardhu. Membiasakan bertaubat karena takut  bergelimang dosa, dan memelihara keyakinan terhadap yang ghaib. Kalbu  merasa takut saat berzikir dan cahayanya bertambah ketika menerima  petuah. Mengembangkan sikap tawakkal ketika miskin dan ketika mampu  mengeluarkan sedekah tanpa sikap kikir.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Kaum  Terpelajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adab seorang terpelajar antara lain adalah selayaknya terus-menerus  mencari ilmu dan mengamalkannya. Memelihara ketenangan. Meninggalkan  sifat takabur dan tidak memancingnya. Mengasihi para pencari ilmu dan  tidak merespon orang-orang yang sombong. Menyelesaikan masalah  orang-orang awam dan tidak merasa gengsi untuk mengatakan, “Saya tidak  tahu.” Memberikan perhatian yang serius atas sebuah pertaanyaan. Tidak  berpura-pura. Dan memperhatikan serta menerima sebuah argumentasi  kebenaran, walaupun berasal dari lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Seorang Murid di Hadapan Guru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid – di hadapan gurunya – selayaknya memulai setiap pertemuan  dengan mengucapkan salam, tidak banyak bicara di hadapannya, ikut  berdiri ketika ia berdiri dan tidak mengatakan, “Fulan mengatakan  sesuatu yang berbeda dengan apa yang kamu katakan.” Tidak bertanya  kepada teman ketika duduk di hadapannya. Tidak tertawa ketika guru  sedang berbicara. Tidak mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan  pendapatnya. Tidak memegang bajunya ketika dia berdiri. Tidak meminta  penjelasan tentang suatu masalah di tengah perjalanan hingga sampai ke  rumahnya. Dan tidak banyak bertanya ketka dia terlihat merasa jenuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Guru  Pengajar Alquran (Muqri)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adab guru seorang pengajar Alquran antara lain adalah senantiasa duduk  seperti duduknya seorang yang ketakutan, menyimak perintah, berusaha  untuk paham, dan senantiasa mengharap kasih-Nya. Memperhatikan ayat-ayat  mutasyabihah, memperhatikan tanda waqf, mengetahui tanda-tanda  permulaan bacaan, menjelaskan ihwal hamzah, mengajarkan bilangan, dan  membaguskan pengucapan huruf. Menerangkan manfaat dan pahala menamatkan  bacaan Alquran.&lt;br /&gt;Ia juga harus menyayangi kaum pemula yang mempelajari Alquran.  Bertanya-tanya apabila ada murid yang tidak hadir. Meninggalkan  perdebatan. Memulai dengan mengajarkan bacaan yang dibaca ketika shalat,  atau – jika perlu – mengimami orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pembaca Alquran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembaca Alquran seyogianya membiasakan duduk di hadapan Alquran  seperti duduknya orang yang tawadhu’. Memusatkan perhatian. Menundukkan  kepala, dan memohon izin sebelum membaca. Memohon perlindungan kepada  Allah dan membaca basmalah serta berdo’a ketika selesai membaca Alquran.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pengajar Anak-Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adab pengajar anak-anak diantaranya adalah memulai dengan perbaikan  diri, karena mata dan telinga mereka tertuju ke arahnya. Apa-apa  yangbaik menurut dirinya, akan menjadi baik pula bagi mereka, dan  apa-apa yang jelek menurutnya, akan menjadi jelek pula di mata mereka.  Membiasakan diam saat terduduk. Dan tidak melirik marah dengan  pandangannya. Seyogianya, sebagian besar pengajarannya dilakukan dengan  upaya ‘menakut-nakuti’ tidak memukul dan apalagi menyiksa.&lt;br /&gt;Tidak banyak bercakap-cakap dengan mereka, karena mereka akan menjadi  berani. Tidak membiarkan mereka bercengkrama, karena mereka akan menjadi  kurang ajar. Tidak mengajak siapapun bersenda gurau di hadapan mereka.  Menolak pemberian mereka dengan wira’i. Mencegah mereka dari sikap  mengadu domba atau menghasut dan menghindarkan diri mereka dari  mencari-cari aib orang lain. Mengajari mereka bahwa menggunjing itu  jelek. Mengajak mereka untuk takut pada tindakan berdusta dan provokasi.  Tidak menanyakan suatu ihwal yang menimpa mereka, sehingga  membebaninya. Tidak banyak menuntut pada keluarga mereka, sehingga  mereka mendiktenya. Mengajarkan pada mereka tentang bersuci dan shalat.  Dan memberitahukan pada mereka tentang najis-najis yang harus  dihilangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Periwayat Hadits&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adab periwayat hadits adalah harus bertujuan benar, menghindari dusta,  menyampaikan hadits yang masyhur, meriwayatkan hadits dari orang-orang  siqah dan meninggalkan hadits munkar. Tidak menyampaikan apa yang  terjadi dikalangan ulama salaf. Mengenal zaman. Menjaga diri dari  kesalahan, kekeliruan, kesalahan baca, dan penyimpangan.&lt;br /&gt;Meninggalkan senda gurau, menghindari hasutan dan mensyukuri nikmat  Allah karena dia telah berada di dalam derajat Rasulullah sebagai  penyampai hadits. Memelihara sikap tawadhu’ dan menjadikan sebagian  besar dari omongannya bermanfaat bagi kaum muslimin, baik berupa hal  yang wajib, sunnah dan adab mereka di dalam menjelaskan kitab Allah Azza  wa Jalla.&lt;br /&gt;Tidak membawa ilmunya kepada para menteri (pejabat pemerintah) dan tidak  mendatangi pintu para penguasa, sebab hal tersebut akan merendahkan  kredibilitas para ulama dan menurunkan kualitas ilmu mereka tatkala  bermaksud mengajarkannya kepada para penguasa dan orang-orang kaya.  Tidak meriwayatkan hal-hal yang tidak diketahui asal-usulnya dan tidak  membacakan apa-apa yang tidak ada di dalam kitabnya. Tidak berkata  ketika ada orang yang menbacakan sesuatu kepadanya. Berhati-hati agar  tidak mencampurkan satu hadits ke dalam hadits lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pencari Hadits&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa menulis hadits-hadits masyhur dan tidak menulis hadits-hadits  garib, tidak juga menulis hadits-hadits munkar. Menukil hadits dari  orang-orang yang siqah. Tidak melebihkan hadits masyhur dari hadits  lain. Pencariannya tidak mengurangi kehormatan dirinya dan tidak  melalaikan shalatnya. Menghindari pergunjingan, diam untuk mendengar,  melazimkan diam di hadapan perawi hadits dan menaruh perhatian terhadap  upaya perbaikan tulisannya. Tidak mengatakan, “Saya telah mendengar”,  padahal belum pernah mendengar. Tidak menyebarkan hadits untuk mencari  kemasyhuran, lalu menukil hadits dari orang-orang yang tidak siqah dan  ahli makrifat, tetapi harus mengambil hadits dari ahli agama. Tidak  menukil hadits dari orang yang tidak mengenal hadits yang bersumber dari  orang-orang salih.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Penulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis selayaknya selalu berupaya memperindah tulisannya dan  membaguskan goresan tangannya. Merajuk pada ilmu i’rab untuk menjelaskan  kalimat, mengetahui perhitungan dan memiliki pendapat yang benar.  Memakai pakaian yang bagus dan menggunakan wewangian. Mengetahui sejarah  orang-orang terdahulu di antara para ahli saraf. Mengambil secara  berangsur-angsur dari sumber-sumbernya dan mengetahui urusan yang utama.  Bertoleransi dan berpeengalaman dalam hal-hal kebaikan. Menghindari  kezaliman dan menjauhi segala yang haram. Menjaga harga diri,  membaguskan pergaulan dan menjaga diri dari kehinaan. Menjauhi perkataan  keji di dalam majlis, menghindari senda gurau dan percakapan, serta  bujukan kepada para pelayan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Da’i  Pemberi Nasihat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adab pemberi nasihat diantaranya adalah senantiasa menghindari sikap  takabur dan selalu memelihara rasa malu kepada Tuhannya. Senantiasa  menampakkan pengharapan kepada sang Pencipta dan berkeinginan memberi  manfaat kepada para pendengarnya. Mengoreksi diri untuk mengetahui  aibnya. Memandang pendengar dengan pandangan kebenaran, berbaik sangka  kepada mereka dengan bathin agama (batin ad-diyanah), dan tidak berharap  pada mereka untuk memberi perlindungan. Metode pengajarannya lembut.  Menyayangi para pemula. Meyakini bahwa dirinya dapat melaksanakan  ucapannya, agar orang lain dapat mengambil manfaat dari yang dia  katakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pendengar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendengar semestinya senantiasa menampakkan kekhusyukan dan  memelihara ketundukan. Menjernihkan hati dan berbaik sangka. Meyakini  ucapannya dan membiasakan berdiam. Tidak banyak bertingkah dan  senantiasa memusatkan perhatian. Serta menghindari menuduh (yang  tidak-tidak).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Ahli  Ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ahli ibadah seyogianya mengetahui saat-saat beribadah, memahami  wiridnya, membaguskan ucapannya dan berusaha meneteskan air mata.  Memelihara kekhusukan dan melazimkan ketundukan. Menundukkan pandangan,  menggetarkan hatinya, senantiasa memikirkan agamanya, memperhatikan  waktu dan membiasakan diri untuk berpuasa. Bangun di malam hari,  bersikap wira’i, dan mengurangi makan-minum. Selalu menunggu kedatangan  ajal, menjauhi teman-temannya, meninggalkan syahwat, memelihara shalat –  mengetahui keutamaan dan ihwal yang menyebabkan ketidaksempurnaannya.  Tidak merasa butuh pada ilmu orang lain, selain pengetahuan dirinya dan  hakikat keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Ketika Menyendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang yang faqih dalam masalah agama, mengetahui tentang  permasalahan shalat, puasa, zakat dan haji. Meyakini bahwa  kesendiriannya dapat menolak kejahatan dirinya. Menghadiri setiap  pertemuan dan shalat berjamaah. Mengurus jenazah dan menjenguk orang  sakit dengan tidak larut dalam perbincangan mereka. Tidak bertanya  tentang cerita apa pun dari mereka yang akan mengotori kesucian  kalbunya. Tidak tamak terhadap pemberian mereka, sehingga tidak merasa  butuh atas bantuan tetangganya. Dengan demikian, maka waktunya terbagi  tiga, yaitu: untuk shalat dan mengaji, sehingga beruntung; untuk membaca  buku-buku, sehingga terpelajar; dan untuk tidur sehingga selamat.  Membiasakan berzikir dan memperbanyak syukur, sehinga sempurna  urusannya. Jika memiliki keluarga, berbicaralah dengan mereka.  Bersungguh-sungguhlah dalam kesendiriannya, sehingga dapat mengukur  kualitas pengasingannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Sufi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seoang ahli sufi selayaknya tidak banyak memberi perintah, meninggalkan  syath (artificial) di dalam ungkapannya, berpegang pada ilmu syariat,  membiasakan bekerja keras, bersungguh-sungguh dan tidak terlalu akrab  dengan manusia. Meninggalkan popularitas dalam hal berpakaian dan  menampakkan keindahan, bersikap tawakkal, memilih kefakiran, membiasakan  berzikir dan menyembunyikan rasa cinta. Sellu berupaya memperbagus  kualitas pergaulan. Menjaga diri dari perilaku homoseksual dan lesbian,  dan senantiasa mempelajari Alquran.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Orang Mulia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa memelihara kemuliaan, tidak memperalat aspek keturunan, tidak  mengandalkan dengan usaha, dan takut kepada Tuhannya. Menyayangi orang  yang berada di bawahnya. Dan tidak berusaha menyamai orang yang setara  dengannya.&lt;br /&gt;Mengetahui keutamaan ahli ilmu walaupun dia setingkat atau lebih tinggi  daripada mereka didalam masalah keilmuan. Mengikuti orang-orang yang  memahami agama dari kalangan ahli fiqh dan Alquran. Menempa akhlak.  Menjaga ucapannya ketika sedang marah dan berkhutbah. Memuliakan kawan  duduk. Menyambungkan persaudaraan. Melindungi kerabat. Membantu  tetangga. Dan menghias teman-temannya dengan keutamaan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa bersuci sebelum tidur. Tidur pada sisi badan sebelah kanan.  Berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla hingga tertidur. Berdo’a dan memuji  Allah ketika bangun dari tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Shalat Tahajjud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi makan dan minum. Menghiasi waktu siang dengan menjauhi  pergunjingan, berdusta dan ucapan-ucapan yang tidak berfaedah.  Meninggalkan pandangan terhadap hal-hal yang haram. Bangun dari tidur  dengan penuh rasa takut. Memperbaiki wudhu, memandang ke kerajaan  langit, berdo’a dan menghadirkan hati di dalam shalat agar bisa memahami  bacaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Memasuki Kakus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah seseorang itu membaca basmalah dan memohon perlindungan kepada  Allah (isti’azah) sebelum ia memasuki kakus. Membuka pakaian dengan  lembut setelah berjongkok. Mengusapkan tangan pada tanah setelah  beristinja dengan air. Menutup aurat sebelum keluar dari kakus. Membaca  hamdalah dan bersyukur setelah keluar dari kakus.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Memasuki Kamar Mandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menutup aurat dan berusaha tidak memandang auratnya. Mencari  kesendirian, tidak berkata apa-apa, tidak memalingkan muka ke kanan  ataupun ke kiri, tidak mengucapkan salam dan duduk dengan santai.&lt;br /&gt;Mencuci kemaluan (bila sedang junub) sebelum memasuki kamar mandi dan  mencuci kedua kaki dengan air dingin apabila keluar, karena hal itu  dapat menghilangkan sakit kepala.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berwudhu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bersiwak dan membiasakan berzikir sambil membasuh anggota wudhu.  Merasakan ketakziman kepada Yang Dituju dan bertobat kepada-Nya dari  segala dosa. Diam setelah bersuci hingga memasuki waktu shalat. Bersuci  dilakukan setelah mencukur kumis, bulu ketiak dan bulu kemaluan, serta  setelah memotong kuku. Mencuci sela-sela jari, membersihkan lubang  hidung serta membersihkan pakaian dan bada&lt;b&gt;n.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Memasuki Masjid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berjalan mulai dengan kaki kanan, menghilangkan kotoran dari sandal,  menyebut nama Allah ‘Azza wa Jalla dan memberi salam kepada orang-orang  yang telah hadir terlebih dahulu. Apabila masjid kosong, berilah salam  kepada diri sendiri. Memohon kepada Allah agar dibukakan pintu-pintu  rahmat-Nya.&lt;br /&gt;Duduk menghadap kiblat, melekatkan fungsi muraqabah (control Allah atas  diri sendiri), mengurangi berbicara dan menghindari bicara keras. Tidak  mengeraskan suara di dalam masjid dan tidak menghunus pedang. Apabila  membawa pedang, peganglah tangkainya. Tidak melakukan pekerjaan, mencari  benda yang hilang, melakukan jual beli, dan melakukan persetubuhan&lt;br /&gt;Apabila keluar dari masjid, dahulukan kaki kiri dan memohon kepada Allah  akan keutamaan karunia-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Ber’itikaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa berzikir, memusatkan perhatian, menghindari bicara, selalu  diam di tempat dan tidak berpindah-pindah. Menahan nafsu dari apa yang  diinginkan, menolak kesenangan nafsu dan memaksanya untuk taat kepada  Allah ‘Azza wa jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Mengumandangkan Azan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang muazin hendaklah betul-betul mengenal waktu shalat, baik pada  waktu musim panas maupun musim dingin. Menundukkan pandangan mata ketika  menaiki menara azan. Berpaling ke kanan dan ke kiri di dalam azan  ketika mengucapkan “hayya ‘ala as-salah dan hayya ‘ala al-falah” dan  memperbagus bacaan azannya serta mempercepat bacaan iqomat.&lt;br /&gt;Adab Imam&lt;br /&gt;Seorang imam seyogianya mengetahui rukun-rukun shalat dan  sunnah-sunnahnya. Memahami hal-hal yang dapat membatalkan dan merusak  shalatnya. Tidak menjadi imam bagi suatu kaum yang tidak menyukai  dirinya. Menjadikan barisan di belakangnya adalah para ahli ilmu.  Meminta mereka untuk meluruskan barisan danmenasihati mereka dengan  lemah lembut. Tidak membaca surat-surat yang panjang, sehingga mereka  jemu; tidak memanjangkan tasbih, sehingga mereka bosan; dan tidak pula  meringankannya, sehinga hilang kesempurnaan shalatnya. Sebaliknya  mengatur shalat sesuai dengan kemampuan orang yang paling lemah di  antara mereka.&lt;br /&gt;Menyempurnakan ruku’ dan sujud, sehingga mereka merasa nyaman  (tuma’ninah), diam sejenak sebelum dan sesudah membaca surat al-fatihah,  dan juga ketika selesai membaca surat-surat setelahnya. Menunggui orang  yang merasa sulit di dalam ruku, selama tidak melampaui batas yan  wajar. Menanti tetangga yan belum dating selama tidak takut akan  mengakhirkan waktunya. Berhenti sejenak diantara dua salam. Ketika  selesai shalat, mengharap karunia Allah dengan penuh asa takut.  Memperbanyak rasa syukur kepada Allah dan memelihara zikir kepada-Nya  dalam segala kondisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Shalat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang hendak melakukan shalat, selayaknya bersikap rendah  hati, memelihara kekhusyukan dan menampakkan kehinaan. Menghadirkan  kalbu, menghilangkan rasa was-was dan menghindari keraguan, baik lahir  maupun batin.&lt;br /&gt;Menenangkan anggota badan, menundukkan kepala dan meletakkan tangan  kanan di atas tangan kiri. Menghayati bacaan dan mengucapkan takbir  dengan penuh ketakziman. Melakukan ruku’ dengan penuh ketundukkan,  bersujud dengan penuh kekhusukan, bertasbih dengan penuh pengagungan,  mengucapkan syahadat dengan penuh kesaksian, dan memberi salam denan  penuh kasih sayang. Mengakhiri shalat dengan penuh rasa takut dan  berusaha mencari keridhaan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Membaca Alquran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah membiasakan diri dengan sikap tenang dan rasa malu. Menjauhi  perbuatan sia-sia dan perkataan keji. Memelihara sikap tawadhu dan  membiasakan untuk menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berdo’a&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seyogianya menghadirkan kekhusyukan di dalam kalbu, memusatkan  perhatian, menampakkan kehinaan, berbaik sangka, merendahkan diri, dan  menampakkan sikap butuh. Memohon kepada Allah seperti permohonan orang  yang sedang tenggelam kepada orang yang dapa menyelamatkannya.  Mengetahui hina kedudukan dirinya dan besarnya keagungan Allah sebagai  tempat memohon. Membentangkan kedua telapak tangan ketika memohon.  Meyakini bahwa do’anya akan dikabulkan dan takut terhadap hal-hal yang  mendatangkan kegagalan. Senantiasa menanti kelapangan dan menjauhi  permusuhan. Memperbagus maksud dan pengharapan. Mengusapkan telapak  tangan ke wajah setelah selesai berdo’a.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Shalat Jum’at&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah mempersiapkan diri sebelum tiba waktu shalat Jum’at. Segera  bersuci sebelum masuk waktunya. Mandi dan mengenakan pakaian bersih.  Tidak melangkahi tengkuk orang lain. Menghindari perbincangan dan  memperbanyak zikir. Mengambil tempat duduk dekat imam dan mendengarkan  apa yang disampaikan khatib. Setelah selesai menunaikan shalat, kembali  menyebar (di muka bumi) ntuk mencari ilmu dan berjalan dengan tenang.&lt;br /&gt;Tidak menjalinkan jemari. Memendekkan langkah, membiasakan bersikap  tunduk, dan memperbanyak syukur kepada Zat Yang maha Pemberi rizki.  Memasuki masjid dengan khusyu’ dan memberi salam. Berusaha untuk tidak  melakukan shalat setelah khatib duduk di atas mimbar. Menjawab salam  yang diberikan oleh khatib. Menghindarkan diri dari berbicara,  membulatkan tekad untuk menerima pelajaran, dan tidak berpaling ketika  khatib menghadap dan berkhutbah kepadanya. Tidak melakukan shalat  sebelum khatib turun dari mimbar dan sebelum muazin selesai  mengumandangkan iqomat.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Seorang Khatib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para khatib hendaklah mendatangi masjid dengan tenang dan penuh wibawa.  Memulai khutbah dengan memberi salam dan duduk dengan rasa takut  disertai ketakziman kepada Allah. Menghindarkan diri dari percakapan  sambil menunggu waktu tiba. Melangkah menuju mimbar dengan tenang,  seakan-akan ia ingin menunjukkan perkataannya kepada Zat Yang Maha  Perkasa. Menaiki mimbar dengan penuh rasa khusyu’. Berpegangan pada  pegangan tangga mimbardan naik ke atas sambil berzikir. Memandang kepada  hadirin dengan memusatkan perhatian dan mengucapkan salam kepada mereka  sebagai pertanda agar mereka memperhatikan khutbahnya. Duduk  mendengarkan azan dengan penuh rasa takut kepada Zat Yang maha Kuasa.&lt;br /&gt;Mulai berkhutbah dengan sikap tawadhu’ dan tidak memberi isyarat dengan  jari. Meyakini bahwa ucapannya bermanfaat. Mengisyaratkan pada hadirin  untuk berdo’a. kemudian turun dari mimbar dengan diiringi iqomat yang  dilantunkan oleh muazin. Tidak bertakbirotul ihram sebelum para jamaah  terdiam. Memulai shalat dan memperbagus bacaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab di  Hari Raya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan malam hari raya (dengan takbir, tahlil dan tahmid – pent)  dan mandi di pagi harinya. Membersihkan badan dan memakai wewangian.  Terus-menerus melantunkan takbir, memperbanyak zikir, melazimkan  kekhusyukan, serta bertasbih dan bertahmid di sela-sela takbir. Diam  untuk mendengarkan khutbah ‘id setelah shalat hari raya ditunaikan.  Makan sedikit sebelum keluar dari rumah jika hari raya itu adalah hari  raya Idul Fitri. Pergi ke tempat shalat melalui suatu jalan dan pulang  ke rumah melalui jalan yang lain. Kembali dengan rasa belas kasih karena  takut kepada Zat Yang maha Ghaib.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab di  Saat Gerhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memelihara rasa takut dan menampakkan kecemasan. Segera bertobat dan  tidak merasa jemu (untuk bertobat). Bergegas menegakkan shalat. Berdiri  lama untuk melaksanakan shalat. Dan senantiasa memelihara kewaspadaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Shalat Istisqa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah berpuasa sebelum melaksanakan shalat istisqo (shalat untuk  meminta hujan). Diawali dengan bertobat dan menghindari sikap-sikap  zalim. Mencurahkan segenap perhatian dan tidak membanggakan diri. Mandi  sebelum keluar rumah. Membiasakan dii untuk diam dan memperhatikan  segala hal yang dilarang. Mengakui segala dosa yang mendatangkan siksa  dan bertekad tidak akan mengulanginya. Diam untuk mendengarkan khutbah,  bertasbih di sela-sela takbir, memperbanyak istighfar dan membalikkan  jubah sambil berdo’a.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Orang Sakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa mengingat mati dan bersiap-siap menghadapinya dengan  bertobat. Membiasakan diri memuji dan mengagungkan Allah. Bersikap  rendah hati sambil terus berdo’a. menampakkan kelemahan dan pengharapan.  Memohon kesembuhan dan meminta bantuan dari Zat Yang Pemberi  kesembuhan. Menampakkan rasa syukur ketika ada kekuatan dan tidak  mengeluh. Memuliakan orang yang menemani dan tidak melakukan jabat  tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Bela  Sungkawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bersikap rendah hati, menampakkan kesedihan dan tidak banyak berbicara.  Tidak tersenyum, karena hal itu dapat menyebabkan kedengkian.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Mengantar Jenazah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memelihara kekhusyukan, menundukkan pandangan dan menghindari  pembicaraan. Memperhatikan si mayit seraya mengambil pelajaran.  Memikirkan simulasi jawaban-jawaban atas pertanyaan dari malaikat Munkar  dan Nakir. Bertekad untuk bersegera memenuhi tuntutan-tuntutan  kewajiban. Cemas akan menyesali segala apa yang telah berlalu ketika  dating kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Bersedekah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah memberi sedekah sebelum diminta. Menyembunyikan sedekah, baik  ketika memberi maupun setelah memberi. Bersikap ramah kepada peminta,  tidak tergesa-gesa menolak permintaannya, dan berkata pelan jika dia  meminta dengan suara yang perlahan.&lt;br /&gt;Menghindari sikap bakhil dengan memberi apa yang diminta atau menolaknya  dengan ramah. Jika Iblis – semoga Allah melaknatnya – membisikkan bahwa  peminta itu tidak berhak menerima sedekah, maka ingatlah jangan  sekali-kali menahan apa yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab dia  berhak atas harta tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Peminta-minta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menampakkan kefakiran yang sebenarnya. Menyampaikan permintaan dengan  perkataan lemah lembut. Menerima pemberian – walaupun sedikit – seraya  bersyukur dan berdo’a untuk kebaikan. Jika ditolak, pulanglah dengan  sopan dan penuh kerelaan. Tidak mengulang-ulang permintaan dan tidak  bersikap memaksa.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Orang Kaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memelihara sikap rendah hati, menjauhi sikap sombong dan senantiasa  bersyukur. Menggunakan hartanya untuk berbuat kebajikan. Bersikap ramah  kepada orang miskin dan senantiasa menerima kedatangannya. Menjawab  salam kepada setiap orang yang mengucapkannya dan tidak menyembunyikan  kekayaan. Bertutur kata lembut, bersikap ramah, dan membantu orang lain  demi kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Orang Miskin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin seyogianya memelihara sikap qonaah, menyembunyikan  kemiskinan, tidak menampakkan kehinaan dan tidak merendahkan diri.  Menjauhi sifat rakus, menjaga harga diri dan menampakkan kecukupan  kepada orang-orang dermawan dari kalangan ahli agama. Menghormati  orang-orang kaya tanpa mengharap kebaikan mereka. Menampakkan kecukupan  kepada mereka tanpa mengharap pemberian dari mereka. Tidak bersikap  sombong dan tidak menghinakan diri. Menjaga kalbu ketika memandang  mereka dan berpegang teguh pada agama ketika menyaksikan kehidupan  mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pemberi Hadiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memandang dengan sikap yang utama kepada orang yang diberi hadiah.  Menampakkan kebahagiaan atas penerimaannya. Berterima kasih ketika  menyaksikan hadiahnya diterima. Membawa sendiri hadiah tersebut  kepadanya, meskipun banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Penerima Hadiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan kegembiraan atas pemberian hadiah, walaupun sedikit.  Mendo’akan pemberi hadiah apabila dia telah pergi dan menampakkan wajah  yang berseri ketika dia hadir. Membalas pemberiannya apabila mampu dan  memujinya jika memungkinkan. Tidak merendahkan diri di hadapannya,  menjaga diri dari kecacatan iman karenanya, dan menjauhi ketamakan  bersamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berbuat Kebajikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa mengawali tindak kebajikan sebelum diminta. Bersegera untuk  mengerjakannya ketika berjanji. Banyak melakukan kebajikan.  Menyembunyikan tindak kebajikannya dari sikap pamer. Tidak banyak  memberi setelah diterima kebajikannya. Berupaya untuk terus senantiasa  melaksanakannya. Dan waspada dari tindak penghentiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berpuasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mencari makanan yang halal dan baik. Tidak bertengkar dan meningalkan  pergunjingan. Menghindari perbuatan bohong, tidak menyakiti orang lain,  dan menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan tercela.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab di  Dalam Perjalanan Ibadah Haji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Membelanjakan harta secara baik. Berbuat baik kepada orang yang membawa  perbekalannya. Membantu teman. Menemani orang yang kendaraannya rusak.  Mendermakan sebagian dari bekalnya. Berakhlak terpuji, bertutur kata  baik, dan bersenda gurau tanpa disertai maksiat serta senantiasa mencari  kelurusan.&lt;br /&gt;Menampakkan kegembiraan ketika memandang kawan bicara. Mendengarkan  pembicaraannya, tidak menihilkan kecemasannya, dan berusaha melupakan  kesalahannya. Berterima kasih atas bantuannya serta senantiasa  memuliakan dan membantunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berihram&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah mandi, kemudian mengenakan pakaian bersih, dan memakai  wewangian. Mengurus orang-orang yang lapar, membaca talbiyah dengan  penuh ketakziman, dan mengeraskan suaranya sebagai bentuk kegembiraan  karena bisa memenuhi seruan-Nya. Bertawaf untuk mengagungkan tempat  suci, bersa’i untuk mencari keridhaan, dan berwukuf sebagai persaksian  terhadap hari kiamat.&lt;br /&gt;Memandang masy’ar (tempat menunaikan ibadah haji) dengan pandangan kasih  sayang, memaknai cukur rambut sebagai symbol kebebasan, dan menganggap  penyembelihan kurban sebagai symbol penebusan dosa. Memandang pelemparan  batu (jumrah) sebagai wujud ketaatan. Menganggap tawaf ziyadah sebagai  pemandangan kehidupan yang tidak terbatas, dan penolakan atas hakikat  kesedihan. Dan ketika saatnya pulang, dipenuhi keinginan untuk kembali  lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Memasuki Kota makkah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tanah haram dengan pengagungan dan memandang kota Makkah dengan  kesedihan. Memandang Masjid al-Haram dengan keutamaan dan memandang  Baitullah dengan takbir dan tahlil. Membiasakan tawaf dan tetap  mengerjakan umrah. Memasuki Baitullah dengan mengagungkan kesuciannya  dan membiasakan diri untuk bertobat setelah memasukinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Memasuki Kota Madinah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah memasuki kota Madinah dengan penuh wibawa dan sikap tenang.  Memperhatikan syariat yang berkaitan dengannnya dan memandangnya dengan  pandangan yang mulia. Mendatangi Masjid Nabi Saw dan mimbarnya,  seakan-akan menyaksikan shalat dan khutbah beliau. Berziarah ke kubur  Nabi Saw, seakan-akan memandang pribadinya yang mulia. Berbicara kepada  beliau dengan suara lembut, seakan-akan melihat dengan mata kepala  sendiri laiknya kepada teman duduknya. Memulai ziarah dengan ucapan  salam kepada beliau.&lt;br /&gt;Selanjutnya, mengucapkan salam kepada dua orang yang terbaring di  sampingnya (Abu Bakr as-Siddiq dan ‘Umar Ibn al-Khattab). Serta  mempersaksikan kecintaan keduanya atas beliau. Mempersaksikan perjalanan  beliau diantara mereka. Dan respon beliau kepada mereka. Menyaksikan  ketakziman mereka kepada beliau dan sambutan mereka kepada beliau. Dan  jika hendak meningalkan kuburan beliau, janganlah dengan  membelakanginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pedagang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang selayaknya tidak duduk di jalanan tempat lewatnya kaum  muslimin, sehingga akan mempersempit gerak mereka. Ia harus  mempekerjakan anak dewasa yang tidak berlaku zalim dalam menakar dan  tidak mengurangi timbangan; menyuruh dia agar menyempurnakan takaran an  tidak tergesa-gesa dalam menimbang. Ketepatan timbangan dirhamnya  seperti dua sayap burung yang terbang dan keseimbangannya seperti  timbangan, panjang benangnya, tepat arah jarumnya, jelas ayunannya, dan  seimbang bandulannya.&lt;br /&gt;Pada setiap harinya, sebelum memulai aktivitas jual beli, ia harus  memeriksa timbangannya dan membersihkan sisanya. Memerintahkan  pekerjanya untuk tepat dalam menakar minyak. Apabila yang dating orang  yang mulia, muliakanlah. Apabila yang dating adalah tetangga,  utamakanlah. Apabila yang dating orang yang lemah, kasihanilah. Dan  apabila yang datang selain mereka, berbuat adillah. Juallah  barang-barang dagangan dengan harga yang sepatutnya; jika murah  harganya, niscaya banyak pelanggannya. Namun jika mahal, niscaya sedikit  pelanggannya.&lt;br /&gt;Pada saat menunggui barang dagangan, hendaklah berupaya terus untuk  mengkaji Alquran. Menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan  dari pemuda yang berparas cantik. Tidak membeli barang dagangan dengan  harga murah dari seorang bodoh yang pemboros. Tidak menghardik kaum  peminta-minta. Dan tidak melarang pembeli untuk menawar.&lt;br /&gt;Jika ia adalah orang yang mampu mengurusi persoalannya sendiri, maka  tentu ia lebih mampu untuk mengurusi masalah yang mesti dilaksanakan  pekerjanya. Ia harus membeli timbangan, ukuran, dan takaran dari  orang-orang yang sudah dikenal terpercaya. Ketika menjual barang  dagangan, ia tidak boleh memujinya dan ketika membelinya, tidak boleh  mencelanya. Ketika menawarkan barang, ia harus menawarkan yang  sebenarnya. Menghindari berkata buruk ketika meminta pengurangan harga  barang, dan tidak berkata bohong ketika sedang bertransaksi.  Meminimalisir interaksi dengan para warga pasar, dan tidak banyak  bersenda gurau. Serta menjaga diri agar tidak banyak mengundang  permusuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Penukar Uang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang penukar uang seyogianya mempunyai itikad yang baik dan mampu  menunaikan amanat. Berhati-hati terhadap uang riba dan bersegera  membayar kredit. Tidak memberikan uang yang jelek. Menyempurnakan  timbangan dan tidak berniat menipu. Senantiasa memeriksa neracanya  karena takut berkurang akurasi takarannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Tukang Emas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah bekerja dengan ketulusan dan bersungguh-sungguh di dalam  kedermawanan. Tidak memperlambat pekerjaan, menepati janji, dan tidak  melampaui batas di dalam menetapkan nilai upah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Makan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah senantiasa membasuh tangan sebelum dan sesudah makan. Mulai  dengan membaca basmalah. Makan dimulai dari orang yang berada di sebelah  kanan terlebih dahulu, lalu orang berikutnya. Mengecilkan suap dan  memperhalus kunyahan. Tidak memandang wajah teman yang sedang makan.  Tidak makan sambil bersandar. Tidak makan ketika merasa kenyang.  Hendaklah memberi alas an yang tepat ketika kenyang, sehingga membuat  malu tamu atau orang yang memerlukan makanan lebih banyak. Memulai  pengambilan makanan dari sisi piring dan tidak mulai dari tengahnya.  Menjilat jemari ketika selesai makan dan membaca hamdalah. Tidak  berbicara masalah kematian agar tidak menggelisahkan para hadirin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Minum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah melihat ke dalam gelas sebelum meminumnya. Membaca basmalah  sebelumnya dan mengucapkan hamdalah sesudahnya. Menyesap air dan tidak  menegaknya. Bernafas ketika minum sebanyak tiga kali, diikuti dengan  membaca hamdalah lalu membaca basmalah ketika hendak meminumnya lagi.&lt;br /&gt;Tidak minum sambil berdiri. Menawari minum kepada yang lain, jika ada  orang lain bersamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Laki-laki Ketika Hendak Menikah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki yang hendak menikah selayaknya terlebih dahulu mencari  wanita yang baik agamanya, lalu yang cantik, dan yang kaya – jika  menginginkannya. Tidak membuat perjanjian atas pa yang diberikan., dan  tidak menyembunyikannya. Tidak melamar wanita yang sudah dilamar oleh  oang lain. Tidak menyelenggarakan resepsi pernikahan yang disertai  hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari Tuhannya, dan menghinakan  dirinya. Tidak duduk berduaan (dengan istrinya) ketika ada orang lain  yang melihatnya. Dan tidak menciumnya di tengah-tengah keluarganya.&lt;br /&gt;Hendaklah terlebih dahulu mencari informasi tentang keberadaan wanita  yang akan dinikahinya. Tidak mengutus orang yang suka berdusta dan  tukang fitnah, melainkan mengutus orang terpercaya. Tanyaka tentang  agamanya, ketekunan shalatnya, perhatian kepada ibadah puasa, rasa malu  dan kebersihannya, bagus-jelek tutur katanya, kebiasaan tinggal di  rumahnya, dan kebaikan kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Berlaku sopan pada saat memandangnya sebelum akad dan menyampaikan  perkataan yang baik sesudah akad. Menyelidiki perangai dan agama orang  tuanya, serta ihwal agama dan perilaku ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Perempuan Ketika Ada laki-laki Melamarnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita yang hendak dilamar, seyogiany meminta kepada orang  kepercayaan keluarganya untuk menanyakan tentang mazhab si pelamar,  agama, keyakinan, kehati-hatian, dan kejujurannya dalam menepati janji.  Menanyakan kepada kerabat laki-laki tersebut dan kepada orang yang  mendatangi rumahnya tentang ketekunannya dalam melaksanakan shalat,  shalat berjamaahnya, dan ketulusannya di dalam perilaku dan  perbuatannya.&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada seorang laki-laki harus karena factor agamanya dan  bukan karenahartanya; atau harus karena tingkah lakunya dan bukan karena  popularitasnya. Berniat untuk menikahinya atas dasar qana’ah dan  menaati perintah-perintah suaminya. Itulah yang akan mengokohkan  persahabatan dan meneguhkan kecintaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Bersetubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami istri, ketika hendak bersetubuh, seyogianya memakai  wewangian. Bertutur kata lembut, menampakkan kecintaan, mencium pasangan  dengan kemesraan, dan memeluknya dengan penuh rasa cinta.&lt;br /&gt;Memulai persetubuhan dengan membaca basmalah. Tidak melihat kemaluan,  karena hal itu akan mewariskan kebutaan. Menutup bagian bawah pinggang  dan tidak menghadap kiblat.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Suami Istri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami istri sudah seharusnya memperbagus pergaulan dan bertutur  kata lembut. Saling menampakkan kecintaan dan menumbuhkan kesenangan  dalam berduaan. Saling memaafkan kekeliruan dan tidak mengungkit-ungkit  kesalahan masing-masing.&lt;br /&gt;Suami hendaklah memelihara harga diri istri dan tidak berdebat  dengannya. Memberinya uang belanja tanpa kekikiran dan senantiasa  memuliakan keluarganya. Membiasakan berjanji tentang hal-hal yang baik  dan memperbesar rasa cemburunya terhadap sang istri.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Istri Kepada Suami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri harus senantiasa memelihara sikap malu terhadap suami,  menghindari perdebatan dengannya, dan memelihara ketaatan kepadanya.  Diam saat suami berbicara, menjaga diri ketika dia tiada, dan tidak  mengkhianatinya dalam menggunakan harta kekayaannya.&lt;br /&gt;Senantiasa memakai wewangian, membersihkan mulut, dan mengenakan pakaian  bersih. Menampakkan sifat qana’ah, mencurahkan segenap kasih sayang,  dan sebabtiasa berhias untuknya. Memuliakan keluarga dan kerabatnya.  Memandang keberadaanya dengan keutamaan dan menerima perlakuannya dengan  rasa syukur. Menampakkan rasa cinta ketika dekat dengannya dan  memperlihatkan kegembiraan ketika memandangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Suami Kepada istri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa memelihara shalat Jum’at dan shalat berjamaah. Memakai  pakaian bersih dan selalu menyikat gigi. Tidak memakai pakaian yang  mewah, dan tidak juga yang gembel. Tidak memanjangkan pakaian atas dasar  kesombongan, dan tidak memotongnya pendek karena ingin dianggap orang  miskin. Tidak memandang kepada selain muhrimnya. Tidak meludah ketika  sedang bercakap-cakap. Tidak banyak duduk di pintu rumah bersama  tetangganya. Tidak banyak berbicara kepada teman-temannya tentang  istrinya dan apa yang ada dalam rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Istri Kepada Dirinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa membiasakan diri tinggal di dalam rumah. Duduk di dalam rumah  dan tidak banyak keluar rumah. Senantiasa memperhatikan perkataan  tetangganya dan tidak bergaul dengan mereka, kecuali sebatas  keperluannya saja. Menyenangkan suaminya ketika dipandang. Menjaga diri  ketika suami tidak ada di sisinya. Tidak keluar dari rumah; kalaupun  keluar dengan cara sembunyi-sembunyi, mencari tempat-tempat yang sepi  dan yang dapat menjaga keperluannya, bahkan berpura-pura tidak tahu  kepada orang yang mengenalnya.&lt;br /&gt;Keinginannya adalah memperbaiki diri, mengatur rumah tangga, dan selalu  bersiap menyambut ibadah shalat dan puasa. Memperhatikan aib dirinya dan  memikirkan agamanya. Memelihara diamnya dan menundukkan pandangannya.  Mewaspadai Tuhannya dan selalu menyebut-Nya. Mentaati suaminya dan  selalu mendorongnya untuk mencari harta halal dan tidak menuntut  pemberian yang banyak.&lt;br /&gt;Senantiasa menampakkan rasa malu dan menghindari perkataanyang keji.  Bersikap sabar dan banyak bersyukur. Memuliakan dirinya. Memperhatikan  keadaan dan kemampuan dirinya. Dan jika salah satu kawan suaminya minta  izin untuk masuk, sedangkan I rumah tidak ada suami, maka ia jangan  meminta banyak penjelasan dan jangan terlalu banyak bicara. Demi untuk  menjaga rasa cemburu antara dirinya dan suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Mengetuk Pintu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berjalan di samping dinding dan tidak menghadap ke pintu. Bertasbih dan  bertahmid sebelum mengetuk pintu, lalu mengucapkan salam. Tidak  memperhatikan orang yang berada di dalam rumah. Setelah memberi salam,  harus meminta izin. Jika diizinkan masuklah, tetapi jika tidak  diizinkan, kembalilah dan jangan berusaha menunggu. Apabila ditanya oleh  tuan rumah, jangan mengatakan, “Saya,” melainkan katakanlah, “si  Fulan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Duduk di Tepi jalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa menundukkan pandangan. Membantu orang yang teraniaya dan  menolng orang yang meminta pertolongan. Membantu orang lemah dan  membimbing orang tersesat. Senantiasa menjawab salam. Memberi kepada  para peminta-minta dan tidak memalingkan muka dari mereka.&lt;br /&gt;Senantiasa menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan penuh  persahabatan dan keramahan. Jika ada orang yang mengerjakan  kemungkaran, cegahlah dengan ancaman dan tindakan keras. Tidak  mendengarkan tukang fitnah (as-sa’i) kecuali ada bukti. Tidak  memata-matai dan tidak berprasangka terhadap orang lain, kecuali hal-hal  yang baik.&lt;br /&gt;Adab Pergaulan&lt;br /&gt;Apabila memasuki suatu majlis atau jamaah, hendaklah Anda mengucapkan  salam dan duduk di tempat yang telah tersedia serta tidak melangkahi  orang lain. Mengkhususkan salam kepada orang ang paling terdekat.&lt;br /&gt;Apabila diuji saat berkumpul dengan orang banyak, janganlah ikut ambil  bagian dalam percakapan mereka danjangan mendengarkan  kebohongan-kebohongan mereka. Tidak menghiraukan perkataan buruk mereka.  Menghindari pertemuan dengan mereka, kecuali ketika ada keperluan.&lt;br /&gt;Tidak meremehka seseorang, sehingga dia akan menjadi binasa; sebab bisa  jadi ia tidak tahu kalau orang tersebut lebih baik dan lebih taat kepada  Allah darpada dirinya. Tidak memandang mereka dengan ketakziman dalam  urusan-urusan keduniaan. Sebab dunia itu kecil di sisi Allah dan segala  isinya pun tidak bernilai. Tidak menganggap besar harta duniawi pada  dirinya, yang akan mendoorongnya untuk mengagungkan pencinta dunia.  Sebab dengan begitu, ia menjadi rendah dalam pandangan Allah.&lt;br /&gt;Tidak mengorbankan agam untuk memperoleh hal-hal yang bersifat duniawi,  yang justru akan menjadikannya kerdil di hadapan mereka. Tidak memusuhi  mereka, upaya tidak memunculkan sikap permusuhan. Merasa tidak mampu  untuk bersabar dalam permusuhan, kecuali karena Allah ‘Azza wa Jalla.  Memusuhi perbuatan jelek mereka, namun pandangi mereka dengan pandangan  kasih sayang. Janganberharap agar mereka mencintai, memuliakan,  menampakkan wajah berseri dan memuji dirinya sendiri. Sebab jika ia  menuntut semua itu, hanya akan mendapatkan sedikit.&lt;br /&gt;Jika mereka menaruh kepercayaan dan menyerahkan kewenangan kepadanya,  tentu dia tidak akan selamat. Jangan berharap agar mereka mau bersikap  baik – di belakangnya – laiknya sikap baik yang ditampakkan di  hadapannya. Jangan berusaha mendapatkan semua itu. Jangan bersikap rakus  terhadap apa-apa yang ada di tangan mereka, sehingga ia akan kehilangan  agamanya. Jangan bersikap sombong kepada mereka. Apabila meminta  bantuan kepada salah satu dari mereka, lalu dipenuhi, maka dia adalah  saudaranya yang memberi kemanfaatan. Dan jika tidak dipenuhi, jangan  mencelanya. Sebab hal itu akan menjadi dalih untuk memusuhi dirinya.  Tidak menasehati siapapun dari mereka, kecuali setelah melihat adanya  respon baik dari mereka. Sebab jika tidak, mereka justru akan  memusuhinya dan tidak akan mau mendengar apapun darinya.&lt;br /&gt;Apabila melihat kebaikan, kemuliaan dan hal terpuji lainnya pada diri  mereka, kembalikanlah hal tersebut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.  Hendaklah memuji-Nya dan memohon kepada-Nya agar hal tersebut membuat  mereka tumpul.&lt;br /&gt;Apabila melihat kejahatan, perkataan jelek, pergunjingan atau segala hal  yang dibenci pada diri mereka, serahkanlah hal itu kepada Allah.  Berlindunglah kepada-Nya dari kejahatan mereka dan memohon  pertolongan-Nya untuk menghadapi mereka. Janganlah mencela mereka, sebab  tidak ada hak baginya untuk mencela. Selain itu, celaannya juga akan  membuat mereka memusuhinya, dan tidak akan mengobati kemarahannya. Akan  tetapi, ia harus bertaubat kepada Allah dari dosa yang mereka lakukan.  Dan meminta ampunan-Nya. Dan hendaklah dirinya menjadi seorang pendengar  setia di antara mereka dan menjadi seorang tuli tentang kbathilan  mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab Anak  Kepada Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah senantiasa mendengarkan segenap ucapan mereka, menghormati  mereka, melaksanakan perintah mereka dan memenuhi panggilan mereka.  Merendahkan diri di hadapan mereka dengan penuh kasih sayang. Tidak  membuat mereka jemu dengan permintaan yang terus-menerus. Berbuat baik  kepada mereka dan melaksanakan perintah mereka, semata-mata karena  kebaikan mereka. Tidak memandangi mereka dengan sikap marah dan tidak  mendurhakai perintah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Orang Tua Kepada Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang tua selayaknya senantiasa menampakkan kebaikan kepada  anak-anaknya. Tidak membebani mereka untuk berbuat baik di luar batas  kemampuan mereka. Tidak memaksa mereka ketika merasa jemu. Tidak  mencegah mereka untuk taat kepada Allah dan tidak menelantarkan  pendidikan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berteman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa menampakkan kegembiraan kepada mereka ketika bertemu. Memulai  pertemuan dengan mengucapkan salam. Bersikap ramah, senantiasa memberi  kelapangan ketika duduk, dan mengiringinya ketika berdiri. Diam ketika  dia berbicara dan membenci perdebatan. Memperbagus ucapan ketika  bertutur. Tidak memberikan jawaban sebelum dia selesai berbicara.  Memanggilnya dengan nama yang paling disukainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Tetangga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah memulai perjumpaan dengan mengucapkan salam. Tidak  memperpanjang percakapan dengan tetangga dan tidak banyak bertanya  kepadanya. Menjenguknya ketika sakit dan turut berduka cita ketika dia  tertimpa musibah. Menegurnya dengan ramah ketika dia melakukan  kekeliruan. Menundukkan pandangan mata dari orang-orang semhrimnya.  Menolongnya ketika meminta pertolongan. Tidak memandangi pelayan  perempuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Majikan Kepada Pembantu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah tidak membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan di luar batas  kemampuannya. Bersikap ramah kepadanya ketika dia merasa jemu. Tidak  memukulnya. Tidak mencelanya, sehingga menjadinya bersikap lancing.  Memafkan kekeliruannya dan menerima permintaan maafnya. Jika mempunyai  makanan yang baik, ajaklah dia makan bersama atau berilah dia makan dari  makanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pembantu Kepada Majikannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa menuruti perintahnya. Menasehatinya ketika mereka bergunjing.  Melayani sepenuhnya. Menjaga nama baiknya di hadapan muhrimnya dan  bersikap lembut kepada anaknya. Tidak berkhianat di dalam menggunakan  hartanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Pemimpin Kepada Rakyatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah selalu bersikap ramah, tidak bertindak keras, dan berfikir  dahulu sebelum memberi perintah. Tidak bersikap sombong kepada  orang-orang tertentu demi mencegah permusuhan dari mereka. Berusaha  untuk memperleh simpati dari seluruh rakyat disertai rasa takut kepada  mereka. Memperhatikan berbagai sarana pelayanan public. Menjaga  kewaspadaan diri dalam bergaul dengan para ahli ilmu dan memberikan  keleluasan kesempatan kepada mereka, juga kepada sahabat dan kerabat  mereka. Bersikap ramah dalam menjatuhkan hukuman dan senantiasa  memberikan perlindungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Rakyat Kepada Penguasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah tidak berusaha mendatanginya. Tidak meminta bantuannya,  kecuali untuk sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Memelihara sikap  takut kepadanya, walaupun dia bersikap ramah. Tidak berlaku lancing  kepadanya, walaupun dia bersikap lembut. Tidak banyak meminta, walaupun  dia selalu memenuhi permintaannya. Berdo’a demi kebaikan dirinya ketika  melihatnya. Tidak berbicara dengannya dan tidak berusaha mencarinya  ketika dia tidak hadir.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Hakim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selalu membiasakan untuk berdiam diri. Menunjukkan kewibawaan dan  bersikap tenang. Menjaga diri dari berbuat kejahatan dan melampaui  batas. Berlaku baik kepada para janda dan berhati-hati kepada anak  yatim. Tidak tergesa-gesa saat memberi keputusan dan berlaku baik kepada  lawan. Tidak memihak kepada salah seorang dari dua orang yang  bermusuhan. Memberi nasihat kepada pelaku penyimpangan. Senantiasa  berlindung kepada Allah dalam menetapkan keputusan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Saksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa memelihara amanat dan meningalkan pengkhianatan. Bersikap  teguh dalam memberi kesaksian, menjaga diri dari sifat lupa, dan  menghindari perdebatan dengan penguasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Berjihad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meluruskan niat, bersikap cemburu kepada Allah, dan mencurahkan segenap  kemampuan. Mengorbankan darah dan nyawa serta menolak keinginan untuk  kembali. Bertekad untuk meninggikan kalimat Allah dan meninggalkan  kecurangan dalam pembagian harta rampasan perang (al-gulul). Melunasi  hutangnya sebelum pergi ke medan perang. Senantiasa berzikir kepada  Allah saat berperang dan dalam segala keadaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Adab  Tawanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang tawanan seyogianya tidak mengharap kelapangan dari selain Allah.  Tidak menghinakan dirinya dengan bermaksiat kepada Allah. Tidak  berputus asa dari rahmat Allah. Mencurahkan segenap harapan di hadapan  Allah. Menyadari bahwa dia berada dalam lindungan Allah. Tidak  bersenang-senang atas harta musuh yang tidak diperkenankan Allah. Tidak  memohon pertolongan kepada selain Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Kumpulan  Adab-Adab lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagian diantara kaum ahli hikmah telah menasihatkan:&lt;br /&gt;Termasuk adab dalam beragama adalah menjumpai sahabat atau musuh Anda  dengan wajah keridhaan, tanpa menghinakan dan tidak merasa takut kepada  mereka. Menjadi orang berwibawa tanpa harus bersikap sombong. Mengambil  jalan tengah dalam semua urusanmu. Tidak memandang dirimu dengan penuh  rasa takjub. Tidak banyak memalingkan muka. Tidak bergantung pada  kekuatan jamaah.&lt;br /&gt;Apabila kamu duduk, berusaha bersikap tegak. Berhati-hati untuk tidak  menjalinkan jari-jemari, memainkan cincin, mencungkil sisa-sisa makanan  di sela-sela gigi, memasukkan tangan ke lubang hidung, dan mengusir  lalat dari wajahmu. Tidak banyak menggeliat dan menguap. Menjadikan  majlismu sebagai pemberi ketenangan dan menjadikan setiap perkataanmu  sebagai penyejuk kalbu. Mendengarkan kata-kata mutiara dari orang yang  mengajak Anda berbicara tanpa menampakkan ketakjuban ataupun  kerendah-dirian. Berpalinglah dari lelucon dan dongeng. Tidak bercerita  kepada orang lain ihwal rasa takjubmu terhadap anak-istrimu. Tidak  berperilaku sepertiperempuan. Tidak menjadi orang yang tidak memiliki  rasa malu seperti halnya seorang budak.&lt;br /&gt;Senantiasa mengambil jalan tengah dalam segala urusan Anda. Tidak banyak  memakai celak dan tidak berlebihan dalam menggunakan krim. Tidak  membuat orang merasa jemu dalam bercerita. Tidak memberi informasi  tentang kekayaanmu kepada keluarga dan anakmu – apalagi kepada orang  lain. Sebab, jika mereka memandangnya sedikit, kamu akan dipandang  rendah oleh mereka. Tetapi jika mereka memandangnya banyak, kamu tidak  akan memperoleh keridhaan dari mereka. Cintailah mereka tanpa harus  mengunakan ancaman dan bersikap lembutlah kepada mereka tanpa harus  menunjukkan kelemahan. Jika kamu bermusuhan, janganlah berusaha untuk  merusak kehormatan musuhmu. Berpkirlah terlebih dahulu sebelum kamu  mengemukakan alas an. Tidak sering menunjuk dengan tangan. Tidak  berlutut. Mulailah berbicara, tatkala amarahmu telah mereda. Jika kamu  diuji dengan kedekatan kepada penguasa, berhati-hatilah dan jangan  merasa aman. Sebab bisa saja ia berbalik memusuhi anda. Pergaulilah ia  dengan baik laiknya kamu mempergauli anak kecil. Ajaklah dia berbicara  tentang hal-hal yang dikehendaki. Berhati-hatilah untuk tidak  mendatanginya tatkala dia sedang berkumpul dengan keluarga, anak-anaknya  dan kerabatnya – walaupun mereka hanya menjadi pendengar.&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap orang yang berpura-pura bersahabat denganmu, karena  dia pada dasarnya termasuk mushmu. Jangan jadikan hartamu lebih berharga  daripada harga dirimu. Senantiasa waspada untuk tidak banyak meludah di  tengah orang banyak, sebab barangsiapa yang melakukan hal itu, maka ia  akan dianggap sebagai perempuan. Tidak menampakkan sesuatu hal yang akan  menyakiti sahabatmu. Sebab, jika dia melihatnya, dia akan membalasnya  dengan sikap permusuhan. Jangan bergurau dengan orang pandai, karena dia  akan merasa dengki kepadamu. Jangan bergurau dengan orang dungu, karena  dia akan lancing kepadamu. Senda gurau sesungguhnya dapat menghilangkan  sikap takzim, menjatuhkan kedudukan, menghilangkan harga diri,  menyebabkan kesedihan, menghilangkan manisnya cinta, melahirkan aib bagi  ahli fiqh, menyebabkan kelancangan orang dungu, mematikan hati,  menyebabkan jauh dari Tuhan, melahirkan celaan, melemahkan tekad yang  kuat, membuat batin menjadi gelap, mematikan pikiran, memperbanyak dosa  dan menampakkan aib.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua bersama orang-orang yang  diberi petunjuk-Nya, merawat kita semua bersama orang-orang yang  dipelihara-Nya, menjadi pelindung kita semua bersama orang-orang yang  dilindungi-Nya, memberkati apa yang dikaruniakan-Nya dan menjauhkan kita  dari kejahatan yang telah ditetapkan-Nya. Sebab, tidak ada yang menolak  apa-apa yang telah ditetapkan-Nya, tidak ada yang kuasa untuk  mengangungkan orang-orang yang dimusuhi-Nya dan tidak ada yang kuasa  menghinakan orang-orang yang dilindungi-Nya.&lt;br /&gt;Maha Suci dan Maha Tinggi Tuhan kita. Kepada-Nya kita memohon ampunan  dan bertobat. Kepada-Nya kita memohon agar senantiasa mencurahkan  segenap salawat yang paling utama kepada hamba-Nya yang terpilih,  keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dan semoga Allah senantiasa  melimpahkan salawat dan salam kedamaian kepada junjungan kita, Nabi  Muhammad, yang tidak mengenal baca-tulis. Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 10px 0px 0px;"&gt;The End&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-705755027833075045?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/705755027833075045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/05/adab-beragama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/705755027833075045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/705755027833075045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/05/adab-beragama.html' title='Adab beragama'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7275457131420792539</id><published>2010-04-21T21:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T21:55:50.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Persepsi</title><content type='html'>&lt;div class="pl15 w620"&gt;&lt;div class="jud_artikel c_blue4 fbolder"&gt;10 Kesalahan Persepsi  Tentang Islam&lt;/div&gt;&lt;div class="mtb10"&gt;&lt;div class="fsize11 pb3"&gt;&lt;div class="left pr10"&gt;&lt;img src="http://stat.ks.kidsklik.com/data/css/images/ic_opini.png" /&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="left c_grey pr10"&gt;Sukma Budi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Prakata Roger Du Pasquier pengarang buku “Unveilling  Islam”&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Pihak Barat, apakah itu Kristen atau bukan, tidak pernah mengenal  Islam dengan sebenar-benarnya. Sejak pihak barat mulai melihat  eksistensi Islam di panggung dunia, pihak barat tidak pernah berhenti  untuk terus mencerca dan memfitnah Islam dalam rangka menjustifikasi  ambisi mereka untuk memerangi Islam. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sikap pihak Barat ini yang penuh  kontradiksi dan kontroversial telah membudaya sekian lama dalam benak  pihak Barat sejak diwariskannya&amp;nbsp; oleh orang-orang Eropa dulu kala.&lt;br /&gt;Bahkan hingga hari ini, banyak dari orang-orang barat hanya memandang  sangat sempit tentang citra Islam yang tidak lebih dari tiga hal tabu:  Fanatisme, Fatalisme dan Poligami.&lt;br /&gt;Tentu saja, di luar sana masih terdapat opini-opini yang berkembang di  publik tentang Islam yang tidak terlalu melenceng dari bentuk ajaran  Islam sebenarnya; Masih banyak pula yang berpandangan bagus yang tahu  secara signifikan makna dari kata “Islam” tidak lain adalah “penyerahan  diri kepada Tuhan”.&lt;br /&gt;Salah satu gejala dari ketidaktahuan ini di antaranya adalah faktanya  imajinasi dari kebanyakan orang Eropa menganggap “Allah” hanya  dinisbatkan sebagai dewa orang Islam bukan Tuhan yang dimaksud oleh umat  Kristiani dan Yahudi; Kebanyakan dari mereka terkejut setelah mendapat  penjelasan bahwa “Allah” berarti “Tuhan/God”, dan bahkan kalangan Arab  Kristiani sendiri tidak punya istilah lain untuk menyebut Tuhan  melainkan dengan sebutan “Allah”.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. ISLAM = “TERORIS”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/itikaf-080923_03.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-109321 alignnone" height="194" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/itikaf-080923_03-300x194.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesalahpahaman terbesar yang pernah ada dalam pihak barat  tentang Islam, memberikan gambaran yang tidak adil dengan menstereotipe  Islam dan ikut membentuk menjadi gambaran publik umum mengikuti gambaran  keliru yang diberikan media. Apakah setiap orang dari mereka diingatkan  kembali bagaimana ketika sekelompok tertentu yang menyerang kelompok  lainnya kemudian mereka melabelkannya sebagai “penjahat kriminal”,  tetapi kemudian berbeda perlakuannya terhadap Muslim saat mereka  menyerang seseorang kemudian mereka sekonyong-konyong melabelkannya  sebagai “teroris”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari diktator politik dan pejabat ataupun kelompok ekstrimis  yang mengeksploitasi kata “Islam” sebagai objek strategi untuk meraih  perhatian masal, menggalang kekuatan dan memperluas pendukung yang mana  kebanyakan dari mereka pada akhirnya mengarahkannya pada praktik  menentang kebenaran hakiki dari Islam.&amp;nbsp; Pihak media juga ikut berperan  khususnya saat menggambarkan Islam sebagai sebuah budaya atau kelompok  yang bila siapapun terlibat di dalamnya akan terlahir sebagai teroris  dan menjadi bagian dari agenda hidup seterusnya.&lt;br /&gt;Terdapat banyak ayat-ayat di dalam Quran yang menentang perilaku  terorisme. Beberapa di antaranya menyatakan “&lt;i&gt;Dan perangilah di jalan  Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu  melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang  yang melampaui batas&lt;/i&gt;” (Q.S. Al-Baqarah 2:190) Pada dasarnya ini  bermakna larangan untuk memerangi kecuali sebagai pembelaan diri dan  jikalau terpaksa terjadi, tetap saja di bawah koridor pertahanan diri.&amp;nbsp;  Dalam ayat lainnya dinyatakan “&lt;i&gt;Dan jika mereka condong kepada  perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&lt;/i&gt;” (Q.S.  Al-Anfaal 8:61, An-Nisaa’ 4:90) yang berarti tidak boleh menyerang  seseorang tanpa alasan kuat atau seseorang yang tidak bersalah.&amp;nbsp; Tidak  terdapat satu pun dalam Islam, baik yang tertera dalam Quran atau yang  disampaikan oleh Muhammad, yang menyerukan untuk membunuh orang yang  tidak bersalah.&amp;nbsp; Foto di atas adalah sebuah konferensi muslim menentang  terorisme.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. ISLAM DISEBARKAN DENGAN “PEDANG”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/iranjihad1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109328" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/iranjihad1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang sejarawan, De lacey O’Leary, menyatakan “&lt;i&gt;Pada akhirnya  sejarahlah yang membuat semuanya jelas, bahwa mitos yang mengatakan  fanatisme muslim telah menyapu dataran dunia dan pemaksaan untuk masuk  Islam di bawah ancaman pedang kepada mereka yang dikuasai muslim, adalah  mitos fantastis sesat yang menjadi kesalahan terbesar pihak barat yang  pernah diungkapkan oleh para sejarawan&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;Tidak ada satu catatan pun dalam sejarah yang memperlihatkan penduduk  atau orang-orang yang dipaksa masuk Islam dengan ancaman pedang. Ketika  Islam menyebar ke berbagai negara, muslim justru mempersilahkan  kalangan non muslim untuk mendirikan gereja dan synagogue&amp;nbsp; di wilayah  tempat muslim memerintah dan akibat dari perlakuan baik seperti itulah  justru mereka dengan kesadaran sendiri masuk Islam.&lt;br /&gt;Hal lainnya yang juga penting untuk disimak, yaitu ketika bangsa  Mongol menginvasi dan kemudian menjajah sebagian besar kekaisaran Islam,  pada akhirnya justru bangsa Mongol memutuskan untuk mengadopsi Islam  bahkan ada pula yang masuk Islam daripada memusnahkannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. WANITA TIDAK HAK DALAM ISLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/shirin-ebadi.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109332" height="300" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/shirin-ebadi-182x300.jpg" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wanita Muslim yang berkerudung dari kepala hingga ke ujung kaki,  dipersepsikan sebagai ketidakadilan bagi kaum wanita atau sebagai  penjara untuk beraktifitas di luar. Hal ini telah menjadi gambaran yang  telah melekat saat ditanya persepsi mereka tentang perlakuan Islam  terhadap kaum wanita. Dan ketika mendengar ada sebuah negara yang  mayoritas Muslim menerapkan peraturan keras yang mendiskriminasi wanita  itu bukanlah gambaran aktualisasi dari hukum Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Banyak dari negara-negara tersebut pada faktanya mempunyai kultur  budaya yang bertentangan dengan apa yang diajarkan Islam sebenarnya.  Perlu digarisbawahi, jauh sebelum kedatangan Islam, kaum wanita di Arab  diperlakukan secara tidak manusiawi tidak ubahnya dijadikan sebagai  pemuas syahwat belaka dan tidak punya kebebasan sama sekali. Bahkan  kelahiran bayi perempuan dalam sebuah keluarga dianggap sebagai sebuah  aib memalukan dan hal ini mendorong praktik pembunuhan bayi perempuan  yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;Ketika Islam mulai datang ke tanah Arab, sebuah ayat dalam Quran  mengutuk keras perbuatan membunuh bayi perempuan. Islam telah banyak  mengembalikan hak-hak asasi wanita kepada tempatnya yang benar dan  Muhammad bahkan dilaporkan pernah berkata bahwa “&lt;i&gt;Wanita adalah  bagian kembaran dari laki-laki&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;Seorang wanita Muslim punya hak untuk menolak dan menerima pinangan  dan punya hak untuk menuntut hak cerai. Tidak ada dalam Islam yang  melarang wanita untuk keluar dari rumah dan berkendara di luar. Demikian  juga dalam hal pendidikan, Islam telah mewajibkan wanita Muslim untuk  mencari ilmu pengetahuan dan bisa menjadi dosa apabila ia menolak seruan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. MUSLIM ITU KEJAM DAN BARBAR DALAM PERANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/christians-submit-to-saladin.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109334" height="270" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/christians-submit-to-saladin-300x270.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jelas yang terjadi justru kebalikannya, ketika muslim  diperintahkan untuk berperang, terdapat sepuluh peraturan yang harus  ditaati oleh setiap tentara muslim:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh berkhianat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh menyimpang dari jalan yang benar&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh memutilasi tubuh jenazah musuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh membunuh anak-anak&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh membunuh wanita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh membunuh laki-laki lanjut usia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh menebang dan membakar pepohonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh menghancurkan bangunan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh menghancurkan ladang pertanian musuh terkecuali bila  digunakan untuk makanan prajurit&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak boleh mengganggu orang-orang yang mengabdikan diri pada biara  atau kuil (biarawan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Selama Perang Salib, ketika Saladin mengalahkan pasukan Salib,  Saladin merawat prajurit Salib yang tertawan, menghormati mereka yang  kalah dan memberikan mereka suplai makanan, dan selama Perang Salib  Ketiga, ketika musuh nomor satu Saladin, yaitu King Richard jatuh sakit,  Saladin menghiburnya dengan menghadiahkan buah-buahan dan beberapa  kuda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. MUHAMMAD ADALAH PEDOFILIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/mohamad-seal.jpeg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109340" height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/mohamad-seal-300x200.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun dalam sejarah memang benar Muhammad menikahi seorang gadis  yang berumur 9 tahun, namun bukan berarti Muhammad harus dituduh sebagai  pelaku pedofilia.&lt;br /&gt;Secara sejarah, definisi umur seorang gadis yang layak untuk dinikahi  diukur dari kapan ia mencapai masa pubertas. Hal ini sebenarnya  termaktub pula sejak lama di dalam Injil, dan bahkan masih diakui dan  diterapkan hingga saat ini dalam mendeterminasi umur pernikahan yang  layak bagi seorang gadis&amp;nbsp; di mana pun di belahan dunia ini. Hal ini  sudha menjadi bagian dari sebuah norma dan bukanlah Islam yang pertama  kali mengaplikasikannya atau yang mulai menerapkannya, agama lainnya  sudah lebih dulu menerapkannya.&lt;br /&gt;Gadis yang Muhammad nikahi telah mencapai masa pubertas 3 tahun  sebelum peristiwa pernikahannya dengan Muhammad. Siapa saja yang telah  mencapai masa pubertas, wanita atau laki-laki, berarti ia telah masuk  secara sah dikenai peraturan-peraturan yang berlaku dalam hukum Islam.&lt;br /&gt;Pada titik ini, mereka sudah diperbolehkan untuk mengambil keputusan  mereka sendiri dan bertanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan yang  mereka lakukan. Disebutkan pula dalam Islam bahwa telah melanggar aturan  Islam atau tidak syah bila memaksakan seseorang untuk menikahi orang  yang tidak disukainya.&lt;br /&gt;Tidak ada indikasi bahwa masyarakat Muhammad di masa tersebut  melarang atau mengecam hak untuk menikahi gadis muda. Justru  kebalikannya, pernikahan Muhammad tersebut saat itu diterima dan  disambut baik oleh keluarga gadis tersebut dan komunitas masyarakat  sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. JIHAD = “BERPERANG ATAS NAMA TUHAN”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/bayi.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109343" height="296" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/bayi.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arti sebenarnya dari kata “Jihad” dalam bahasa Arab adalah “berjuang  keras” atau “perjuangan sungguh-sungguh”. Dalam Islam, kata jihad  digunakan untuk mendeskripsikannya sebagai pengabdian bersungguh-sungguh  menuju jalan Tuhan.&lt;br /&gt;Terdapat banyak bentuk aplikasi dari jihad, tetapi Islam menyebutkan  jihad terpenting adalah “Jihad al-Nafs” (jihad melawan hawa nafsu),  “jihad bil-lisan” (jihad untuk berani menyuarakan kebenaran), “jihad bil  yad” (jihad dengan aksi), dan “Jihad bis saif” (jihad dengan pedang).&lt;br /&gt;Setiap bentuk jihad punya kedudukan yang berbeda dan pernah  dilaporkan bahwa saat Muhammad kembali dari sebuah peperangan, ia  berkata “&lt;i&gt;Kita telah kembali dari jihad kecil (jihad perang fisik)  menuju jihad besar (perjuangan melawan hawa nafsu)&lt;/i&gt;” Hal ini  bermakna bahwa perjuangan seorang Muslim dalam melawan hawa nafsunya  sendiri adalah lebih penting ketimbang jihad pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;Kesalahan persepsi lainnya adalah dalam mengasumsikan hanya seseorang  yang mati dalam perang saja yang berhak disebut sebagai mati jihad.  Anggapan ini keliru, dalam kenyataannya, Islam memberikan referensi  bahwa siapapun yang menjalankan aktifitasnya untuk mengabdi kepada  Tuhan, kemudian ia mati, maka ia dinilai sebagai mati dalam jihad di  jalan Tuhan.&lt;br /&gt;Barang siapa yang mati saat menunaikan ibadah haji di Mekah, seorang  wanita yang mati saat melahirkan, atau saat seseorang yang mati dalam  tabrakan mobil saat hendak menuju Masjid, dianggap sebagai mati dalam  jihad di jalan Tuhan (&lt;i&gt;martyrs&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. ISLAM TIDAK TOLERAN DENGAN AGAMA LAIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/sat-b4-chsfr-synaxis-monastics.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109346" height="249" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/sat-b4-chsfr-synaxis-monastics-300x249.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Bunuh orang kafir (Kill the Infidel)&lt;/i&gt;” adalah sebuah  doktrinasi yang dipercaya oleh banyak orang sebagai ideologi Muslim yang  harus ditegakkan dalam menghadapi kalangan non Muslim. Ini sama sekali  bukanlah refleksi hukum Islam.&lt;br /&gt;Islam menghormati dan memberikan kebebasan dalam beragama kepada non  Islam. Quran menyatakan “&lt;i&gt;Allah tidak melarang kamu untuk berbuat  baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena  agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah  menyukai orang-orang yang berlaku adil&lt;/i&gt;” (Q.S. Al-Mumtahanah 60:8)&lt;br /&gt;Terdapat banyak catatan sejarah yang membuktikan toleransi Islam  terhadap agama lain. Salah satunya adalah ketika Kalifah Umar menjadi  penguasa Jerusalem dari 634-644 M. Umar menjamin kebebasan kepada semua  komunitas agama yang ada di kota itu dan seraya berkata menjamin  keamanan mereka dan menjamin tempat ibadah mereka tidak akan diambil  alih oleh pihak Muslim. Umar pun sempat mendirikan balai pengadilan yang  diperuntukkan khusus bagi kalangan non Muslim. Setiap kali Umar hendak  mengunjungi tempat suci agama, Umar selalu meminta Sophronius (gambar di  atas), yaitu seorang Christian Patriarch&amp;nbsp; Jerusalem untuk  mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. ANAK-ANAK TIDAK PUNYA HAK DALAM ISLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/100_5473.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109349" height="225" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/100_5473-300x225.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak, berdasarkan hukum Islam, punya beberapa hak bervariasi.  Salah satunya adalah hak dilindungi, diasuh dan mendapat pendidikan.  Islam sangat menganjurkan untuk mendidik anak-anak dengan baik karena  merupakan kewajiban orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka menjadi  orang yang bermorak dan beretika baik.&lt;br /&gt;Anak-anak pun harus diperlakukan secara adil. Ketika hendak  memberikan sebuah hadiah atau nafkah, nilainya harus sama rata tidak  boleh berbeda antara satu anak dengan anak lainnya dan tidak boleh  mengistimewakan salah satu daripada yang lainnya.&lt;br /&gt;Islam pun mengijinkan anak-anak untuk memperoleh sebagian warisan  atau kekayaan orang tuanya dalam rangka untuk menopang hidup mereka  sendiri bilamana orang tua mereka menolak untuk menafkahi biaya hidup  mereka.&lt;br /&gt;Islam pun melarang untuk memukul anak kecil khususnya didaerah  wajahnya dan melarang untuk memukul dengan benda yang lebih besar dari  sebuah pensil.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. MUSLIM MEMBENCI JESUS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/lastjudgment30d.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109352" height="172" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/lastjudgment30d-300x172.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa kesamaan referensi sejarah antara Islam dan  Kristiani. Banyak orang yang terkejut kagum saat baru mengetahui bahwa  sebenarnya dalam kepercayaan Islam, Jesus adalah salah satu dari Nabi  Terbesar Tuhan.&lt;br /&gt;Belumlah dikatakan menjadi Muslim bila belum mempercayai bahwa Jesus  dilahirkan dari seorang wanita yang masih perawan dan Jesus dianugerahi  dengan banyak mujizat dari Tuhan.&lt;br /&gt;Jesus disebutkan beberapa kali dalam beberapa ayat Quran dan Jesus  dijadikan sebagai contoh ahlak dan karakter yang baik.&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak bisa diterima oleh Islam adalah mengakui Jesus  sebagai Anak Tuhan atau sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;Gambar di atas adalah ilustrasi yang menggambarkan sosok Jesus di  Pengadilan Akhirat dalam kepercayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. MUSLIM ADALAH “ARAB”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/muslim-china1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-109353" height="212" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/muslim-china1-300x212.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambaran umum dari seorang muslim biasanya bersorban gelap ala Arab  dengan janggut yang panjang.&lt;br /&gt;Gambaran seperti ini sebenarnya gambaran dari bagian minoritas dari  total komunitas Muslim di dunia. Bangsa Arab hanya 15% dari total  populasi Muslim dunia. Faktanya, bangsa Timur Tengah berada di urutan  ketiga setelah bangsa Afrika sebesar 27% dari total populasi Muslim  dunia, sedangkan peringkat pertama diduduki oleh bangsa Asia Timur  sebesar 69%.&lt;br /&gt;Kesalahpahaman lainnya yang berkaitan adalah menganggap semua orang  Arab adalah Muslim.&lt;br /&gt;Sekalipun mayoritas orang Arab adalah Muslim (75%), masih terdapat  orang-orang Arab yang memeluk agama Kristiani dan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini merupakan kompilasi dari buku “&lt;a href="http://books.google.com/books?id=qwHYAAAAMAAJ&amp;amp;dq=Unveiling+Islam&amp;amp;cd=2" target="_blank"&gt;Unveiling  Islam&lt;/a&gt;” karya Roger Du Pasquier dan dapat  dilihat pula melalui  artikel “&lt;a href="http://listverse.com/2009/07/10/top-10-misconceptions-about-islam/" target="_blank"&gt;Top  10 Misconceptions About Islam&lt;/a&gt;” di  listverse.com&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7275457131420792539?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7275457131420792539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/persepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7275457131420792539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7275457131420792539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/persepsi.html' title='Persepsi'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6662839261414274814</id><published>2010-04-14T21:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T21:49:31.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Makanan yang bisa beracun</title><content type='html'>Inilah Makanan Beracun Yang Sering Kita Makan&lt;br /&gt;Kamis, 15 April 2010 11:18&lt;br /&gt;E-mail Cetak PDF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/photo/usU5wJXX/strawberry_peach_fr_200_200.html" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://dc247.4shared.com/img/265166204/bdac718/strawberry_peach_fr_200_200.jpg?rnd=0.008395956148866568" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroberi merupakan produk buah yang paling tinggi paparannya pada pestisida di Amerika. Secara umum, 300 pons pestisida disebarkan pada setiap acre (0,4 hektar) ladang stroberi. Para petani stroberi pada umumnya menggunakan 36 jenis pestisida berbeda dan 90 persen contoh stroberi yang dites menunjukkan kontaminasi pestisida di atas level aman. (foto: frenchcookingfordummies)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Stroberi merupakan produk buah yang paling tinggi paparannya pada pestisida di Amerika. Secara umum, 300 pons pestisida disebarkan pada setiap acre (0,4 hektar) ladang stroberi. Para petani stroberi pada umumnya menggunakan 36 jenis pestisida berbeda dan 90 persen contoh stroberi yang dites menunjukkan kontaminasi pestisida di atas level aman. (foto: frenchcookingfordummies)&lt;br /&gt;AMERIKA SERIKAT (SuaraMedia News) - Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pernah mengumumkan jenis-jenis makanan yang terkontaminasi berdasarkan hasil riset pada 2006. Pada bahan makanan ini ditemukan kadar pestisida dan bahan kimia yang tinggi berdasarkan uji sampel 100.000 jenis makanan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 12 jenis makanan yang terkontaminasi tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daging sapi, daging babi, dan unggas&lt;br /&gt;Badan pelestarian lingkungan Amerika (EPA) melaporkan daging terkontaminasi oleh pestisida dalam kadar tinggi dibanding produk nabati. Pestisida dan bahan kimia tersebut bersifat larut di lemak dan berakumulasi di jaringan lemak hewan ternak. Makanan ternak yang mengandung komponen produk hewan yang terakumulasi akan dengan mudah masuk ke tubuh manusia yang mengonsumsi daging hewan ternak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, antibiotik, obat-obatan, dan hormon yang sering dipakai dalam peternakan hewan juga bisa terakumulasi dalam daging yang sering dikonsumsi manusia. Sementara itu, produk ikan air tawar juga dilaporkan terpapar oleh pestisida dari air yang terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Susu, keju, dan mentega&lt;br /&gt;Seperti halnya pada produk daging, produk-produk susu dan turunannya, seperti keju dan mentega, juga mengandung akumulasi pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Stroberi dan rasberi&lt;br /&gt;Stroberi, rasberi, dan chery merupakan produk buah yang paling tinggi paparannya pada pestisida di Amerika. Secara umum, 300 pons pestisida disebarkan pada setiap acre (0,4 hektar) ladang stroberi. Para petani stroberi pada umumnya menggunakan 36 jenis pestisida berbeda dan 90 persen contoh stroberi yang dites menunjukkan kontaminasi pestisida di atas level aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apel dan pir&lt;br /&gt;Tahukah anda kalau biji apel, ternyata mengandung sianida? Woooww, jangan kaget. Karena kita tahu kalau sianida sangat mematikan. Hanya saja sianida dalam biji apel dalam kadar yang sangat rendah. Tapi betapapun rendahnya, tetap saja yang namanya sianida, berbahaya! Kita kadang memakannya secara tak sengaja. Namun jangan khawatir, anda tidak akan mati jika hanya mengkonsumsi biji dari sebuah apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengujian yang dilakukan FDA terdeteksi 36 bahan kimia, setengahnya bersifat neurotoksin (bisa menyebabkan kerusakan otak). Sementara itu, buah pir juga memiliki kadar pestisida mendekati apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tomat&lt;br /&gt;Keberadaan tomat sempat menjadi kebingungan tersendiri, termasuk dalam jenis apakah, sayur atau buah-buahan. Kebingungan itu ternyata juga tak lepas dari pengenaan pajak pada sayur-sayuran, sementara buah-buahan tidak kena pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kepastian di dapat. Lewat Keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1893. diputuskan, menggolongkan tomat dalam jenis sayur-sayuran, bukan buah. Alasan keputusan itu adalah pengenaan pajak terhadap sayur-sayuran, sementara buah tidak kena pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik tentang tomat, yang mungkin anda jarang dengar adalah tomat ternyata mengandung racun. Ternyata, tanaman tomat mengandung bahan kimia yang disebut "Glycoalkaloid" yang menyebabkan kegugupan ekstrem serta perut mules. Tomat memang dapat digunakan untuk penyedap rasa pada masakan. Namun sebaiknya, dibuang setelah dimasak, agar racun ikut meresap pada makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani di Amerika pada umumnya menggunakan lebih dari 30 jenis pestisida yang disemprotkan pada tanaman tomat. Kabar buruknya, kulit tomat yang tipis tidak bisa mencegah masuknya bahan-bahan kimia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kentang&lt;br /&gt;Mulai dikenal di Eropa pada abad ke 16. Biasa dipakai dalam menu diet sebagai pengganti nasi. Tapi tahukah anda kalau kentang ternyata mengandung racun, baik dalam dagingnya maupun pada daun. Jika anda mengupas kentang, kemudian melihat semacam garis tipis berwarna hijau itu menandakan adanya konsentrasi racun glycoalkaloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kentang beracun tergolong langka, atau jarang ditemukan. Kentang beracun bisa menyebabkan kematian. Biasanya awalnya akan terasa lemas serta linglung, setelah sakit beberapa waktu, korban akan koma. Kasus kematian akibat kentang beracun ini marak 50 tahun lalu di Amerika Serikat. Korban mati setelah mengkonsumsi kentang hijau, atau minum teh dari daun kentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentang merupakan jenis sayuran yang cukup populer, namun 79 persen jenis kentang yang diuji juga menunjukkan tingginya kadar pestisida di atas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bayam dan sayuran lain&lt;br /&gt;FDA menemukan bayam sebagai jenis sayuran yang paling terkontaminasi pestisida dalam kadar berbahaya. Dalam masa tanamnya, para petani menggunakan 36 jenis bahan kimia untuk membuat bayam terhindar dari serangan hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kopi&lt;br /&gt;Kebanyakan kopi dihasilkan di negara-negara yang tidak punya standar ketat dalam penggunaan pestisida pada bahan makanan. Di samping itu, Amerika Serikat juga mengekspor jutaan ton pestisida, yang sebagian di antaranya berbahaya dan ilegal dipakai di pertanian Amerika ke negara-negara penghasil kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Buah peach&lt;br /&gt;Buah yang berair dan rasanya lezat ini juga tak luput dari akumulasi pestisida. Seperti halnya buah tomat, kulit buah peach yang tipis juga tak bisa menahan masuknya pestisida ke dalam buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Anggur&lt;br /&gt;Karena buah anggur bersifat lembut, para petani menyemprotkan berbagai jenis pestisida yang berbeda pada tiap tahap pertumbuhan anggur. Pada pertanian anggur konvensional digunakan 35 jenis pestisida berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seledri&lt;br /&gt;Seledri yang ditanam secara konvensional mengandung kadar pestisida yang cukup tinggi. Lebih dari 90 persen jenis seledri yang diuji menunjukkan kadar pestisida yang cukup tinggi. Karena tidak memiliki kulit buah, pestisida yang menempel di seledri tak bisa dihilangkan hanya dengan mencucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Lada&lt;br /&gt;Tanaman lada termasuk jenis tanaman yang sering disemprot pestisida dengan standar 39 jenis pestisida. Lebih dari 60 persen lada yang diuji menunjukkan kadar kontaminasi pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu bahayanya pestisida pada buah dan sayur, kita dituntut untuk dapat membedakan mana makanan yang aman untuk dikonsumsi. Apa saja sih perbedaannya dengan produk pertanian biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian Konvensional&lt;br /&gt;- Mempercepat pertumbuhan tanaman memakai pupuk yang terbuat dari zat yang diproduksi melalui proses kimia.&lt;br /&gt;- Menggunakan insektisida sintetis untuk mengusir hama dan penyakit.&lt;br /&gt;- Memakai herbisida untuk mengatasi rumput liar.&lt;br /&gt;- Boleh memberi ternak zat antibiotika, hormon pertumbuhan, dan obat-obatan pencegah penyakit dan pemacu pertumbuhan.&lt;br /&gt;- Seperti pertanian organik, juga memberi ternak diet seimbang dan kandang yang bersih untuk meminimalkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian Organik&lt;br /&gt;- Menggunakan pupuk alami seperti kompos untuk memberi makan tanah dan tanaman&lt;br /&gt;- Menggunakan serangga dan burung yang menguntungkan atau memasang perangkap untuk mengurangi hama dan penyakit. Jika hama sulit dikontrol, baru digunakan pestisida dari bahan alami&lt;br /&gt;- Mencabuti rumput liar dengan tangan&lt;br /&gt;- Memberi ternak makanan yang ditumbuhkan secara organik, juga suplemen vitamin dan mineral. Membolehkan ternak jalan-jalan ke luar. Memberi pencegahan seperti diet seimbang, kandang bersih. Ternak organik juga divaksinasi untuk mencegah penyakit menular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips memanfaatkan hasil pertanian konvensional dan organik:&lt;br /&gt;1.    Beli buah dan sayur saat musimnya tiba, sehingga Anda dapat memperoleh gizinya secara maksimal. Belilah produk yang baru datang untuk menjamin kesegarannya. Tanyakan kapan produk itu tiba di toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Baca labelnya secara teliti. Hanya karena sebuah produk mengklaim dirinya organik, bukan berarti kandungannya sehat. Beberapa produk organik masih mengandung kadar gula, garam, lemak, atau kalori yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Cuci semua sayur dan buah segar di bawah air mengalir untuk mengurangi kotoran dan bakteri. Jika mungkin, gosok dengan sikat lembut. Sebelum makan apel atau ketimun misalnya, gosok dengan sikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kupas kulit buah dan sayur jika Anda khawatir masih ada kandungan pestisida. Pangkas daun bagian luar sayuran lalu cuci bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Residu pestisida juga terkumpul di lemak. Karena itu, hilangkan lemak dari daging atau kulit dari daging ayam dan ikan untuk mencegah penumpukan pestisida di dalam tubuh kita.  (fn/km/mb) www.suaramedia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6662839261414274814?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6662839261414274814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/makanan-yang-bisa-beracun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6662839261414274814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6662839261414274814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/makanan-yang-bisa-beracun.html' title='Makanan yang bisa beracun'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5904598258512194361</id><published>2010-04-14T21:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T21:55:57.475-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionis Teroris Sejati'/><title type='text'>Obama Yahudi</title><content type='html'>Inilah Bukti Seorang Yahudi Barrack Obama&lt;br /&gt;Selasa, 10 Februari 2009 08:57&lt;br /&gt;E-mail Cetak PDF&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/photo/yBHzqGza/yahudi_200_200.html" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://dc247.4shared.com/img/265164096/9d9b0198/yahudi_200_200.jpg?rnd=0.880311483294305" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun diantaramu yang beriman sampai dia mendoakan saudaranya seperti ia mendoakan dirinya sendiri. Salah satu hadist Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhari itu dikutip Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Jr. saat memberikan sambutan pada National Prayer Breakfast di Hotel Hilton, Washington DC, Kamis pagi (5/2) atau Rabu dinihari WIB (6/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada seorang pun diantaramu yang beriman sampai dia mendoakan saudaranya seperti ia mendoakan dirinya sendiri. Salah satu hadist Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhari itu dikutip Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Jr. saat memberikan sambutan pada National Prayer Breakfast di Hotel Hilton, Washington DC, Kamis pagi (5/2) atau Rabu dinihari WIB (6/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMERIKA (SuaraMedia) Semua agama, sebut Obama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha, Konghucu, maupun penganut ajaran kemanusian memiliki hukum emas (Golden Rule) yang sama, yakni mengajak para pemeluknya untuk mencintai dan menghargai sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kita pilih sebagai keyakinan kita, marilah kira mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya, ujar Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Obama memakai Yarmulke, topi orang Yahudi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Barrack, nama pertama Obama, adalah nama Yahudi yang berasal dari ayat "baruch". Kebanyakan ahli ibadat Yahudi menggunakan nama "baruch"sebagai nama pertama mereka. Bekas perdana menteri Israel Ehud Barak juga mengambil nama pertamanya "baruch". Nama kedua Obama juga hampir sama dengan "Ahabah". Bent Ahabah adalah nama untuk sinagog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika berusia 10 tahun, Obama pernah ke sekolah sosialis Yahudi atau disebut "kibbutz".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Obama didampingi oleh seorang Master Jew)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Obama mendapat sejumlah 77% suara dari Yahudi ketika pemilihan umum AS kemarin . Tahun 2004, John Kerry hanya mendapat 74% suara dari pemilih Yahudi. Pada tahun 2000, Al Gore paling banyak mendapat suara Yahudi yaitu sejumlah 79%. Obama mendapat banyak suara Yahudi di Connecticut dan Massachusetts . Di Connecticut, 61% Yahudi menyokong Obama. Yahudi mulai suka pada Obama kerana banyak kenyataan Obama secara terbuka menyokong rejim Israel .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketika Obama terpilih menjadi Presiden AS, hampir semua orang di dunia bergembira karena ia diyakini akan membawa banyak perdamaian untuk dunia internasional. Tapi banyak pula yang tidak sadar jika selama ini rekor peperangan yang dibuat oleh Demokrat jauh lebih banyak dari Republikan, dan Obama adalah seorang Demokrat tulen. Banyak yang percaya Obama tidak jauh berbeda dengan Bush. Malah banyak yang menyebut Obama sebagai "Bush Kulit Hitam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rangkaian terkahir Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew. Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan pesan  rahasia sesama orang Yahudi saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Obama mengangkat Rahm Emanuel (seorang Yahudi, anak seorang Israel ) menjadi White House Chief Of Staff. Mentor Obama sendiri yaitu Abner Mikva menyatakan "Obama will be the first Jewish President Of USA " dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008 . (berbagaisumber)www.suaramedia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5904598258512194361?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5904598258512194361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obama-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5904598258512194361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5904598258512194361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obama-yahudi.html' title='Obama Yahudi'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3700127054134735292</id><published>2010-04-11T22:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T21:57:42.330-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Sunnah'/><title type='text'>Qunut Subuh ?</title><content type='html'>Menulusuri jejak Sunnah - Firqotun Najiyah&lt;br /&gt;Kedudukan Qunut Subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Qunut Subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amalan yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang mengaku bermadzhab Syafi'i (termasuk sebagian besar muslimin di Indonesia) adalah qunut subuh. Diantara dalil-dalil yang digunakan adalah apa yang tercantum dalam kitab Al Adzkar An Nawawi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Imam An Nawawi berkata, Ketahuilah bahwa qunut shalat subuh adalah sunnah, karena ada hadits shahih di dalamnya, dari Anas radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan qunut di dalam (shalat) subuh hingga beliau meninggal dunia. (Hadits ini) diriwayatkan oleh al Hakim Abu Abdillah dalam kitab al Arba'in dan dia berkata shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau (Imam Nawawi) menyebutkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah dan Baihaqi tentang do'a qunut dalam witir -Allahummah dinii fii man hadait ...- beliau berkata, Dan dalam riwayat yang disebutkan al Baihaqi bahwa Muhammad bin al Hanafiyah yaitu Ibnu Ali bin Abi Thalib berkata, Sesungguhnya do'a ini (yaitu doa qunut witir) adalah do'a yang dibaca ayahku (Ali bin Abi Thalib) dalam shalat fajar di saat qunut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Imam Nawawi berkata, Telah berkata sahabat-sahabat kami, qunut dengan doa yang datang dari Umar bin Khaththab, maka itu baik juga, karena beliau (Umar) telah qunut di dalam shalat subuh setelah ruku' lalu berdoa -Allahumma inna nasta'inuka ...-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan suatu amalan itu bernilai wajib, sunnah atau bahkan bid'ah perlu diteliti dalil dan hujjah yang mendukungnya, shahih atau tidak, sebab tidak boleh berhujjah kecuali dengan riwayat yang shahih. Oleh karena perlu dibahas satu persatu dalil dan hujjah yang berkenaan dengan qunut subuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits Pertama: Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam terus menerus melakukan qunut di dalam shalat subuh sampai meninggalkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Abdurrazaq di dalam Al Mushannaf (3/110/4964), Ibnu Abi Syaibah (2/312), Ath Thahawi di dalam Syarhul Ma'ani (1/143), Ad Daruquthni (hal 178), Al Hakim dalam Al Arba'in, Al baihaqi dari jalan Al Hakim (2/201), Al Baghawi di dalam Syarhus Sunnah (3/123/739), Ibnul Jauzi di dalam Al Wahiyah (1/444-445) dan Ahmad (3/162) dari jalan Abu Ja'far Ar Razi dari Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Baghawi menyatakan bahwa Al Hakim berkata, Isnadnya hasan. Al Baihaqi menyatakan bahwa Al Hakim berkata, Isnadnya shahih dan para perawinya terpercaya... dan dia meyetujuinya. An Nawawi menyatakan bahwa Al Hakim berkata, Hadits shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hadits ini tidak shahih karena perawi yang bernama Abu Ja'far Ar Razi dilemahkan oleh para ulama. Ibnu At Turkumani berkata dalam membantah Al Baihaqi, Bagaimana bisa sanandnya shahih padahal perawi dari Rabi' yang bernama Abu Ja'far Isa bin Mahan Ar Razi adalah seorang yang diperbincangkan. Ibnu Hambal dan An Nasa-i mengatakan bahwa dia (Abu Ja'far) tidak kuat, sedangkan Abu Zur'ah berkata bahwa dia (Abu Ja'far) sering keliru dan Al Fallas berkata bahwa hafalannya (Abu Ja'far) buruk, bahkan Ibnu Hibban berkata bahwa dia (Abu Ja'far) menceritakan riwayat-riwayat yang mungkar dari orang-orang yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata dalam Zadul Ma'ad (1/99), Adapun Abu Ja'far, dia telah dilemahkan oleh Ahmad dan lainnya. Ibnul Madini berkata bahwa dia (Abu Ja'far) sering kacau. Abu Zur'ah berkata bahwa dia (Abu Ja'far) sering keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar berkata di dalam At Taqrib, Dia seorang yang jujur, tetapi hafalannya buruk, khususnya (riwayat) dari Mughirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az Zaila-i berkata dalam Nashbur Rayah (2/132) setelah meriwayatkan hadits tersebut, Hadits ini telah dilemahkan oleh Ibnul Jauzi di dalam At Tahqiq dan di dalam Al Mutanahiyah, dan beliau berkata bahwa hadits ini tidak shahih karena Abu Ja'far yang namanya Isa bin Mahan telah dikatakan oleh Ibnul Madini bahwa dia sering kacau (hafalannya)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hadits tersebut Mungkar karena bertentangan dengan dua hadits yang shahih yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasanya tidak melakukan qunut kecuali apabila mendo'akan kebaikan bagi suatu kaum atau mendo'akan kecelakaan atas satu kaum. Diriwayatkan oleh Al Khathib di dalam kitabnya dari jalan Muhammad bin Abdullah Al Anshari (yang berkata): Sa'id bin Abi 'Arubah telah menceritakan kepada kami dari Qatadah dari Anas bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasanya tidak melakukan qunut di dalam shalat subuh kecuali apabila mendo'akan kebaikan bagi suatu kaum atau mendo'akan kecelakaan atas satu kaum. Az Zaila-i (2/130) mengatakan: Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ibrahim bin Sa'd dari Sa'id dan Abu Salamah dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab At Tanqih berkata, Dan sanad kedua hadits ini shahih, dan keduanya merupakan nash bahwa qunut (adalah) khusus pada nazilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar berkata di dalam Ad Dirayah (hal 117) setelah membawakan dua hadits itu, Isnad kedua hadits ini shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits Kedua: Bahwa Muhammad bin al Hanafiyah yaitu Ibnu Ali bin Abi Thalib berkata, Sesungguhnya do'a ini adalah do'a yang dibaca ayahku (Ali bin Abi Thalib) dalam shalat fajar di saat qunut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat di atas dari Al Baihaqi adalah tidak shahih. Ada riwayat lain yang menyatakan bahwa doa tersebut adalah doa dalam qunut subuh, Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan qunut di dalam shalat subuh dan witir malam dengan kalimat-kalimat ini. Hadits ini diriwayatkan oleh Al Fakihi dan Al Baihaqi dari jalan Abdul Majid, yaitu Ibnu Abdul Aziz bin Abi Rawad dari Ibnu Juraij yang mengatakan, Abdurrahman bin Hurmuz telah menceritakan hadits ini kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas juga tidak shahih karena Abdul Majid ini lemah dari sisi hafalannya, sedangkan Ibnu Hurmuz dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar bahwa: Keadaanya perlu untuk dibuka (diteliti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Albani mengatakan, Di dalam jalan menuju Buraid dari yang kedua, yang didalamnya disebutkan qunut shalat subuh, ada perawi yang bernama Ibnu Hurmuz yang telah engkau ketahui keadaanya. Padahal pada jalan lain yang shahih tidak disebutkan. Berdasarkan hal ini maka -menurutku- qunut di dalam shalat subuh dengan menggunakan do'a ini tidak sah. (Irwaul Ghalil II/172-175, hadits no. 429).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun doa qunut witir tersebut (yakni -Allahummah dinii fii man hadait ...-) diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Nashr, Ibnul Jarud dan Ath Thabarani di dalam Al Mu'jamul Kabir dari Yunus bin Abi Ishaq dari Buraid bin Abi maryam As Saluli dari Abil Haura' dari Al Hasan bin Ali yang berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajariku beberapa kalimat yang aku ucapkan di dalam qunut witir. dan Isnadnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perkataan Imam Nawawi yang menyatakan bahwa doa Umar tersebut beliau ucapkan di saat qunut subuh itu memang benar. Akan tetapi sebenarnya doa tersebut adalah untuk qunut nazilah sebagaimana diketahui dari doa beliau yang memohon kecelakaan atas orang-orang kafir. Imam Nawawi berkata, Ketahuilah bahwa yang diriwayatkan dari Umar, Siksalah orang-orang kafir Ahli Kitab, karena peperangan para sahabat pada waktu itu melawan Ahli Kitab. Adapun sekarang yang dipilih hendaklah mengatakan, Siksalah orang-orang kafir, karena hal itu lebih umum. Dari sini jelaslah bahwa do'a Umar tersebut adalah doa qunut nazilah yang tidak menafikan hal itu dilakukan di saat shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ulama yang berpendapat tidak disyari'atkannya qunut subuh terus menerus (sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan orang), di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abu Malik Al Asyja'i, beliau berkata: Aku bertanya kepada bapakku, Wahai bapakku, sesungguhnya engkau telah shalat dibelakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali di sana, di Kuffah sekitar lima tahun. Apakah mereka semua melakukan qunut fajar? Bapakku menjawab, Hai anakku, itu perkara baru. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah, Thahawi, Ibnu Abi Syaibah, Thayalisi dan Al Baihaqi dari beberapa jalan dari Abu Malik).&lt;br /&gt;2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Oleh karena inilah tatkala Ibnu Umar ditanya tentang qunut (subuh) terus menerus, beliau menjawab, Kami tidak pernah mendengar dan tidak pernah melihat. (Majmu' Fatawa XXIII/101).&lt;br /&gt;3. Ishaq Al Harbi berkata: Saya mendengar Abu Tsaur bertanya kepada Abu Abdillah Ahmad bin Hambal, Bagaimana pendapat anda tentang qunut di waktu subuh? Abu Abdillah menjawab, Qunut itu hanyalah di waktu nawazil. (Ash Shalat wa Hukmu Tarikiha: 216 dinukil dari Al Qaulul Mubin:131). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan di dalam biografi Abul Hasan Al Karji Asy Syafi'i yang wafat pada tahun 532 H bahwa beliau tidak melakukan qunut di dalam shalat subuh (padahal beliau bermadzhab Syafi'i). Dan beliau menyatakan, Di dalam bab itu tidak ada satu haditspun yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Al Albani berkata, Hal ini di antara yang menunjukkan ilmu dan keadilan beliau (Abul Hasan Al Karji Asy Syafi'i). Dan bahwa beliau termasuk orang-orang yang diselamatkan oleh Allah dari cacat-cacat ta'ashub madzhab. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk mereka dengan karunia-Nya dan kemurahan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari tulisan Abu Ismail Muslim Al Atsari pada Majalah As Sunnah Edisi 11/Th IV/1421 - 2000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3700127054134735292?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3700127054134735292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/qunut-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3700127054134735292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3700127054134735292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/qunut-subuh.html' title='Qunut Subuh ?'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3006865889293883112</id><published>2010-04-06T21:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T21:22:25.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>PERNAKAH ANDA BERJALAN DI ATAS  DURI</title><content type='html'>Oleh Abdullah (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas adalah jawaban yang diberikan oleh Ka’ab Al-Ahbar kepada Umar Bin Khotob ketika beliau bertanya tentang makna takwa kepada Ka’ab. Kemudian Ka’ab berkata, “apa yang anda lakukan?” Umar pun menjawab, “Aku berhati-hati dan berusaha agar tidak tertusuk”. “itulah takwa!” jawab Ka’ab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Karena itu Ibnul Mu’taz berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkanlah segala dosa, meski yang kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maupun yang besar, karena itulah hakikat ketakwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlakulah seperti pejalan kaki di atas jalan berduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghindari setiap duri yang dilihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil, sebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya gunung yang besar juga terangkai dari batu-batu kerikil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang muslim dituntut untuk memohon kepada Allah Ta’ala agar dianugerahi ketakwaan. Sesungguhnya do’a seperti ini menjadi bagian do’a Nabi, padahal beliau adalah manusia yang paling takut dan bertakwa kepada Allah. Beliau berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya akau memohon hidayah, ketakwaan, kesucian dan sifat cukup kepada-Mu” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakwaan merupakan pakaian terbaik yang telah Allah perintahkan kepada kita untuk kita kenakan, serta bekal terbaik yang Dia perintahkan untuk kita jadikan bekal, selain takwa tidak ada yang pantas untuk dijadikan bekal dalam pengembaraan kita menuju negeri akherat yang penuh dengan kenikmatan. Kenikmatan abadi yang tidak pernah terputus, kekal abadi selama-lamanya. Dan dunia pastilah berkesudahan. Ketakwaan juga merupakan hak Allah Ta’ala atas segenap hamba-Nya. Yaitu, agar mereka bertakwa kepada-Nya denga sebenar-benar takwa. Dan ketakwaan merupakan wasiat-Nya bagi generasi awal hingga akhir. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian dan juga kepada kalian agar bertakwalah kepada Allah” (Annisa:131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar takwa merupakan wasiat Allah kepada semua makhluk-Nya dan juga wasiat Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Adalah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mengutus seorang pemimpin dalam peperangan, beliau mewasiatkan kepadanya agar bertakwa kepada Allah bersama kaum muslimin (HR. Muslim 1731)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam khutbah pada haji wada’, beliau mewasiatkan kepada manusia agar bertakwa kepada Allah Ta’ala dan patuh serta taat kepada pemimipin kaum muslimin (HR. Muslim 1297, 1838)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafusholih juga senantiasa saling mewasiatkan kepada ketakwaan. Adalah Abu Bakar Shidiq radiyallahu’anhu berkata di dalam khutbahnya berkata, “ ‘amma ba’du, aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Ta’ala, senantiasa memuji kepada-Nya karena Dialah yang berhak dipuji, gabungkanlah rasa harap dan takut, dan memohonlah kepada Allah dengan dengan sebenar-benarnya, karena Allah Subhanahu Wata’ala memuji Zakaria dan ahli baitnya. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh mereka selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan, dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu’ kepada Kami” (Al-Anbiya : 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berkata kepada Yunus bin ‘ubaid, ‘berilah aku wasiat!’, maka beliau berkata kepadanya, ‘aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang bertakwa dan yang berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikatakan kepada seorang tabi’in menjelang wafatnya, ‘berilah kami wasiat’, kemudian beliau berkata, “Aku wasiatkan kalian dengan penutup surat an-nahl : ‘Sesungguhnya Allah bersama orang-orang bertakwa dan yang berbuat kebaikan’ (An-Nahl ;128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertakwalah Wahai Hamba Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa takwa berarti menjaga diri atau berhati-hati. Adapun menurut istilah syar’I, para ulama telah memberikan beragam definisi tentang takwa. Secara umum, semuanya berkisar pada satu makna, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi segala hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalq bin Habib berkata, “Takwa artinya Anda melaksanakan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya (ilmu dan iman) dari Allah karena mengharap pahala dari-Nya, dan engkau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya berdasarkan cahaya dari-Nya, karena takut terhadap siksa-Nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Tholib berkata, “Takwa adalah takut kepada Allah Ta’ala Yang Maha Perkasa, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, merasa cukup dengan yang sedikit dan mengambil bekal untuk perjalanan menuju akherat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Ketakwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)        Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)        Ittiba’ (Mengikuti Petunjuk Rosul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qobil) menurut apa yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil), dan tidak deterima dari yang lain (Qobil). Ia (Qobil) berkata, ‘Aku pasti membunuhmu!’ berkata Habil, ‘sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa’.”(Al-Maidah : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berbeda pendapat tentang firman Allah : “Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang bertakwa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-golongan khowarij dan mu’tazilah berpendapat bahwa kebaikan tidak akan diterima kecuali dari orang yang bertakwa secara mutlak, yaitu orang yang tidak melakukan dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-golongan murji’ah berpendapat bahwa kebaikan hanya diterima dari orang yang menjaga dirinya dari kesyirikan. Mereka berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa besar termasuk kategori orang-orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-sedangkan menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah, kebaikan diterima dari orang yang bertakwa di dalam amal tersebut, yaitu  sebuah amal yang tulus karena Allah Ta’ala dan sesuai dengan perintah-Nya (mencontoh Rosul). Maka siapa saja yang bertakwa di dalam amalnya, amal tesebut akan diterima walaupun dia melakukan kemaksiatan dalam hal lainnya. Dan siapa yang tidak bertakwa dalam amal tersebut, maka amal tersebut tidak akan diterma, walaupun dia taat dalam hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata tentang firman Allah Ta’ala, “Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya”. Bahwa amal yang terbaik adalah amal yang paling ikhlas dan benar. Kemudian orang-orang bertanya kepada beliau, “wahai Abu Ali, apa yang dimaksud dengan amal yang paling ikhlas dan benar?”. Beliau menjawab, “Sesungguhnya sebuah amal jika ikhlas tetapi tidak benar, maka amal tersebut tidak akan diterima, dan jika amal tersebut benar tetapi tidak ikhlas, maka tidak akan diterima pula. Amal tersebut akan diterima jika benar dan ikhlas. Ikhlas artinya hanya untuk Allah Ta’ala, sedangkan benar artinya sesuai dengan sunnah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita semua diperintahkan agar hanya takut kepada Allah Ta’ala, bertawakal hanya kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, memohon pertolongan hanya kepada-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya, kita juga diperintahkan agar mengikuti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaatinya dan menjadikannya suri tauladan. Yang halal adalah sesuatu yang dihalalkan olehnya, yang haram adalah sesutau yang diharamkan olehnya dan ajaran agama adalah segala Sesuatu yang ditetapkannya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sekiranya mereka mau puas dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rosul-Nya, dan berkata, “cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rosul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah” (At-Taubah : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala menjadikan sumber hukum hanya milikNya dan RosulNya, sesuai dengan firmanNya, “Apa  yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat keras siksaNya” (Al-Hasyr : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)        Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab rahimahulloh mengatakan, “Pokok ilmu adalah pengetahuan terhadap Allah Ta’ala yang mendatangkan rasa takut dan cinta kepada-Nya, serta selalu mendekat dan rindu kepada-Nya. Selanjutnya adalah pengetahuan tentang hukum-hukum Allah Ta’ala dan segala apa yang dicintai dan diridhoi Allah Ta’ala dari hamba-Nya berupa perkataan, perbuatan, keadaan maupun keyakinan. Siapa saja yang terwujud dua ilmu ini pada dirinya maka ilmunya adalah ilmu yang bermanfaat. Ia memperoleh ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyu’, jiwa yang merasa puas dan do’a yang didengar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda radiyallahu’anhu  berkata, “Kamu selamanya tidak akan menjadi orang yang bertakwa sampai kamu berilmu, dan ilmu tersebut tidak akan menjadikanmu baik  sampai kamu mengamalkannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah seorang yang bertakwa tapi tidak memiliki ilmu?! Dari mana seseorang mengetahui perintah dan larangan Allah Ta’ala kalau dia tidak menuntut ilmu?! Sebuah kemustahilan seseorang bisa mewujudkan penghambaan dirinya kepada Allah Ta’ala secara sempurna jika dia tidak memiliki ilmu tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bagi kita ilmu merupakan syarat mutlak menggapai ketakwaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keutamaan takwa di dalam Al-Qur’an, diantarnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Amal yang bisa mengangkat derajat seseorang di dalam surga (Az-Zumar : 20)&lt;br /&gt;* Allah Ta’ala bersama orang-orang yang bertakwa (An-Nahl : 128)&lt;br /&gt;* Takwa adalah sebaik-baik bekal seorang hamba di dunia dan di akherat (Al-Baqoroh : 197)&lt;br /&gt;* Dimudahkan urusan di dunia dan di akherat, serta dimudahkan rizkinya (Ath-Tholaq : 4)&lt;br /&gt;* Takwa sebagai sebab seorang hamba dicintai Allah Ta’ala (Al-Imron : 76)&lt;br /&gt;* Surga diwariskan bagi orang-orang yang bertakwa (Maryam : 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Orang Yang Bertakwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala  berfirman, “Dan bersgeralah kamu mencari pengampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Rabb mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal” (Ali’Imron : 133-136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://kajiansaid.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3006865889293883112?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3006865889293883112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/pernakah-anda-berjalan-di-atas-duri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3006865889293883112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3006865889293883112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/pernakah-anda-berjalan-di-atas-duri.html' title='PERNAKAH ANDA BERJALAN DI ATAS  DURI'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3914695842956045086</id><published>2010-04-06T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T21:23:50.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Mutiara'/><title type='text'>ILMU</title><content type='html'>Mutiara Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? (Az-Zumar:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Al-Mujadilah:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali ‘Imran:18 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan pula oleh Imam-imam ahli hadits yang lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu ‘anhum]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.(HR. Tirmidzi, hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia adalam (masalah) dien (agama). (HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 87-at-Ta’liiqaatul Hisaan), Ibnu Majah (no. 227), Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Abi Syaibah (no. 33061), dan al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1631), al-Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 38), Abu Dawud (no. 2880), an-Nasa-i (VI/251), at-Tirmidzi (no. 1376), Ahmad (II/372), al-Baihaqi (VI/ 278), lafazh ini milik at-Tirmidzi. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1580).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Ilmu lebih utama dibanding ahli ibadah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (ahli ibadah), lalu ia mendatangi rahib tersebut dan berkata, ‘Jika ada orang yang membunuh 99 jiwa, apa taubatnya bisa diterima?’ Rahib pun menjawab, ‘Tidak.’ Lalu orang tersebut membunuh rahib itu sehingga genap sudah dia membunuh 100 nyawa. Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang yang ‘alim, lalu dia berkata, ‘Jika ada orang telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada pintu taubat untuknya?’ Orang alim itu pun menjawab, ‘Ya Siapakah yang menghalangi nya untuk bertaubat? Pergilah ke daerah ini karena di sana terdapat sekelompok orang yang menyembah Alloh Ta’ala, maka sembahlah Alloh bersama mereka dan janganlah kembali ke daerahmu yang dulu karena daerah tersebut adalah daerah yang jelek.’ Laki-laki ini lantas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Maka terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat rahmat berkata, ‘Orang ini pergi untuk bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Alloh’. Sedangkan malaikat azab berkata, ‘Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun’. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai juru damai. Malaikat ini berkata, ‘Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju,pen.), daerah yang jaraknya lebih dekat, maka daerah tersebut yang berhak atas orang ini.’ Mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan teryata orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju, Oleh karena itu ruhnya dibawa oleh malaikat rahmat.” (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Para Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad –rahimahullah- pernah mengungkapkan:&lt;br /&gt;“Manusia amat membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka kepada makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dalam sehari satu atau dua kali, sedang ilmu dibutuhkan setiap saat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari –rahimahullah- dalam kitab shahihnya menulis: “Bab Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan.” Dalilnya adalah firman Allah (yang artinya):&lt;br /&gt;“Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan mohonlah ampun atas dosamu.” (Muhammad:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah- menjelaskan bahwa: “Imam Bukhari berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan wajibnya mempunyai ilmu sebelum ucapan dan perbuatan. Ini dalil yang tepat menunjukkan bahwa manusia hendaknya mengetahui terlebih dahulu, baru kemudian mengamalkannya. Ada juga dalil aqli yang menunjukkan hal serupa, yaitu bahwasanya amal dan ucapan tidak akan benar dan diterima sehingga sesuai dengan syariat. Seseorang tidak akan tahu apakah amalnya sesuai dengan syariat atau tidak kecuali dengan ilmu. Tetapi ada beberapa hal yang manusia bisa mengetahuinya secara fithrah, seperti pengetahuan bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan, sebab yang demikian ini sudah menjadi fithrah manusia, karena itulah tidak perlu bersusah payah untuk mempelajari bahwa Allah itu Esa. Adapun masalah-masalah juz’iyah yang beragam perlu untuk dipelajari dan memerlukan usaha keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Lebih Baik Daripada Harta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan ilmu atas harta dapat diketahui dari beberapa segi:&lt;br /&gt;Pertama: Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.&lt;br /&gt;Kedua: Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.&lt;br /&gt;Ketiga: Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.&lt;br /&gt;Keempat: Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.&lt;br /&gt;Kelima: Apabila meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur.&lt;br /&gt;Keenam: Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;Ketujuh: Orang yang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.&lt;br /&gt;Kedelapan: Jiwa akan mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya- sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.&lt;br /&gt;Kesembilan: Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.&lt;br /&gt;Kesepuluh: Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.&lt;br /&gt;Kesebelas: Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;Kedua belas: Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.&lt;br /&gt;Ketiga belas: Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.&lt;br /&gt;Keempat belas: Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.&lt;br /&gt;Kelima belas: Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan. Wallaahu a’lam. Lihat kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 160-163).&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i, kitabullah dan sunnah yang shahihah, dipahami sebagaimana para sahabat -semoga Allah merahmati mereka semua- memahaminya. Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3914695842956045086?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3914695842956045086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3914695842956045086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3914695842956045086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/ilmu.html' title='ILMU'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5944522342911014144</id><published>2010-04-05T20:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T20:47:46.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Mutiara'/><title type='text'></title><content type='html'>#&lt;br /&gt;--Mutiara Ilmu--&lt;br /&gt;Tetesan air mata yang keluar dari mataku karena takut kepada Allah lebih aku sukai daripada aku bersedekah seribu dinar&lt;br /&gt;- 'Amr bin al 'Ash - Jawahir shifatis shofwah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5944522342911014144?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5944522342911014144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/mutiara-ilmu-tetesan-air-mata-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5944522342911014144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5944522342911014144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/mutiara-ilmu-tetesan-air-mata-yang.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7496770268011263831</id><published>2010-04-05T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T20:27:22.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Untuk Akhwat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/257951314/3c374aa0/2-jurnal-akhwat_or_id.html" target=_blank&gt;2-jurnal-akhwat_or_id.zip&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7496770268011263831?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7496770268011263831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/untuk-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7496770268011263831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7496770268011263831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/untuk-akhwat.html' title='Untuk Akhwat'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-563459135581502464</id><published>2010-04-05T19:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T19:24:01.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>silahkan download</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/257918589/1f4118ac/Jauhilah_Sifat_munafiq.html" target="_blank"&gt;Jauhilah Sifat munafiq.docx&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-563459135581502464?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/563459135581502464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/silahkan-download.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/563459135581502464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/563459135581502464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/silahkan-download.html' title='silahkan download'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1718914516384409948</id><published>2010-04-05T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T19:15:21.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa Ulama&apos;'/><title type='text'>Soal Jawab</title><content type='html'>&lt;h2 class="firstheading"&gt;&lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/suami-seorang-wanita-di-jannah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Suami Seorang Wanita di Jannah (Surga)"&gt;Suami Seorang Wanita di Jannah (Surga)&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="boxedin"&gt;         &lt;span class="posted"&gt;posted in &lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/category/fatwa-ulama/" rel="category tag" title="View all posts in Fatwa Ulama"&gt;Fatwa Ulama&lt;/a&gt;,   &lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/category/muslimah/" rel="category tag" title="View all posts in Muslimah"&gt;Muslimah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  |     &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Fadhîlatusy Syaikh Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad bin  Shâli&lt;u&gt;h&lt;/u&gt; Al-`Utsaimîn&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila seorang wanita memiliki dua suami di dunia  (setelah pisah dengan suami pertama, menikah lagi dengan suami kedua),  lalu siapa di antara keduanya yang akan menjadi suaminya di surga kelak?  Dan kenapa dalam Al-Qur’an, Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; hanya  menyebutkan istri-istri yang akan diperoleh para lelaki di surga dan  tidak menyebutkan adanya suami-suami yang akan dipersandingkan dengan  para wanita yang masuk surga?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawab:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-`Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullahu&lt;/em&gt;  menjawab:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apabila seorang wanita ketika di dunia memiliki dua  suami maka kelak di surga ia dipersilakan untuk memilih siapa di antara  dua suaminya yang ia inginkan untuk menjadi pendampingnya di surga. &lt;span id="more-260"&gt;&lt;/span&gt;Bila seorang wanita tidak sempat menikah ketika di  dunia maka Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; akan menikahkannya dengan  lelaki yang menyenangkan hatinya di surga. Karena memang kenikmatan di  surga tidak hanya diberikan kepada para lelaki namun juga untuk para  wanita, sementara termasuk kenikmatan surga adalah memiliki pasangan  hidup. Adapun pertanyaan kenapa Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; hanya  menyebutkan bidadari surga sebagai pasangan hidup dan tidak menyebutkan  adanya suami-suami sebagai pasangan hidup wanita &lt;em&gt;ahlul jannah&lt;/em&gt;  maka kami katakan: Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; menyebutkan  istri-istri bagi para lelaki &lt;em&gt;ahlul jannah&lt;/em&gt; karena lelakilah yang  mencari wanita. Namun bukan berarti para wanita &lt;em&gt;ahlul jannah&lt;/em&gt;  tidak memiliki suami di surga bahkan mereka punya suami dari kalangan  anak Adam.” (&lt;strong&gt;Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu  ‘Utsaimin&lt;/strong&gt;, 2/53, sebagaimana dalam &lt;strong&gt;Fatawa Al-Mar`ah  Al-Muslimah&lt;/strong&gt;, 1/88)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:  http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=437&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1718914516384409948?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1718914516384409948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/soal-jawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1718914516384409948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1718914516384409948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/soal-jawab.html' title='Soal Jawab'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1527184700761195659</id><published>2010-04-05T19:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T19:03:40.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Modal Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ommahq.blogspot.com/2009/03/keluarga-bahagia-bermodal-iman.html"&gt;KELUARGA  BAHAGIA BERMODAL IMAN&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qX64McRdEmc/SazuP9tyH_I/AAAAAAAAAIg/3VYw-m81sRg/s1600-h/jud_KeluargaIman.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308880018795012082" src="http://4.bp.blogspot.com/_qX64McRdEmc/SazuP9tyH_I/AAAAAAAAAIg/3VYw-m81sRg/s400/jud_KeluargaIman.jpg" style="cursor: pointer; height: 103px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya,  faktor terpenting dalam kebahagiaan suami istri adalah tegaknya rumah  tangga atas dasar cinta dan ketaatan kepada Allah. Ketaatan memiliki  pengaruh besar dalam menyatukan suami dan istri. Karena hanya Allah yang  memberi petunjuk, keberkahan, dan menyatukan qalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana  kita berkomitmen pada pedoman Allah sejauh itu pula kebahagiaan di dunia  dan akhirat akan terwujud. Kebahagiaan rumah tangga hakiki bagi seorang  muslim akan terwujud atas dasar pilihan yang benar dan dasar-dasar yang  kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu  mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.  Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya  penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat  dalam keadaan buta.” (Thaha : 123-124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Itulah hukum-hukum  Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar  hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (Al Baqarah :  229).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada  jalan yang lebih lurus....” (Al Isra’ : 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berinteraksi  dengan istrinya, suami yang shalih akan beranjak dari  bimbingan-bimbingan dien Islam yang agung. Hal ini secara otomatis akan  memberikan andil dalam mengantisipasi banyaknya perselisihan dan  mengekang nafsu yang menyuruh berbuat buruk serta menjadikannya berada  pada aturan-aturan Allah karena mengharapkan ridha-nya dan takut akan  murka-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang shalih akan berinteraksi dengan istrinya  beranjak dari firman Allah SWT ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...dan bergaullah dengan mereka  secara patut...” (An Nisa’ : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku  adalah orang yang paling baik terhadap keluarga.” (HR. Ath Thabarani  dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang memuliakan wanita melainkan  orang yang mulia dan tak ada yang menghinakan wanita melainkan orang  yang hina.” (HR. Ibnu ‘Asakir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cukuplah seseorang berdosa bila  menyia-nyiakan orang yang dinafkahinya.” (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami  yang shalih itulah yang merasa senantiasa dalam pengawasan Allah ketika  berinteraksi dengan istrinya dalam segala hal, besar atupun kecil. Ia  mengetahui dari hadits Nabi bahwa kesewenang-wenangan adalah kegelapan  pada hari kiamat. Dengan demikian, sudah pasti istrinya akan hidup  bahagia dan nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita shalihah yang  beriman kepada Al Qur’an, membenarkan sunnah Rasul-Nya, Muhammad SAW  meyakini bahwa ajaran Islam adalah sumber kebahagiaannya dan kebahagiaan  suaminya. Ia meyakini bahwa ia akan diberi pahala atas segala amal yang  dilakukannya untuk membahagiakan suaminya seperti pahala mujahid yang  berjuang di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah melebihkan laki-laki  dengan berkumpul dan berjamaah, mewajibkan jihad kepada laki-laki yang  bila mereka menang tentu akan dimuliakan, dan jika mereka mati syahid  niscaya akan dicatat di sisi Allah sebagai orang-orang hidup yang selalu  diberi rezki. Lantas bentuk ketaatan apa yang dapat menyamai amal-amal  mereka itu? Nabi bersabda ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampaikanlah kepada para wanita yang  kamu temui bahwa taatnya istri kepada suami dan ia mengakui hak  suaminya, menyamai itu semua. Tapi, sedikit diantara kalian yang  melakukan hal itu.” (HR. Ath Thabrani dan Al Bazzar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila  wanita shalat lima waktu, shaum bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan  menaati suaminya, niscaya diserukan kepadanya : Masuklah ke dalam surga  dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ibnu Hibban, Ahmad, dan  Ath Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri shalihah telah mengetahui bahwa setelah hak  Allah dan Rasul-Nya tidak ada yang lebih wajib dipenuhi selain hak  suami. Lantas, sudahkah kita mengetahui bahwa kebahagiaan kita adalah  komitmen dengan syariat Allah dan menerapkan hukum-hukum-Nya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1527184700761195659?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1527184700761195659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/modal-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1527184700761195659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1527184700761195659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/modal-kebahagiaan.html' title='Modal Kebahagiaan'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qX64McRdEmc/SazuP9tyH_I/AAAAAAAAAIg/3VYw-m81sRg/s72-c/jud_KeluargaIman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4404217422190094810</id><published>2010-04-05T08:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T08:03:23.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Obat Dari Allah swt. Lewat Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt; &lt;a href="http://i-herbal.blogspot.com/2008/06/khasiat-mahkota-dewa.html"&gt;Khasiat  Mahkota Dewa&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; Tumbuhan dengan nama ilmiah Phaleria macrocarpa di kenal juga dengan  nama simalakama (Melayu/Sumater), Makuto Dewo (Jawa). Tanaman ini  berasal dari Papua dan sudah terkenal berkhasiat untuk mengobati  berbagai macam penyakit, seperti: Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor,  Hepatitis, Rematik dan Asam urat&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Diabetes Mellitus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan:  Minum air rebusan&lt;br /&gt;Cara membuat: -    Ambil 5-6 buah mahkota  dewa, iris dan cuci bersih.&lt;br /&gt;- Rebus bahan dalam 5 gelas air, biarkan  rebusan hingga air tersisa 3 gelas&lt;br /&gt;- Saring air rebusan, minum 3 kali  sehari (masing-masing 1 gelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Kanker dan Tumor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan: Minum air rebusan&lt;br /&gt;Cara  membuat: -    Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15    gr temu putih, 10 gr sambiloto kering dan 15 gr cakar ayam kering, cuci  bersih semua bahan&lt;br /&gt;- Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan  rebusan hingga air tersisa 3 gelas&lt;br /&gt;- Saring air rebusan, tunggu  sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan  diminum 1 jam sebelum makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Hepatitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan: Minum air rebusan&lt;br /&gt;Cara membuat: -     Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15   gr pegagan, 10  gr sambiloto kering dan 15 gr daun dewa, cuci bersih semua bahan&lt;br /&gt;-  Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3  gelas&lt;br /&gt;- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali  sehari masing-masing 1 gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Rematik dan Asam urat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan: Minum air rebusan&lt;br /&gt;Cara  membuat: -    Campur 5 gram daging buah mahkota dewa dengan 15   gr akar  sidaguri, 10 gr sambiloto kering, cuci bersih semua bahan&lt;br /&gt;- Rebus  semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3  gelas&lt;br /&gt;- Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali  sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4404217422190094810?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4404217422190094810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obat-dari-allah-swt-lewat-tumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4404217422190094810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4404217422190094810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obat-dari-allah-swt-lewat-tumbuhan.html' title='Obat Dari Allah swt. Lewat Tumbuhan'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3662965674034733847</id><published>2010-04-05T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:57:56.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt; &lt;a href="http://i-herbal.blogspot.com/2008/06/khasiat-lengkuas.html"&gt;Khasiat  Lengkuas&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; Tanaman bernama latin Alpinia Galanga dikenal juga dengan nama lain  laos (jawa), laja (sunda), langkueh (Minang) dll.  Bagian tanaman ini  yang sering dipergunakan sebagai bahan obat adalah rimpang-nya.&lt;br /&gt;Beberapa  penyakit yang bisa di obati oleh lengkuas ini adalah: Aneka penyakit  kulit, rematik, obat gosok, pelancar kemih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Penyakit kulit:  Panu, kadas, kudis, koreng, borok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan: Pengobatan  luar, di oles di tempat yang sakit&lt;br /&gt;Cara membuat: -    Tumbuk halus  rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1:4, 1 rimpang 4  bawang putih) sampai jadi bubur&lt;br /&gt;- Oleskan/tempelkan di tempat yang  sakit&lt;br /&gt;- Untuk kurap yang telah menahun, tambahkan ramuan tadi dengan  cuka&lt;br /&gt;- Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul  seratnya, gosokkan pada bagian  yang sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Obat gosok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan:  Pengobatan luar, di gosok pada perut&lt;br /&gt;Cara membuat: -    Iris rimpang  lengkuas, rendam dalam alkohol&lt;br /&gt;- Gosokkan irisan rimpang tadi ke  perus yang sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Rematik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan:  Mandi air rebusan&lt;br /&gt;Cara membuat: -    Cuci bersih rimpang lengkuas  lalu rebus&lt;br /&gt;- Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sakit kepala, nyeri dada, menguatkan  lambung, memperbaiki pencernaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan: di jadikan bumbu  dapur&lt;br /&gt;Cara membuat: -    Rimpang lengkuas yang di jadikan bumbu dapur  di campur dalam masakan sehari-hari&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3662965674034733847?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3662965674034733847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/khasiat-lengkuas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3662965674034733847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3662965674034733847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/khasiat-lengkuas.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6095536844934760851</id><published>2010-04-05T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:45:21.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Obat Sariawan Alami</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt; &lt;a href="http://i-herbal.blogspot.com/2008/05/obat-tradisional-untuk-sariawan.html"&gt;Obat  Tradisional untuk Sariawan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa  mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa  bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput  lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta  langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya,  namun sariawan sangat mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sariawan dapat disebabkan oleh  kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk,  pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang  terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman  yang berkhasiat untuk mengobati sariawan adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daun Jambu Biji&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rebus dalam 1 liter  air: 1 genggam daun jambu biji segar dan 1 jari kulit batangnya. Saring  air hasil rebusan  dan minum sehari 2 kali&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daun Sirih&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Petik  1 atau 2 lembar daun sirih. Cuci daun hingga bersih lalu kunyah hingga  lumat. Biarkan daun sebentar di dalam mulut; terutama di bagian yang  terkena sariawan.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rimpang Temu Kunci (bahasa jawa: kunci)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rimpang  temu kunci dapat dii kunyah lalu di telan. Mengunyah irisan rimpang  bersama pinang selain dapat menyembuhkan sariawan juga dapat  menyembuhkan batuk kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari  berbagai sumber...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6095536844934760851?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6095536844934760851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obat-sariawan-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6095536844934760851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6095536844934760851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/obat-sariawan-alami.html' title='Obat Sariawan Alami'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1701883171809825051</id><published>2010-04-04T22:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T22:12:15.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jika orang mati</title><content type='html'>&lt;h3&gt; &lt;/h3&gt;&lt;small class="metadata"&gt; &lt;a class="comment-link" href="http://www.iphandh.co.cc/2008/09/suara-yang-di-dengar-oleh-mayat.html#comments" onclick=""&gt; &lt;/a&gt;&lt;span class="chronodata"&gt;&lt;a class="timestamp-link" href="http://www.iphandh.co.cc/2008/09/suara-yang-di-dengar-oleh-mayat.html" title="permanent link"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/small&gt;  &lt;div class="itemtext"&gt; Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:&lt;br /&gt;1.      Keluarga&lt;br /&gt;2.       Hartanya&lt;br /&gt;3.      Amalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Dua Yang Kembali Dan Satu  akan Tinggal Bersamanya yaitu;&lt;br /&gt;1.      Keluarga dan Hartanya Akan  Kembali&lt;br /&gt;2.      Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka  ketika Roh Meninggalkan Jasad...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terdengarlah Suara Dari Langit  Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan :&lt;br /&gt;a. Apakah Kau Yang Telah  Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang meninggalkanmu ?&lt;br /&gt;b. Apakah Kau  Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu ?&lt;br /&gt;c.  Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu ?&lt;br /&gt;d.  Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika  Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terdengar Dari Langit Suara  Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan :&lt;br /&gt;a. Mana Badanmu Yang Dahulunya  Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah&lt;br /&gt;b. Mana Lisanmu Yang Dahulunya  Fasih , Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara&lt;br /&gt;c. Mana Telingamu Yang  Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa ?&lt;br /&gt;d. Mana  Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika  Mayat Siap Dikafan...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai  Fulan Anak Si Fulan :&lt;br /&gt;a. Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan  Ridha&lt;br /&gt;b. Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai  Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah  Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal&lt;br /&gt;Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan  Tidak Akan Kembali Selamanya&lt;br /&gt;Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan  Yang Penuh Pertanyaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika MayatDiusung....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terdengar  Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..&lt;br /&gt;a.  Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan&lt;br /&gt;b. Berbahagialah  Apabila Matimu Diawali Tobat&lt;br /&gt;c. Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh  Dengan Taat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika Mayat Siap Dishalatkan....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terdengar  Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..&lt;br /&gt;a. Setiap  Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat&lt;br /&gt;b.  Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik&lt;br /&gt;c. Apabila Buruk, Kau Akan  Melihatnya Buruk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;terdengar  Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Apa Yang  Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang  Penuh Gelap Gulita Di Sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;a.  Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis&lt;br /&gt;b. Dahulu Kau  Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka&lt;br /&gt;c. Dahulu Kau Bertutur  Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian....Allah Berkata Kepadanya,  "Wahai Hamba-Ku.....&lt;br /&gt;Kini Kau Tinggal Seorang Diri&lt;br /&gt;Tiada Teman Dan  Tiada Kerabat&lt;br /&gt;Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..&lt;br /&gt;Mereka  Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri&lt;br /&gt;Padahal, Karena Mereka Kau Pernah  LanggarPerintahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ini,....&lt;br /&gt;Akan Kutunjukan Kepadamu&lt;br /&gt;Kasih  Sayang-Ku&lt;br /&gt;Yang Akan Takjub Seisi Alam&lt;br /&gt;Aku Akan Menyayangimu&lt;br /&gt;Lebih  Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Jiwa-Jiwa  Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang&lt;br /&gt;Kembalilah  Kepada Tuhanmu&lt;br /&gt;Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya&lt;br /&gt;Maka  Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku&lt;br /&gt;Dan Masuklah Ke Dalam  Jannah-K&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1701883171809825051?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1701883171809825051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/jika-orang-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1701883171809825051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1701883171809825051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/04/jika-orang-mati.html' title='Jika orang mati'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-40021541129333320</id><published>2010-03-24T07:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T07:59:02.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Kisah</title><content type='html'>&lt;div class="judul"&gt;Artikel Kisah Islami :&lt;/div&gt;&lt;div class="judul"&gt;AS-SIRRI  AS-SAQATHI (Membebaskan Gurunya Dari Belenggu Kebodohan)&lt;br /&gt;&lt;span class="kalender"&gt;Selasa, 23 Maret 10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;As-Sirri bin al-Mughlis membacakan ayat, &lt;i&gt;"Dan Kami  akan menghalau orang-orang yang durhaka ke Neraka jahannam dalam keadaan  dahaga." &lt;/i&gt;(Maryam: 86) dihadapan gurunya, lalu ia bertanya, "Ustadz,  siapakah yang dimaksud orang yang dahaga dalam ayat itu?" Sang guru  menjawab, "Saya tidak tahu."  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian ia meneruskan membaca ayat, &lt;i&gt;"Mereka  tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan  perjanjian di sisi Allah yang Maha Penyayang."&lt;/i&gt; (Maryam: 87). lalu  bertanya, "Wahai ustadz, apa yang dimaksud dengan perjanjian dalam ayat  tersebut?" Al-Ustadz menjawab, "Aku tidak tahu!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seketika itu as-Sirri menghentikan bacaannya,  lalu berkata, "Kenapa ustadz tidak mengetahui jawaban pertanyaanku itu?  Artinya engkau menipu orang?" Sang ustadz pun memukulnya. As-Sirri  berkata, "Ustadz, tidak cukupkah kebodohan dan tipuan yang engkau  lakukan, sehingga engkau menambahnya dengan kezhaliman dan menyakiti  orang?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari peristiwa ini, sang ustadz dapat  mengambil pelajaran dan bertaubat kepada Allah atas kesalahannya dalam  menyampaikan pengajaran. Beliau mulai giat lagi belajar, bahkan beliau  berkata bahwa as-Sirri adalah yang membebaskannya dari belenggu  kebodohan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di usianya yang masih muda ketika ia sudah  hafal surat as-Sajdah ayat 16, &lt;i&gt;"Lambung mereka jauh dari tempat  tidurnya,&lt;/i&gt;" dia tidak mau meletakkan lambungnya di atas tanah untuk  tidur. Seringkali Ibunya menaruh bantal-bantal di sebelah kanan, kiri  dan belakangnya. Jika anaknya mengantuk ibunyalah yang memeganginya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Anba’ Nujabail Abna’&lt;/i&gt;,  hal. 192&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-40021541129333320?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/40021541129333320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/40021541129333320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/40021541129333320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/kisah.html' title='Kisah'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3310072679428466532</id><published>2010-03-24T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T07:45:53.257-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Materi Khutbah</title><content type='html'>&amp;lt;!-- --- HEADER selesai ---&amp;gt; &lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="d2" valign="top"&gt;&lt;marquee align="center" direction="left" height="5" id="idm" onmouseout="idm.start();" onmouseover="idm.stop();" scrollamount="1" scrolldelay="70" truespeed="" width="410"&gt;&lt;a class="iklanjalan" href="http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatmaklumat&amp;amp;id=111"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.darulhaq.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt; &lt;div class="judul"&gt;Artikel Khutbah Jum'at :&lt;/div&gt;MERAIH  SURGA DENGAN BERBAKTI   KEPADA ORANG TUA&lt;br /&gt;&lt;span class="kalender"&gt;Rabu,  24 Maret 10&lt;div class="konten"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh: Ahmad Fadhilah  Barobba', Lc.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KHUTBAH PERTAMA :&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;إِنَّ  الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ  بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ  يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،  أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ  أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. &lt;br /&gt;يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ  تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ  نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً  كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً  سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا &lt;br /&gt;أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ  الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ  مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ،  وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ  وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Sidang Jum'at Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada kesempatan yang  mulia ini, khatib mengajak dan mengingatkan diri khatib sendiri serta  jamaah pada umumnya agar senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada  Allah Subhanahu Wata’ala, dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya sesuai  dengan nur atau cahaya dari Allah Subhanahu Wata’ala yang telah  disampaikan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, karena kita  mengharapkan ridha dan pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala, dan kita  tinggalkan maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala sesuai dengan nur  yang telah disampaikan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam karena  kita takut akan azab dan siksaNya. Dan kita jadikan takwa ini sebagai  bekal kita dalam mengarungi kehidupan, baik di dunia yang fana ini atau  di akhirat yang kekal kelak, karena dia adalah sebaik baik bekal. Allah  Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ  التَّقْوَى  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Berbekallah  dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Sidang Jum'at Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah Subhanahu  Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ  وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan  bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang  luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang  bertakwa."&lt;/i&gt; (Ali Imran: 133). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dalam ayat  lain Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;خِتَامُهُ مِسْكُُوَفيِ ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ  الْمُتَنَافِسُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan untuk  yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."&lt;/i&gt; (Al-Muthaffifin:  26). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dalam ayat  lain Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;br /&gt;لِمِثْلِ هَذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Untuk  kemenangan serupa ini, hendaklah orang-orang yang be-kerja berusaha."&lt;/i&gt;  (Ash-Shaffat: 61). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam ketiga ayat  ini, Allah Subhanahu Wata’ala menyuruh kita untuk berlomba-lomba atau  bersegera dalam mendapatkan surgaNya, namun yang menjadi pertanyaan  sekarang adalah dengan apa surga itu diraih?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Sidang Jum'at Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada beberapa  jalan untuk meraih surga, dan di antara jalan itu adalah taat kepada  orang tua. Dan cukup banyak ayat-ayat al-Qur`an yang menerangkan tentang  itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah Subhanahu Wata’ala merangkaikan  ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepadaNya. Allah Subhanahu  Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Sembahlah  Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun."&lt;/i&gt;  (An-Nisa`: 36). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dalam suatu  surat, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلآ إِيَّاهُ  وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan Tuhanmu  telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan  hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."&lt;/i&gt;  (Al-Isra`: 23). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diulang-ulangnya  ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya  ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu  Wata’ala menunjukkan tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua (&lt;i&gt;birrul  walidain&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini juga  didukung dengan beberapa hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam yang  menerangkan tentang keutamaan &lt;i&gt;birrul walidain&lt;/i&gt;. Di antara hadits  itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ الله صلى الله عليه  وسلّم فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ الله، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ  صَحَابَتِيْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ،  قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ  أَبُوْكَ.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Seorang  laki-laki datang kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam , lalu  bertanya, 'Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku  pergauli dengan baik?' Rasulullah menjawab, 'Ibumu'. Dia bertanya lagi,  'Kemudian siapa?' Rasulullah menjawab, 'Kemudian ibumu'. Dia bertanya  lagi, 'Kemudian siapa?' Rasulullah menjawab, 'Kemudian ibumu.' Dia  bertanya lagi, 'Kemudian siapa?' Rasulullah menjawab, 'Kemudian  bapakmu'."&lt;/i&gt; (HR. al-Bukhari, no. 5971; dan Muslim, no. 2548). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dalam hadits  lain disebutkan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ الله صلى الله عليه  وسلّم يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ، فَقَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه  وسلّم: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ رَسُوْلُ الله صلى  الله عليه وسلّم: فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Seorang  laki-laki datang kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam meminta  izin kepada-nya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah sallallahu ‘alaihi  wasallam bertanya kepadanya, 'Apakah kedua orang tuamu masih hidup?' Dia  menjawab, 'Ya.' Maka Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berkata  kepadanya, 'Berjihadlah (dengan berbakti ) pada keduanya'."&lt;/i&gt; (HR.  al-Bukhari, no. 3004; dan Muslim, no. 2549). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jamaah Jum'at Rahimakumullah &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keutamaan &lt;i&gt;birrul  walidain&lt;/i&gt; yang lain adalah bahwa hal itu merupakan sifat para Nabi  ‘alaihimussalam. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman tentang Nabi Nuh  ‘alaihissalam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن  دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلاَتَزِدِ  الظَّالِمِينَ إِلاَّ تَبَارًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ya Rabbku  ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman  dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah  Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan."&lt;/i&gt;  (Nuh: 28). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah Subhanahu  Wata’ala juga mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang memintakan  ampun untuk bapaknya dengan FirmanNya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ  رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ibrahim  berkata, 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta  ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku'."&lt;/i&gt;  (Maryam: 47). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Juga pujian Allah  kepada Nabi Yahya ‘alaihissalam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَبَرَّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا  عَصِيًّا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan banyak  berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan-lah orang yang sombong  lagi durhaka."&lt;/i&gt; (Maryam: 14). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Juga pujian Allah  kepada Nabi Isa ‘alaihissalam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي  جَبَّارًا شَقِيًّا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan berbakti  kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai seorang yang sombong  lagi celaka."&lt;/i&gt; (Maryam : 32) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Itulah &lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;  dan sikap para nabi kepada orang tua mereka, dan jalan mereka itulah  jalan yang lurus (&lt;i&gt;shirath al-Mustaqim&lt;/i&gt;) yang selalu kita minta  dalam shalat kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Tunjukilah  kami jalan yang lurus."&lt;/i&gt; (Al-Fatihah: 6). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah Subhanahu  Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلاَئِكَ  مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ  وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُوْلاَئِكَ  رَفِيقًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan  barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), maka me-reka itu akan  bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah dari  kalangan para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan  orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah sebaik-baiknya teman."&lt;/i&gt;  (An-Nisa`: 69). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan inilah salah  satu jalan untuk meraih surga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun yang perlu  diperhatikan adalah bahwa berbuat baik kepada keduanya bukan berarti  kita harus melaksanakan semua perintah mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah Subhanahu  Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي  مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي  الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ثُمَّ  إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan jika  keduanya memaksamu untuk mempersekutukanKu dengan sesuatu yang tidak ada  pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan  pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutlah jalan orang yang  kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu, maka Aku  beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."&lt;/i&gt; (Luqman: 15). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sa'ad bin Malik  radhiallahu ‘anhu berkata, "Ayat ini diturunkan berkaitan dengan  masalahku." Dia berkata, "Aku adalah seorang yang berbakti kepada ibuku,  maka tatkala aku masuk Islam, dia berkata, 'Wahai Sa'ad, apa hakikat  yang aku lihat pada agama barumu? Tinggalkan agama barumu itu, kalau  tidak, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati sehingga kamu  dicela dengan sebab kematianku, dan kamu akan dipanggil dengan 'Wahai  pembunuh ibunya'. Maka aku katakan kepadanya, 'Jangan kamu lakukan wahai  ibuku, karena aku tidak akan meninggalkan agamaku ini untuk siapa pun  juga. Maka dia (ibu Sa'ad) diam, tidak makan selama sehari semalam, maka  dia kelihatan sudah payah. Kemudian dia tidak makan sehari semalam  lagi, maka kelihatan semakin payah. Maka tatkala aku melihatnya, aku  berkata kepadanya, 'Hendaklah kamu tahu wahai ibuku, seandainya kamu  memiliki seratus nyawa, dan nyawa itu melayang satu demi satu, maka  tidak akan aku tinggalkan agama ini karena apa pun juga, maka kalau kau  mau makan, makanlah, kalau tidak, maka jangan makan,' lantas dia pun  makan." (Tafsir Ibnu Katsir).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Walaupun kita  harus berbuat baik kepada keduanya, bukan berarti kita boleh memintakan  ampunan kepada Allah Subhanahu Wata’ala bagi mereka. Allah Subhanahu  Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;مَاكَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَن  يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُوْلِى قُرْبَى مِن بَعْدِ  مَاتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak  sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampun  (kepada Allah ) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik  itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya  orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam."&lt;/i&gt;  (At-Taubah: 113). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jamaah Jum'at Rahimakumullah &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah Subhanahu  Wata’ala menyediakan pahala yang besar bagi siapa saja yang taat pada  orang tuanya. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ  الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ridha Allah  berada pada ridha orang tua dan murka Allah berada pada murka orang  tua."&lt;/i&gt; (HR. at-Tirmidzi, no. 1899; dan dishahihkan oleh al-Albani). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ibnu Mas'ud  radhiallahu ‘anhu berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu  ‘alaihi wasallam, 'Apakah perbuatan yang paling utama?' Rasulullah  menjawab, 'Iman kepada Allah dan RasulNya.' Dia bertanya, 'Kemudian  apa-lagi?' Rasulullah menjawab, 'Berbuat baik kepada orang tua.' Dia  bertanya, 'Kemudian apalagi?' Rasulullah menjawab, 'Berjuang di jalan  Allah'." (HR. al-Bukhari, &lt;i&gt;Kitab al-Hajj &lt;/i&gt;dan Muslim, &lt;i&gt;Bab Bayan  kaunil iman billah min afdhalil a'mal&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan pahala yang  besar ini tidak mudah kita dapatkan kecuali dengan melaksanakan  kewajiban-kewajiban kepada orang tua kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semoga Allah  Subhanahu Wata’ala memberikan taufik dan kekuatan kepada kita semua,  supaya kita bisa berbuat baik kepada kedua orang tua kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;بَارَكَ  الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ  وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.  أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ  الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ  الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KHUTBAH KEDUA :&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;اَلْحَمْدُ  لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ  الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ  تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada  beberapa kewajiban kita terhadap orang tua yang mungkin dapat khatib  sampaikan dengan ringkas karena keterbatasan waktu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang pertama,&lt;/b&gt;  berbuat baik kepada keduanya; baik dengan perkataan atau perbuatan.  Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلآ إِيَّاهُ  وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Jika salah  seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut  (dalam pemeliharaanmu), maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan  kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan  ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."&lt;/i&gt; (Al-Isra`: 23). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang kedua,&lt;/b&gt;  rendah hati terhadap keduanya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ  الرَّحْمَةِ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan  rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan."&lt;/i&gt;  (Al-Isra`: 24). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang ketiga,&lt;/b&gt;  mendoakan keduanya; baik semasa hidupnya ataupun sesudah meninggalnya.  Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي  صَغِيرًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan  ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka  berdua telah mendidikku waktu kecil'."&lt;/i&gt; (Al-Isra`: 24). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan Rasulullah  sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ  إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ  وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Apabila anak  Adam mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Sedekah  jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya."&lt;/i&gt;  (HR. Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang keempat,&lt;/b&gt;  menaati keduanya dalam kebaikan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي  مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي  الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ثُمَّ  إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan jika  keduanya memaksamu untuk mempersekutukanKu dengan sesuatu yang tidak ada  pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan  pergaulilah keduanya di dunia dengan baik."&lt;/i&gt; (Luqman: 15). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang kelima,&lt;/b&gt;  memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila  meninggal dalam keadaan Islam. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman  menceritakan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ  وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ya Rabb kami,  ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang Mukmin pada  hari terjadinya hisab (kiamat)."&lt;/i&gt; (Ibrahim: 41). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Juga Firman Allah  Subhanahu Wata’ala tentang Nabi Nuh ‘alaihissalam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن  دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلاَتَزِدِ  الظَّالِمِينَ إِلاَّ تَبَارًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ya Rabbku,  ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman  dan semua orang beriman laki-laki dan perempuan, dan janganlah Engkau  tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan."&lt;/i&gt; (Nuh:  28). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan juga dalam  hadits yang disebutkan tadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang keenam,&lt;/b&gt;  melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak  bertentangan dengan syari'at. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam  membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat bahwa hutang ibunya  wajib dilunasi, dan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan  bahwa hutang kepada Allah Subhanahu Wata’ala berupa puasa nadzar, lebih  berhak untuk dilunasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang ketujuh,&lt;/b&gt;  menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti paman dan bibi dari  kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak. Rasulullah  sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ  وُدِّ أَبِيْهِ.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya  sebaik-baik hubungan silaturahim adalah hubungan silaturahim seorang  anak dengan teman dekat bapaknya."&lt;/i&gt; (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Yang  kedelapan,&lt;/b&gt; memuliakan teman-teman mereka berdua. Rasulullah  sallallahu ‘alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta  Khadijah radhiallahu ‘anha, maka  kita muliakan pula teman-teman istri  kita. Dan teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena  di dalamnya ada penghormatan kepada orang tua kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semoga Allah  Subhanahu Wata’ala tidak menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang  mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa berbuat baik  kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu jalan untuk  meraih surga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى  النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا  تَسْلِيمًا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ  عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ  مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا  بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ  حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;br /&gt;اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا  ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا  لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا  حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم  إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم  إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ  وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ  الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;( &lt;b&gt;Dikutip dari buku :&lt;/b&gt; Kumpulan Khutbah  Jum’at Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul  Haq, Jakarta. Diposting oleh  Wandy Hazar S.Pd.I ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3310072679428466532?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3310072679428466532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/materi-khutbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3310072679428466532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3310072679428466532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/materi-khutbah.html' title='Materi Khutbah'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2475951371174489675</id><published>2010-03-22T18:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T18:18:26.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul Islam'/><title type='text'>Islam</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://smpitalhidayah.blogspot.com/2010/03/makna-islam_19.html"&gt;Makna  Islam&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;span class="fn"&gt;smpitalhidayah,&lt;/span&gt; &lt;span class="date-header"&gt;Jumat, 19 Maret 2010&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;  &lt;span class="kalender"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Pada  kesempatan yang berbahagia ini, saya  berwasiat kepada diri saya sendiri  dan kepada saudara-saudara  sekalian, marilah kita tingkatkan Islam, iman  dan taqwa kita kepada  Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan  Islam, iman dan taqwa  itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di  dunia terlebih lagi  Insya Allah di akhirat. Untuk itu pada khutbah kali  ini mengambil  sebuah judul “MAKNA ISLAM”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”,   berkata: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;اْلإِسْلاَمُ  هُوَ اْلاِسْتِسْلاَمُ  لِلَّهِ بِالَّتْوِحْيِد وَاْلاِنْقِيَادُ لَهُ  بِالطَّاعَةِ  وَاْلاِبْتِعَادُ عَنِ الشِّرْكِ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Artinya: “Islam itu ialah berserah  diri  kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk  dengan  melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112:  &lt;br /&gt;Artinya: “(Tidak demikian), bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri   kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan,maka baginya pahala pada sisi   TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)   mereka bersedih hati.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah  disabdakan  Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Dalam hadits yang   diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;عَنْ عَبْدِ اللهِ  بْنِ عُمَرَ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ  صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى  خَمْسٍ؛ شَهَادَةُ  أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا  رَسُوْلُ اللهِ  وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ  الْبَيْتِ وَصَوْمِ  رَمَضَانَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Artinya:  “Dari Abdillah bin Umar  Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar  Rasulullah Shallallaahu alaihi  wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan  atas lima perkara:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar  selain  Allah dan Muhammad adalah utusan Allah  &lt;br /&gt;Mendirikan shalat  &lt;br /&gt;Mengeluarkan zakat.  &lt;br /&gt;Menunaikan ibadah haji  &lt;br /&gt;Berpuasa di bulan Ramadlan.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sendi-sendi Islam, yang menyebabkan seseorang keluar dari   lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh   dari siksa Neraka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah  &lt;br /&gt;Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. Barangsiapa   menjalankannya dengan sempurna, maka ia termasuk muslim yang sempurna   imannya, dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya, maka ia adalah   kafir yang nyata. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya,   maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. Dan barangsiapa yang   meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain   syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas   lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad, maka ia adalah munafiq.   &lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19.  &lt;br /&gt;Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah   Islam”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari ayat di atas, bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang   diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam.  &lt;br /&gt;Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad   Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau, maka agama itu   tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala .  &lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85.  &lt;br /&gt;Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka   sekali-kali tidak akan diterima daripadanya, sedang ia di akhirat kelak   termasuk golongan orang yang merugi.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan  oleh  Allah kepada RasulNya, maka tak akan diterima daripadanya di sisi  Allah  dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang  merugi.  &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam   hadist yang shahih: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ  أَمْرُنَا فَهُوَ  رَدٌّ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal,  yang tidak didasari  keterangan kami, maka ia adalah tertolak”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang   beriman kepada Allah dan hari akhir, bahwa apa saja yang berhubungan   dengan syariat, baik dari segi aqidah maupun ibadah, baru akan diterima   di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah  diajarkan  oleh Allah kepada RasulNya. Sebagaimana yang telah  difirmankan oleh  Allah dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 31.  &lt;br /&gt;Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah  ikutilah  aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah  maha  Pengampun lagi Maha penyayang.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula, dalam surat Al-Hasyr ayat 7.  &lt;br /&gt;Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Dan apa  yang  di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada  Allah.  Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah  &lt;br /&gt;Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir  nanti,  maka Islam itu dapat dibagi dua, yaitu:  &lt;br /&gt;Islam dipandang dari segi umum  &lt;br /&gt;Islam dipandang dari segi khusus  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dipandang dari segi umum, bahwa sejak rasul yang pertama  sampai  hari akhir nanti, syari’at mereka adalah Islam yang berarti,  tunduk  beribadah hanya kepada Allah semata, karena itu mereka disebut   Al-Muslimun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dipandang dari segi khusus, bahwa sejak diutusnya Rasul yang   terakhir, yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya,   serta menjadi penutup bagi segenap rasul, maka barangsiapa dari ummat   manusia, yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw , maka ia kafir.  &lt;br /&gt;Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa  Rasulullah  Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;عَنْ أَبِي  هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ  عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ  قَالَ: وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ  لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ  مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَلاَ  نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوْتُ  وَلَمْ يُؤْمِنُ بِالَّذِيْ أُرْسِلْتُ بِهِ  إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ  النَّارَ. (رواه مسلم) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Artinya:  Dari Abu  Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shallallaahu  alaihi wa  Salam, beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada  di  tanganNya, tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini,  baik  itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani, kemudian meninggal sementara ia   belum mau beriman kepada apa yang aku bawa, melainkan ia akan menjadi   penghuni Neraka.” (hadits Muslim) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;أَقُولُ قَوْ لِي  هَذَا  وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ  الرَّحِيْمُ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Khutbah Kedua &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;الْحَمْدُ لِلَّ‍هِ رَبِّ  العَالَمِيْنَ،  وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ  وَالصَّلاَةُ  وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ  وَصَحْبِهِ  أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ  رَحِمَكُمُ  اللهُ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita  harus yakin bahwa Islam, adalah agama yang benar di sisi  Allah dan  selainnya adalah batil Dan kita meyakini, bahwa Islam adalah  agama yang  telah sempurna. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an  surat  Al-Maidah ayat 3:  &lt;br /&gt;Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu,  dan  telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah ku-ridlai Islam itu  jadi  agama bagimu”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah  &lt;br /&gt;Itulah Islam, Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada   seluruh kaum mu’minin, bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka   Islam sebagai agama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keputusan Allah ini, sekaligus merupakan keme-nangan bagi  kaum  mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama.  &lt;br /&gt;Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam   mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama, dan bagi kaum mukminin,   mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya.  &lt;br /&gt;Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya.   Amin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;اَللَّهُمَّ  صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى  آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.  وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ  لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ  وَالْمُؤْمِنَاتِ  اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ  قَرِيْبٌ.  اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَمِتْنَا عَلَى   اْلإِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا   اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.   رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا   عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا   وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.   سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى   الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.  &lt;br /&gt;عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ   وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ   وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُ اللهِ   أَكْبَرُ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;Oleh:  Abu Abdir Rahman&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2475951371174489675?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2475951371174489675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2475951371174489675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2475951371174489675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/islam.html' title='Islam'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4280756941970935308</id><published>2010-03-22T18:10:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T18:10:40.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Generasi Pengikut Syahwat</title><content type='html'>Generasi meninggalkan Shalat &amp;amp; Mengikuti Syahwat&lt;br /&gt;smpitalhidayah, Jumat, 19 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun." (terjemah QS. Maryam: 58-60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menjelaskan, generasi yang adhoo’ush sholaat itu, kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat, maka pasti mereka lebih menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya, dan sebaik-baik perbuatan hamba. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya,, senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. Maka mereka itu akan menemui kesesatan,, artinya kerugian di hari qiyamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini, menurut Ibnu Katsir, ada beberapa pendapat. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi, Ibnu Zaid bin Aslam, As-Suddi, dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad, dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan, iqamatul hujjah (penjelasan dalil), berdasarkan Hadits:&lt;br /&gt;بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ (رواه مسلم في صحيحه برقم: 82 من حديث جابر).&lt;br /&gt;“(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hadits lainnya:&lt;br /&gt;الْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. (رواه الترمذي رقم 2621 والنسائ 1/231 ،وقال الترمذي :هذا حديث حسن صحيح غريب).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat, maka barangsiapa meninggalkannya, sungguh-sungguh ia telah kafir.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231, dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib).&lt;br /&gt;Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq Sami As-Salamah, juz 5 hal 243).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh, terpilih, bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Namun selanjutnya, disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda, bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu, yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan, berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. Kalau ada ulama besar, saleh dan benar-benar baik, lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya, maka ucapan yang pas adalah:. "Sayang, kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya.” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. lantas, kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan.&lt;br /&gt;Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu, agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. Melihat diri kita sendiri, dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ayat itu, tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit, bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir, bukan berarti tidak ada orang-orang kafir. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi, saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. Tetapi, generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya. Ini yang jadi masalah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita, Muslimin yang taat, di saat penjajah berkuasa, terjadi perampasan hak, kedhaliman merajalela dan sebagainya, ada tanam paksa dan sebagainya; mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan, namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya, tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya, mereka benar-benar orang-orang pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu, dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu, namun alur peringatan ini telah mencakupnya. Dengan demikian, bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan, jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau. Yaitu generasi pengganti yang jelek, yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan, dihayati dan dipegang benar-benar, dengan penuh kesadaran, agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel, yaitu generasi jelek, bobrok, meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan hak shalat&lt;br /&gt;Untuk itu, kita harus mengkaji diri kita lagi. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya?&lt;br /&gt;Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. Tetapi, tentu saja bukan berarti telah selesai. Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. Tanpa upaya mempertahankannya, kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu misal, kasus nyata, bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh, pekerja kecil, pembantu rumah tangga, penjaga rumah makan, penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya, terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan, tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam arena pendidikan formal, yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun, sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ?&lt;br /&gt;Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut, tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus, sehingga dalam hal beragama, kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan, bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakir miskin, keluarga, dan mahasiswa&lt;br /&gt;Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi, terutama masalah kemiskinan, sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin, agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan keluarga, sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat, agar mereka tidak lalai?&lt;br /&gt;Dalam urusan efektifitas da’wah, sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu, agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat, dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat?&lt;br /&gt;Lebih penting lagi, sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid, kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja, sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-- saat adzan dikuman-dangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, tali Islam yang terakhir&lt;br /&gt;Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah, Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam&lt;br /&gt;لَيَنْقُضَنَّ عُرَا اْلإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِيْ تَلِيْهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ. (رواه أحمد).&lt;br /&gt;“Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu. Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya), sedang yang terakhir (putus) adalah shalat. (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi, bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam, berarti masih ada tali dalam Islam itu. Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan, maka putuslah Islam keseluruhannya, karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat), sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. Dengan demikian, bisa kita fahami, betapa memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat, karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata manusia, bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. Lantas, kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya, berarti kerusakan yang amat parah. Apalagi kalau kedua-duanya, dilakukan meninggalkan shalat, dan menuruti syahwat, sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar, yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Amien.&lt;br /&gt;بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.&lt;br /&gt;Khutbah Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}&lt;br /&gt;ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.&lt;br /&gt;عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.&lt;br /&gt;Oleh: H. Hartono Ahmad Jaiz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4280756941970935308?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4280756941970935308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/generasi-pengikut-syahwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4280756941970935308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4280756941970935308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/generasi-pengikut-syahwat.html' title='Generasi Pengikut Syahwat'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6542062968816267847</id><published>2010-03-22T18:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T18:05:01.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkel Hati'/><title type='text'>Mengatasi Masalah</title><content type='html'>Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Ta ala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah&lt;br /&gt;smpitalhidayah, Minggu, 21 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah berbicara ketika masih dalam buaian (bayi) kecuali tiga orang, Isa bin Maryam. Beliau bersabda, 'Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Ia membangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda, "orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang (ketekunan) ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, 'Jika kalian mnghendaki aku akan memberinya ujian'. Mereka berkata, 'Kami menghendakinya'. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan diri kepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina dengan seorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, 'Hasil perbuatan siapa?' Ia menjawab, 'Juraij'. Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci, memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya'. Juraij bertanya, apa yang terjadi dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi'. Ia bertanya 'Dimana dia?' Mereka menjawab, 'Itu dia!' Beliau bersabda, 'Juraij lalu berdiri dan shalat kemudian berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata, 'Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu?' Sang bayi menjawab, 'Aku adalah anak tukang gembala'. Serta merta orang-orangpun menghambur kepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas'. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yang demikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula'. Beliau bersabda, 'Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususi tiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat, maka ia pun berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadap kepada penunggang kuda seraya berdo'a, 'Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia'. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya dan menghisapnya'. Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, 'Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menirukan gerakan si bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli. Sang ibu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo'a, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Dan pembicaraan itu berulang. Sang ibu berkata (kepada anaknya), 'Dibelakangku berlalu seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Lantas engkau berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia'. Lalu aku berlalu dihadapan wanita hamba sahaya ini dan aku katakan, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Lalu engkau berkata, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Bayi itu berkata, 'Wahai ibu, sesungguhnya penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong di antara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanita itu, orang-orang berkata, 'Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Dia mencuri, padahal ia tidak mencuri'. Sedang hamba sahaya tersebut berkata, 'cukuplah Allah sebagai pelindungku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslim dalam Al-Adab.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6542062968816267847?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6542062968816267847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/mengatasi-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6542062968816267847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6542062968816267847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/mengatasi-masalah.html' title='Mengatasi Masalah'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2392470283756108463</id><published>2010-03-22T18:01:00.001-07:00</published><updated>2010-03-22T18:01:18.978-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Pertemuan Abadi</title><content type='html'>Janji Bertemu Di Surga&lt;br /&gt;smpitalhidayah, Selasa, 23 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo'akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab: "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu bertanya: "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia jawab: "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata: "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab: "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta'ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemuda bertanya: "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2392470283756108463?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2392470283756108463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pertemuan-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2392470283756108463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2392470283756108463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pertemuan-abadi.html' title='Pertemuan Abadi'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4410975545482708751</id><published>2010-03-22T08:47:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T08:47:39.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq'/><title type='text'>Mencintai Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/246831388/ca8290ed/Mencintai_dan_Mengagungkan_Sun.html" target=_blank&gt;Mencintai dan Mengagungkan Sunnah Nabi.docx&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4410975545482708751?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4410975545482708751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/mencintai-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4410975545482708751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4410975545482708751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/mencintai-rasulullah.html' title='Mencintai Rasulullah'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6134723310826533449</id><published>2010-03-19T20:02:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T20:02:50.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyemangat Hidup'/><title type='text'>Belajar Dari Semut</title><content type='html'>Belajar dari Filosofi Semut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belajar dari alam binatang, membuat kita takjub akan Ciptaan Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang profesor dari Inggris melakukan penelitian tentang kebiasaan seekor semut. Hari pertama, dia meletakkan segenggam nasi yang jaraknya tak terlampau jauh dari sebuah sarang semut. Setelah menunggu tak lebih dari lima menit secara tidak diduga datang serombongan semut mendekati nasi tersebut. Dan kemudian mereka mengangkat sebutir nasi secara satu persatu sampai nasi itu habis. Melihat peristiwa tersebut Profesor tersebut berdecak kagum dan sambil menuliskan hasil pengamatannya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, profesor tersebut melakukan suatu percobaan yang cukup unik. Dia mencari sebuah sarang semut yang cukup besar. Setelah ditemukannya sarang semut tersebut, profesor tersebut langsung menghancurkan sarang semut tersebut. Karena merasa sarangnya diganggu. Maka semut pun berhamburan keluar dan naik ke atas sepatu dan celana profesor tersebut. Dan mulai melakukan pembalasan. Mereka menggingitnya dengan semangat. Tidak hanya satu tapi ratusan semutpun ikut membantu. Mereka tak peduli pada bahaya yang mengancam. Bisa jadi badan mereka hancur dan remuk oleh tangan dan sepatu sang profesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pengamatannya selama dua hari tersebut sang profesor menemukan banyak karakter positif dari semut. Dan hebatnya karakter semut yang seakan sudah menjadi filosofi hidup para semut, dapat dijadikan pedoman untuk bekerja. Memang filosofi itu sangat sederhana, namun jika kita dapat menerapkannya, kita akan menjadi pekerja handal yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, simak deh filosofi semut yang hebat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Semut selalu bekerjasama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan cara kerja semut, mulai dari mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ke tempat mereka. Begitu seterusnya hingga butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para semut bisa Anda jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja Anda kesulitan, apa salahnya kita membantu. Toh hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi namun demi kepentingan kelompok atau bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Semut saling peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan semut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bangsa manusia, menegur atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka.Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti 'care' memberi arti tersendiri bagi karyawan. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan kerja Anda, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? So, sikap ini dapat ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut tidak pernah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara pandang yang penting. Kita tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut- semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas kita harus memikirkan tentang halilintar. Kita seharusnya memikirkan badai sewaktu kita menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan, seperti halnya 'sedia payung sebelum hujan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa lain, filosofi semut dapat kita teladani di lingkungan kerja kita. Dengan menjaga kerjasama, kekompokkan, saling peduli, kerja keras,pantang menyerah, dan optimis memandang masa depan. Bagaimana? Tentu saja karena kita lebih hebat dari bangsa semut, kita bisa mencapai sukses yang luar biasa, jika kita berusaha! Sukses buat kita semua…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6134723310826533449?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6134723310826533449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-semut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6134723310826533449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6134723310826533449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-semut.html' title='Belajar Dari Semut'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1094361215031796501</id><published>2010-03-19T19:10:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T19:10:49.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Adab Menyambut Bayi</title><content type='html'>Pengajian: Adab Menyambut Kelahiran Bayi  &lt;br /&gt;Ditulis oleh Dewan Asatidz   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian kitab kuning kita kali ini, adalah pembahasan tentang penyambutan bayi yang baru lahir, dengan referensi Kitab "Tuhfatul Habib Ala Syarhil Khatib" dan "Mughnil Muhtaj ila ma'rifati alfadhil Minhaj" pada sub bab Aqiqah. Bagi yang ingin membaca source textnya langsung silahkan klik di sini [1] dan [2]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bayi yang baru dilahirkan, Sunnah untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Diadzani di telinga kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di-iqomat-i di telinga kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efeknya apa? Menurut hadits tersebut, ada jin tertentu yang bernama Ummu Shibyan (US), dia suka mengikuti kelahiran bayi. Nah adzan tadi berguna agar gangguan US tadi tidak menimbulkan efek apapun. Selain itu, agar kalimah2 tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi. Memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila dibacakan, akan membuat setan lari. Jadi adzan dan iqomat ini disamping memang rekomendasi (sunnah), namun juga dhahir dan batinnya sendiri bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sunnah juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibacakan Ayat kursi (QS. AlBaqarah 255)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibacakan Ayat Inna Rabbakumullah (QS. Al-A'raf 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibacakan QS Al-Ikhlas (Qulhuwallahu ahad, dst) di telinga kanan [Lihat 14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibacakan Muawwidzatain (dua audzu), yakni Q.S. Al-Falaq dan An-Nas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibacakan Doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ ، وَرَبُّ الْأَرْضِ ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a-ilaaha-illalla-hul adhimul halim. La-ilaaha-illalla-hu rabbul arsyil adhim. La-ilaaha-illalla-hu rabbus samawati warabbul ardli warabul arsyil karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dilanjutkan doa Nabi Yunus (QS. Al-Anbiya' 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيكُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanada fidh dululmati alla ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minadh dhalimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Juga Dibacakan Inna Anzalnahu (QS Al-Qadr 1..5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Bajuri (Hasyiah Fathul Qorib), Insya Allah telah disebutkan sbb: Dengan dibacakan QS. Al-Qadr ini, bayi tadi Insya Allah tak akan berzina seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi bacaan2 di atas bukanlah wajib. Tidak dibaca sama sekali juga tidak berdosa. Hanya saja sayang beribu sayang, sebab kesempatan untuk membacakan itu (konteks disunnahkannya) hanyalah sekali seumur hidup, yakni saat dilahirkannya si bayi. Dan seandainya bayi tersebut mengerti keengganan orang tuanya (padahal sudah tau), bisa dibayangkan betapa menyesalnya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tips dari orang tuanya Sayyidah Maryam yg berdoa saat kelahiran beliau (Q.S. Ali-Imran 36), yakni "Ya Allah saya mohon perlindunganMu untuk anak ini (Maryam) dan keturunannya (Nabi Isa AS), dari syaithanir rajim" yakni ayat "Inni Uidzuha bika wa dzurriyyataha minasy sayithanirrajiim" [13] (HR Imam Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diriwayatkan oleh Shahabat Abu Hurairah RA yang kemudian merekomendasikannya "iqrauu in syi'tum", "Nah kalau kalian pingin, yah bacalah ayat itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, siapa yang tidak pingin, kalau anaknya dilindungi Tuhan dari setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan di tafsirnya, bahwa Allah SWT telah berkenan menjaga S. Maryam dan N. Isa dari sentuhan setan saat beliau lahir, berkah didoai dengan doa tersebut [3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips yang lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memberikan harum-haruman (za'faron, parfum bayi, dll) di atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beraqiqah (memotong kambing) pada hari ke-7 (misal lahir Senin, hari ke-7 adalah Ahad) [5]. Daging disedekahkan dalam keadaan matang dan sebagiannya boleh dimakan sendiri. Diusahakan agar tulang belulang kambing tidak sampai pecah, sehingga pemotongan diusakan agar tepat di persendiannya. Hal ini dengan harapan agar kondisi fisik si bayi nantinya kuat. Bumbu masakannya lebih dimaniskan, dengan harapan akhlaknya nantipun juga manis, disamping memang kesukaan Rasulullah adalah masakan manis dan madu [7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Urutannya adalah aqiqah, kemudian cukur rambut, dan dinamai [6]. Boleh saja dinamai pada hari pertama, bila tidak berniat aqiqah [8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saat itulah nama diberikan, dan diusahakan sebagus mungkin. Rasulullah SAW bersabda, "nanti pada saat qiamat, kalian akan dipanggil sesuai nama kalian dan bapak kalian, karena itu baguskanlah namamu" [9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pencukuran rambut dilakukan setelah pemotongan kambing, sebagaimana pada haji, tahallul dilakukan setelah qurban [10]. Rambut tadi dikumpulkan, ditimbang, dan beratnya dikonversikan ke emas atau perak [11]. Rasulullah SAW memerintahkan Sayyidah Fathimah untuk menimbang rambut Sayyidina Husein dan bershadaqah emas seberat rambut itu dan memberikan hadiah khusus (paha/kaki kambing) ke bidan yang menolong kelahirannya [12].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tahnik. Para shahabat punya kebiasaan, bila bayinya telah lahir, mereka langsung membawanya ke hadapan Rasulullah SAW. Selanjutnya beliau menyuruh untuk mengambil kurma, kemudian mengunyahnya, hingga halus, lalu mengambilnya sedikit (dari dalam mulut beliau), dan menyuapkannya ke mulut bayi, dengan cara menyentuhkannya di langit-langit mulut bayi yang akan "otomatis" menghisapnya. Di sini akan masuk 2 hal, yakni glukosa (karbohidrat) untuk kekuatan fisik dan ludah Rasulullah SAW yang membawa berkah. Sunnah ini dilanjutkan oleh ummat Islam, dengan mentahnikkan bayinya kepada para ulama, dengan sabda Nabi "Al-Ulamau waratsatul Ambiya'", ulama itu pewaris para Nabi. Bila tak ditemui ulama (kaum shalihin) laki2, maka perempuanpun tidak ada masalah [15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ucapan Selamat [16]. Kita berikan ucapan selamat untuk keluarga yang baru melahirkan ini, ucapan standarnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu[16a].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan dikaruniai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang diberi ucapan selamat, menjawabnya, jawaban standardnya adalah : Barakallahu laka wabaraka alaika "atau" ajzalallahu tsawabaka [16b].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an uraian ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiroshima, 11 Juli 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1094361215031796501?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1094361215031796501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/adab-menyambut-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1094361215031796501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1094361215031796501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/adab-menyambut-bayi.html' title='Adab Menyambut Bayi'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-758851985949733882</id><published>2010-03-19T18:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T18:42:10.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Menyambut Kedatangan Bayi</title><content type='html'>Blog Entry MENYAMBUT KEHADIRAN BUAH HATI Aug 27, '09 11:56 PM&lt;br /&gt;for everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah Ta’ala kepada setiap makhluk-Nya. Rasanya tak ada nikmat setelah iman dan islam yang lebih berharga daripada kehadiran buah hati yang lucu-lucu menghiasi kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tapi jangan lupa, anak sebenarnya amanah yang dititipkan Allah Sang Maha Pencipta untuk dijaga dan dididik sesuai dengan perintah-Nya, demi menggapai tujuan penciptaan jin dan manusia di muka bumi, yaitu menyembah Allah Ta’ala semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Untuk itu, penting rasanya mengetahui bagaimana tuntunan Islam dalam menyambut kehadiran buah hati di tengah sebuah keluarga. Apalagi bila itu adalah anak pertama dari sebuah pasangan yang telah bertahun-tahun menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Islam menganjurkan adanya upacara perayaan penyambutan kehadiran anak. Ini termasuk bagian dari syiar agama yang mulia ini untuk selalu dilestarikan oleh para penganutnya. Paket acara dalam penyambutan itu tertuang dalam beberapa upacara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AQIQAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Salah satu hal yang disunnahkan menyambut kelahiran anak adalah aqiqah. Secara bahasa artinya adalah pemutusan. Orang arab biasa menyebut kata ini untuk dua makna, yaitu mencukur rambut bayi dan menyembelih kurban untuknya. Dalam Islam dia menjadi syariat tersendiri, yaitu penyembelihan hewan untuk dimakan bersama dagingnya dalam rangka kelahiran seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Yang bertanggung jawab dalam masalah aqiqah ini adalah orangtua si bayi. Hukumnya sunnah muakkad bahkan ada beberapa ulama yang menganggapnya wajib bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Disunnahkan satu ekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk satu anak laki-laki, sebagaimana hadits dari Aisyah ra yang berkata, ”Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berakikah dengan satu ekor kambing untuk bayi perempuan dan dua ekor untuk bayi laki-laki.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jumlah kambing berdasarkan jumlah anak. Bila kembar perempuan berarti dua ekor kambing, bila kembar laki-laki berarti 4 ekor, bila kembar laki-laki dan perempuan berarti tiga ekor. (Lihat: Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, oleh Prof Dr. Wahbah Az-zuhaili, juz 4 hal. 286 program maktabah Syamilah edisi 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tapi boleh pula satu kambing untuk satu ekor anak laki-laki, karena Rasulullah SAW mengakikahkan Al-Hasan dan Al-Husain (cucu beliau) masing-masing satu ekor kambing, meski masih ada masalah dalam riwayatnya sebagaimana keterangan Syekh Al-Albani panjang lebar dalam kitab Irwa` Al-Ghalil, juz 4, hal. 379, nomor hadits, 1164.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pengakikahan anak dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Hanya saja kadang ada kekeliruan dalam menentukan kapan hari ketujuh itu. Kalau si anak itu lahir hari Sabtu, maka akikahnya hari Jum’at, artinya sehari sebelum hari kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dalam Islam hari dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib) dan berlangsung selama dua puluh empat jam. Artinya, kalau bayi itu lahir setelah adzan Maghrib hari malam Jum’at berarti dia diangap lahir pada hari Jum’at. Maka, akikahnya dilaksanakan pada hari Kamis. Pelaksanaannya boleh pada malam Kamis, boleh pula siangnya (24 jam), tapi tidak boleh lagi pada malam Jum’at, karena sudah memasuki hari kedelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Bila ada halangan baik teknis maupun non teknis untuk melaksanakannya pada hari ketujuh maka hendaklah pada hari ke empat belas. Bila belum bisa juga hendaklah menunggu sampai hari ke dua puluh satu. Lewat dari itu maka tidak berlaku lagi kelipatan tujuh dan bisa diakikahkan kapan saja kalau sudah sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Akikah dilakukan dengan menyembelih kambing.  Boleh jantan boleh pula betina. Dagingnya dibagikan kepada siapa saja terutama orang miskin. Sunnahnya adalah membagikannya setelah dimasak. Boleh dengan mengantarkannya kepada para tetangga, boleh pula dengan mengundang orang makan di rumah kita layaknya pesta seprti yang bisa dilakukan masyarakat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Andai jumlah tamu banyak dan tidak cukup hanya dengan seekor kambing maka boleh lebih dari satu atau dua ekor. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Hal lain yang merupakan penyambutan terhadap bayi yang baru lahir adalah pemberian nama. Nama adalah doa, sehingga nama yang baik diharapkan sebagai doa yang selalu melekat pada diri yang punya sampai akhir hayatnya. Makanya Rasulullah SAW bersabda, ”Yang namanya Aslam (selamat) akan diselamatkan oleh Allah, yang namanya Ghifar (pengampunan) akan diampuni oleh Allah dan yang namanya ’Ushayyah (kemaksiatan) akan bermaksiat kepada Allah.” (HR. Al-Bukhari, no. 961, Muslim, no. 679).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama yang baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Nabi SAW mengajarkan pemberian nama yang baik, antara lain beliau bersabda, ”Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim, no. 2132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Di antara nama yang dianjurkan adalah Muhammad atau Ahmad sebagai nama Nabi kita SAW yang tercinta. Dalam hadits dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah SAW bersabda, ”Hendaklah kalian bernama seperti namaku.....” (HR. Muslim, no. 2133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Selain itu, disunnahkan pula memberi nama sesuai dengan nama-nama Nabi, seperti Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain. Nabi SAW sendiri memberi nama anaknya dengan nama Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Khusus untuk wanita ada baiknya memberi nama yang diabadikan dalam Al-Qur`an yaiu Maryam. Ini adalah satu-satunya nama wanita yang disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur`an. Selain itu, bagus pula nama Asiyah, Fathimah, Khadijah dan Aisyah karena mereka adalah para wanita yang disebutkan keutamaannya dalam hadits. Dalam sebuah hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda, ”Tak ada wanita yang sempurna melainkan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Keutamaan Aisyah (istri beliau SAW -pen) dibanding wanita-wanita lain adalah bagaikana keutamaan Tsarid (roti kualitas istimewa kala itu – pen) dibanding makanan lain.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dalam hadits lain dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya para wanita yang paling utama dari kalangan penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun dan Maryam binti Imran, semoga Allah meridhai mereka semua.” (HR. Ahmad dalam musnadnya, no. 2536).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Diantara nama-nama yang baik adalah nama para tokoh muslim dan para pahlawan agama yang terkenal kebaikannya. Misalnya, nama-nama para sahabat Nabi SAW, para istri beliau, para tabi’in dan para ulama yang terkenal berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan sunnah di akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Adapun nama-nama malaikat, maka ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian ada yang menganggapnya sunnah, ada pula yang menganggapnya mubah, bahkan ada yang menganggapnya makruh. Syekh Al-Utsaimin menganggapnya makruh tanpa menjelaskan alasan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama yang buruk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dalam beberapa hadits Rasulullah SAW melarang penamaan dengan nama yang menunjukkan sesuatu yang sangat optimis tapi memalukan bila tak terjangkau. Dari Samurah bin Jundab ra, Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan memberi nama anakmu Yasar (gampang menyelesaikan urusan), Rabah (selalu untung), Najah (selalu berhasil) dan Aflah (paling beruntung). Sebab, bila nanti dia ditanya apakah itu benar terjadi (nama sesuai dengan nasib)? Akan dijawab, “tidak”.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Maksud hadits ini bila ternyata nama tidak sesuai dengan orang dikhawatirkan akan menjadi ejekan. Wallahu a’alam.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah dihindari pemberian nama anak dengan nama-nama yang diagungkan orang-orang kafir, apalagi nama berhala atau dewa. Misalnya, Krisna, Brahma, Wisnu, Dewa, Dewi, Sri, dan lain sebagainya. Akan lebih baik buruk lagi memberi nama anak Sun go Kong atau Hanuman, karena selain berhala juga orangnya buruk rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Juga dilarang memberi nama yang mengingatkan tokoh yang terkenal dengan kemaksiatan, misalnya nama artis, politisi dan lain-lain yang dari segi makna tidak baik juga mengningatkan ketokohan orang-orang yang durhaka kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dibenci pula memberi nama dengan nama khas orang kafir, misalnya Theresa guna mengenang Bunda Theresa. Sebab, meskipun dia orang yang terkenal baik, tapi tetap sebagai tokoh agama selain Islam yang tidak boleh dijadikan contoh dalam agama ini. Atau nama Mahatma Gandhi yang alasannya sama dengan nama Theresa di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Selain itu tak boleh memberi nama anak dengan nama yang hanya boleh disandang oleh Allah, misalnya, Malakul Amlak atau Syahansyah yang kalau diterjemahkan adalah Rajadiraja. Juga nama Ar-Rahman, Al-Quddus, Al-Mutakabbir, Al-Jabbar dan lain sebagainya karena itu adalah nama dan sifat yang hanya bisa dimiliki oleh Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama yang mubah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Diantara nama yang disunnahkan dan yang dimakruhkan ada pula nama yang diperbolehkan. Ukurannya adalah sebuah nama yang tidak mengandung dosa, atau makna seperti yang dikandung dalam nama-nama yang dimakruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Nama itu bisa berasal dari kata bahasa Arab, bisa pula bahasa setempat. Misalnya nama Budi. Nama ini netral dan tidak bermasalah bila seorang muslim memiliki nama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Boleh pula nama yang merupakan ciri khas suatu daerah, misalnya nama Endang atau Asep untuk Sunda, Selamet atau Bambang untuk orang Jawa dan lain sebagainya, asalkan nama itu tidak menjadi ciri khas dari sebuah kayakinan di luar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencukur Rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pada hari ketujuh kelahiran bayi atau masih dalam rangkaian acara aqiqah disunnahkan pula mencukur rambut bayi sampai habis lalu ditimbang, untuk kemudian dicari uang perak sesuai berat rambut tersebut untuk disedekahkah kepada fakir miskin. Ini berdasarkan hadits dari Samurah bin Jundub, Rasulullah SAW bersabda, ”Setiap anak akan tertahan dengan akikahnya, hendaklah disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud, An-Nasa`iy, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Lalu rambut itu ditimbang dan orangtuanya bersedekah sejumlah harga perak berdasarkan timbangan rambut itu. Misalnya setelah ditimbang beratnya ada lima gram maka hendaknya bersedekah dengan uang seharga perak lima gram, dan itu cukup murah sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ini berdasarkan hadits dari dari Abu Rafi’ dimana ketika Al-Husain lahir Rasulullah SAW bersabda kepada Fathimah, “Timbanglah rambut Husain lalu bersedekahlah dengan perak sesuai timbangan itu.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahnik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tahnik artinya mengunyahkan kurma ke mulut bayi yang baru lahir dengan cara mengerakkannya ke kanan dan ke kiri secara lembut. Ini merupakan sunnah sebagaimana tersebut dalam beberapa hadits, antara lain hadits Asma` binti Abu Bakr ra, dia menceritakan ketika mengandung Abdullah bin Az-Zubair, ”Aku mendatangi Madinah dan singgah di Quba sampai melahirkannya (Abdullah) di sana. Kemudian aku mendatangi Nabi SAW dan meletakkan bayi ini di kamar beliau. Beliau lalu minta sebutir kurma dan mengunyahnya, lantas memasukkannya ke mulut bayi ini. Sehingga jadilah air liur beliau yang pertama kali masuk ke dalam mulutnya. Berikutnya beliau mengunyahkan kurma itu di mulut sang bayi lalu mendoakannya agar mendapat berkah. Dia (Abdullah bin Zubair) adalah anak pertama yang lahir setelah turunnya agama Islam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan di telinga Bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Setelah meneliti status hadits dalam masalah ini maka hadits Abu Rafi’ yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika baru dilahirkan derajatnya minimal hasan. Demikian menurut Syekh Nashiruddin Al-Albani dalam kitabnya Irwa` Al-Ghalil, juz 4, hal. 393 – 394, nomor hadits, 1173. Sehingga, bisa diamalkan. Sedangkan masalah adzan di telinga kanan dan qamat di telinga kiri haditsnya dha’if dan belum bisa diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jadi, yang sunnah adalah adzan di telinga kanan si bayi. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari adzan di telinga bayi ini sebagaimana kata Ibnu Al-Qayyim dalam kitab Tuhfat Al-Maudud (hal. 21-22) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.            Mengajarkan si bayi akan kebesaran Tuhannya dan meneguhkan kalimat tauhid dalam jiwanya sejak dia terlahir ke dunia sebagaimana akan ditalkinkan pula kepadanya ketika dia hendak menghadap Allah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.            Sebagai pelindung dari setan (jin jahat) yang selalu mengincar anak manusia semenjak lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Khitan disyariatkan untuk laki-laki berdasarkan kesepakatan para ulama. Sedangkan untuk anak perempuan maka pendapat yang benar dia tetap sunnah asal caranya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Masalah khita wanita memang masih menjadi perdebatan apakah sunnah atau tidak. Sebab, beberapa hadits yang secara spesifik menjelaskan kesunnahan khitan wanita semua sanadnya bermasalah. Tambahan lagi, kalangan medis juga belum mengambil sikap pasti terhadap kegunaan khitan wanita ini. Bahkan, kalangan medis di kalangan barat menganggapnya merugikan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tapi bila kita perhatikan para ulama terdahulu antara lain Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengutarakan bahwa salah satu hikmah dari khitan bagi wanita adalah agar libido seksualnya tidak terlalu liar sehingga jadi maniak seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Cara khitan bagi anak wanita berdasarkan sunnah adalah dengan mengiris tipis klitoris tapi tidak sampai memotongnya. Sebab, bila dipotong habis akan menyebabkan sang wanita tidak bisa menikmati hubungan kelamin, dan inilah yang ditentang oleh kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sedangkan bila pelaksanaan khitan itu benar, maka tidak ada masalah. Kebanyakan wanita muslimah di Indonesia dikhitan oleh bidan atau dokter ketika mereka lahir. Dan, tidak ada pengaruh signifikan dalam libido seksual mereka yang tetap bisa menikmati hubungan seksual bahkan pada sampai orgasme klitroal. Bahkan, para wanita yang telah dikhitan dengan cara yang benar tetap bisa melakukan masturbasi sampai orgasme meski perbuatan ini dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jadi, tuduhan bahwa khitan wanita merugikan kaum perempuan tidaklah benar. Meski saat ini dunia medis belum menemukan keuntungan terukur dari khitan wanita, itu tidaklah menjadi halangan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan sunnah Nabi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Satu hal yang pasti para wanita yang tidak dikhitan kebanyakan memiliki nafsu seksual yang terlalu tinggi. Tak bisa terpuaskan oleh satu pria dan itu jela berbahaya bagi kehidupan umat Islam. Berbeda dengan kehidupan orang barat dimana hubungan seksual disamakan dengan makanan, boleh didapatkan dimana saja. Na’udzu billah min dzalik!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anshari Taslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-758851985949733882?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/758851985949733882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/menyambut-kedatangan-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/758851985949733882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/758851985949733882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/menyambut-kedatangan-bayi.html' title='Menyambut Kedatangan Bayi'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8038206726802774060</id><published>2010-03-13T00:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T00:00:17.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyemangat Hidup'/><title type='text'>Renungan Untuk Bekal Mati</title><content type='html'>Perjalanan Kehidupan&lt;br /&gt;22 Mei 2009 22:20&lt;br /&gt;Wahai manusia, panah kematian ditujukan ke dadamu, sehingga waspadailah ia.&lt;br /&gt;Jebakan harapan dipasang di depanmu, sehingga hati-hatilah dengannya.&lt;br /&gt;Ujian kehidupan dunia telah mengelilingimu, maka hindarilah kegagalan didalamnya.&lt;br /&gt;Jangan tersesat dengan kondisi baikmu, karena niscaya ia akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang yang terlena dalam rangkaian masa,&lt;br /&gt;ada pesan buat anda, tidakkah engkau sadar?&lt;br /&gt;jika anda dibelai rasa kantuk,&lt;br /&gt;sang masa terjaga seharian suntuk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah bekal di dunia&lt;br /&gt;sebab anda tidak mengira&lt;br /&gt;jika malam telah pekat&lt;br /&gt;akankah anda hidup hingga fajar esok terlihat&lt;br /&gt;berapa pemuda yang waktu-waktunya penuh berisikan tawa&lt;br /&gt;padahal kain kafannya telah dirajut untuknya, dia tidak mengira&lt;br /&gt;berapa pula balita yang berharap panjang umur&lt;br /&gt;jasad tubuhnya keburu dimasukkan dalam kepekaan kubur&lt;br /&gt;berapa banyak mempelai berhias untuk suaminya&lt;br /&gt;tapi pada malam pernikahan keburu terenggut nyawanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah engkau akan mengira hari esok masih ada untukmu?&lt;br /&gt;sadarilah itu wahai saudaraku!&lt;br /&gt;tahukah engkau bahwa kematian itu lebih dekat dari tali sandal yang engkau kenakan?&lt;br /&gt;jagalah dirimu! jagalah aqidahmu, jagalah akhlakmu, dan selamatkanlah akhiratmu!&lt;br /&gt;dan mintalah penjagaan dari sang maha penjaga dengan sebaik-baik penjagaan.&lt;br /&gt;sebelum dirimu hancur oleh masa...&lt;br /&gt;penyesalan hanyalah sia-sia jika nyawa sudah tak ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8038206726802774060?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8038206726802774060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/renungan-untuk-bekal-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8038206726802774060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8038206726802774060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/renungan-untuk-bekal-mati.html' title='Renungan Untuk Bekal Mati'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1373165858698779931</id><published>2010-03-12T23:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T23:53:00.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keindahan Islam'/><title type='text'>Keindahan Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/240194122/ea8dc976/Keindahan_Islam.html" target=_blank&gt;Keindahan Islam.docx&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1373165858698779931?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1373165858698779931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/keindahan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1373165858698779931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1373165858698779931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/keindahan-islam.html' title='Keindahan Islam'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2921431839899331914</id><published>2010-03-12T22:48:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T22:48:58.487-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Intisari Islam</title><content type='html'>Makassar, 18 Sept 2007 - 6 Ramadhan 1428&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah tulisan rintisan. Bermaksud untuk mengeluarkan intisari ajaran Islam yang terdapat dalam ribuan ayat Al-Quran dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsinya, untuk memudahkan setiap individu muslim atau non muslim; muallaf atau non muallaf dalam mempelajari dan memahami keseluruhan ajaran Islam dalam waktu yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan umum tulisan ini adalah untuk mengingatkan setiap individu bahwa misinya di dunia ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"meraih hasanah di dunia dan hasanah di akhirat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa tulisan ini adalah tulisan rintisan, maka Anda akan menemukan penambahan, pengurangan, maupun penyempurnaan setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama: Kematian dan Pasca Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari bagian ini adalah mengidentifikasi bahwa setiap muslim hendaknya mengingat dua hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa setelah wafat, ada masih ada peluang untuk 'mendulang pahala'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akhir hidup seorang muslim hendaknya dalam kondisi "syahadah" (atau lebih populer dengan istilah "mati syahid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berorientasi kepada kedua hal di atas, berarti seorang muslim telah 'merencanakan' akhir yang bahagia (happy ending, husn al-khatimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua: Menjalani Hidup yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang ingin dijawab pada bagian kedua ini adalah : bagaimana setiap individu bisa menikmati "hidup yang hasanah" di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kondisi hidup yang hasanah di dunia dipahami dengan terpenuhinya seluruh kebutuhan individu dengan cara (jalan, metode, sistem, thariqah, sabil/subul, shirath) yang "Islamy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, setiap upaya individu untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya di dunia ini dengan cara yang islamy akan digelari dengan sebutan "ibadah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, "ibadah" dalam konteks pembicaraan ini, bermakna "segala upaya pemenuhan kebutuhan hidup di dunia secara islamy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasa damai, tenang, bahagia, aman. Kebutuhan ini bolehlah kita beri nama dengan kebutuhan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini kita beri nama kebutuhan sosial(isasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendapatkan dan memberikan informasi (pengetahuan dan keterampilan). Kita beri nama kebutuhan ini dengan kebutuhan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesehatan, kebugaran, dan keindahan fisik/tubuh. Ini adalah kebutuhan jasmani/fisikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Seorang Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi terpenuhinya kebutuhan di atas bisa digunakan untuk merumuskan 'identitas' (ciri-ciri) sejati seorang muslim. Seorang muslim adalah seorang yang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * memancarkan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan&lt;br /&gt;    * luas pergaulannya dan bermanfaat bagi orang banyak&lt;br /&gt;    * cerdas dan terampil&lt;br /&gt;    * kaya serta sehat dan bugar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kita bisa, jika ingin, memperpanjang daftar di atas dengan menguraikan ciri-ciri yang sudah disebutkan dalam empat poin tersebut. Kita juga bisa memasukkan ciri khas seorang muslim ketika ia wafat: tidak tampak penderitaan di wajahnya, tercium aroma wangi yang khas baik di sekitar tempat ia meninggal atau di makamnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas Pemenuhan Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebutuhan spiritual dipenuhi dengan cara "zikr" dan "syukr".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebutuhan sosial dipenuhi dengan cara: a) mengamati/memperhatikan, b) mendengarkan, c) berbicara, dan d) membantu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebutuhan intelektual dipenuhi dengan cara: a) membaca, b) menulis, c) mencoba, dan d) mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kebutuhan jasmani dipenuhi dengan cara: a) 'bekerja' untuk memperoleh uang, b) makan-minum yang halal lagi thayyib, c) membersihkan dan 'memperindah' bagian dalam dan luar tubuh, d) 'bekerja' untuk memperoleh dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran dan Hadits berisi informasi seputar "aktifitas" pemenuhan kebutuhan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada aktifitas yang prosedur pelaksanaannya (kondisi, syarat) dijelaskan secara terperinci dan 'ketat'. Ketat dalam pengertian penjelasan tersebut sedemikian jelasnya hingga tidak menimbulkan 'penafsiran' yang berbeda atau beragam bagi yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, tidak sedikit pula aktifitas yang aturannya dijelaskan secara umum dan 'longgar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh dilupakan, bahwa beberapa aktiftas pemenuhan kebutuhan adalah "khas Islam". Maksudnya, prosedur atau aturan aktifitas tersebut hanya ada dan diakui dalam Islam. Misalnya, zikr. Aktifitas ini adalah "khas Islam". Ia bukanlah "meditasi", meski ada element meditasi yang disebut 'mirip' dengan prosedur berzikr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, aktifitas yang khas Islam pada umumnya dijelaskan secara terperinci dan ketat. Keterlibatan 'kreatifitas' individu untuk menciptakan prosedur, aturan, atau cara baru dalam konteks ini sangatlah minimal (untuk tidak mengatakan tidak ada sama sekali atau dilarang. Lihat: bid'ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, aktifitas pemenuhan kebutuhan yang tidak khas Islam, pada umumnya dijelaskan secara umum dan longgar. Seperti aktifitas memelihara kebersihan tubuh dan lingkungan. Di sinilah keterlibatan kreatifitas manusia untuk membuat prosedur, aturan, atau cara dibuka luas (untuk tidak mengatakan dianjurkan/disunnahkan atau diperintahkan/diwajibkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan aktifitas pemenuhan kebutuhan di atas untuk selanjutnya kita sebut dengan 'amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal Shalih vs Amal Thalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Amal, sebagaimana umum diketahui, ada yang sifatnya shalih dan ada pula yang thalih (tidak shalih). Ada cara 'bekerja' untuk memperoleh uang yang shalih dan ada yang thalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menggunakan kata 'shalih' untuk menunjukkan bahwa kategori 'baik' di sini tidak saja baik dari sisi 'hukum'-nya (wajib atau haram; kategorisasi syariah atau fiqh) tetapi juga baik dari sisi 'moral/akhlaq' -nya (dianjurkan atau tidak dianjurkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa depan, ketika kita menemukan 'perintah' untuk beramal shalih, maknailah dengan: perintah untuk memenuhi kebutuhan kita (dan bukannya kebutuhan Allah) secara shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menemukan perintah 'berzikr', maka maknailah dengan: Allah swt memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda, yaitu memperoleh dan menikmati ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal yang Diperintahkan dan yang Dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada aktifitas pemenuhan kebutuhan yang diperintahkan dan ada yang dilarang. Ada 'amal yang diperintahkan untuk dikerjakan dan ada pula 'amal yang dilarang untuk dikerjakan, meski kalau dikerjakan akan mampu memenuhi kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Amal Shalih: Kuantitas dan Kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Hasil berzikr adalah ketenangan, kedamaian diri.&lt;br /&gt;    * Hasil bersyukur adalah bertambahnya ni'mat yang akan diterima&lt;br /&gt;    * Hasil bershilaturrahim adalah rezeki yang lancar&lt;br /&gt;    * Hasil belajar dan mengajar adalah...&lt;br /&gt;    * Hasil bekerja adalah uang&lt;br /&gt;    * Hasil makan-minum adalah kesehatan dan kebugaran&lt;br /&gt;    * Hasil berolahraga adalah kesehatan dan kebugaran&lt;br /&gt;    * Hasil memelihara kebersihan dan keindahan tubuh dan lingkungan sekitar adalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman ini, segala sesuatunya hampir bisa diukur dengan angka, diberi peringkat, dan diperlombakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang muslim bersungguh-sungguh (baca: berlomba-lomba) dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia ini, maka kesungguhannya itu akan menjadikannya sebagai individu yang sangat produktif. Kondisi ini sudah mendekati kondisi "hasanah di dunia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Amal Shalih: Duniawi vs Ukhrawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rujukan: Duniawi vs Ukhrawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah keyakinan seorang muslim bahwa hidupnya di dunia ini akan ia lanjutkan di akhirat (setelah 'meninggalkan dunia')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata duniawi bermakna bersifat dunia, keduniawian. Sementara kata ukhrawi bermakna bersifat akhirat, keakhiratan. AKhirat yang dimaksud di sini adalah jannah (surga) dan bukan naar (neraka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dunia juga bisa dimaknai dengan 'dekat' sebagai lawan dari akhirat, 'jauh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menempatkan keduanya dalam konteks tujuan, maka kata dunia bermakna tujuan jangka pendek dan kata akhirat bermakna tujuan jangka panjang. Individu disebut berorientasi duniawi jika ia menetapkan tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski suatu amal dikerjakan secara shalih, namun belum tentu amal tersebut bernilai ukhrawi, atau bahasa awamnya: diterima Allah; memperoleh pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi kebutuhan hidup di dunia tidak selalu bernilai 'duniawi'. Terkadang, sebuah aktifitas ('amal) yang tidak ada aturannya (baca: hukumnya, prosedurnya, syarat, dan rukunnya) dalam Al-Quran dan Hadits bisa bernilai ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendorong dan Pencegah Amal Shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mencegah seseorang dari memenuhi kebutuhannya secara shalih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Malas, Manja/tidak ingin mersusah payah, bekerja keras&lt;br /&gt;    * Tidak mengetahui cara yang shalih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2921431839899331914?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2921431839899331914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/intisari-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2921431839899331914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2921431839899331914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/intisari-islam.html' title='Intisari Islam'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1483811983907971304</id><published>2010-03-12T22:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T22:24:47.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionis Teroris Sejati'/><title type='text'>Zionis berkembang subur di Indonesia</title><content type='html'>SATU UMAT: Kakitangan Zionis di Sekeliling Kita Hari Ini&lt;br /&gt;Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman sebagai pembicara kedua kembali membongkar zionis. Protokol Yahudi ialah doktrin-doktrin Yahudi Israel yang ditujukan kepada para gentile (non-yahudi) untuk mencapai tujuannya dengan berbagai cara dan tipu Lebih sadis lagi; mereka haus darah peperangan dan pembunuhan, pembenci Nabi Muhammad SAW dan ummatnya, biang kejahatan dan kemungkaran, bangsa terlaknat karena menuduh Allah SWT mempunyai anak, pelaku terorisme, penuhan materi dan&lt;br /&gt;Sumber: http://satuumat.blogspot.com/2010/02/kakitangan-zionis-di-sekeliling-kita.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1483811983907971304?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1483811983907971304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/zionis-berkembang-subur-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1483811983907971304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1483811983907971304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/zionis-berkembang-subur-di-indonesia.html' title='Zionis berkembang subur di Indonesia'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6150782093435611675</id><published>2010-03-12T21:06:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T21:06:49.424-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Pelecehan Islam'/><title type='text'>Pelecehan Terhadap Muslimah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/240126875/db966a85/Sejarah_pelecehan_wanita_musli.html" target=_blank&gt;Sejarah pelecehan wanita muslim.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6150782093435611675?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6150782093435611675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pelehan-terhadap-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6150782093435611675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6150782093435611675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pelehan-terhadap-muslimah.html' title='Pelecehan Terhadap Muslimah'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6057542605001507030</id><published>2010-03-12T21:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T21:02:17.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Islam Pahlawan Sejati Dunia  Akherat</title><content type='html'>http://www.4shared.com/file/240125296/c33e3c89/Sejarah_Nabi_Muhammad_SAW_Sing.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6057542605001507030?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6057542605001507030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/islam-pahlawan-sejati-dunia-akherat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6057542605001507030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6057542605001507030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/islam-pahlawan-sejati-dunia-akherat.html' title='Islam Pahlawan Sejati Dunia  Akherat'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7796103364145834082</id><published>2010-03-12T07:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T07:13:13.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Teroris ?'/><title type='text'>Siapa  Teroris Sejati ?</title><content type='html'>Teroris Sejati Adalah Islam, Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah terorisme telah mengglobal dan dibicarakan oleh hampir seluruh kalangan. Bahkan istilah atau kata terorisme telah dipergunakan oleh Amerika sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam. Perang melawan terorisme telah menjadi teror baru bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimin yang berdakwah dan bercita-cita menjalankan syariat secara kaaffah. Lalu apakah pengertian sebenarnya dari istilah terorisme ini? Siapakah teroris yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pertama dan utama dalam perdebatan seputar "terorisme" adalah masalah definisi. Tidak ada satu definisi pun yang disepakati oleh semua pihak. Terorisme akhirnya menjadi istilah multitafsir, setiap pihak memahaminya menurut definisi masing-masing, dan sebagai akibatnya aksi dan respon terhadap terorisme pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan banyak kalangan untuk mendefinisikan istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme menurut Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat adalah “Tindak kekerasan apapun atau tindakan paksaan oleh seseorang untuk tujuan apapun selain apa yang diperbolehkan dalam hukum perang yang meliputi penculikan, pembunuhan, peledakan pesawat, pembajakan pesawat, pelemparan bom ke pasar, toko, dan tempat-tempat hiburan atau yang sejenisnya, tanpa menghiraukan apa pun motivasi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oxford’s Advanced Learner’s Dictionary, 1995 mendefinisikan Terorisme adalah Penggunaan tindak kekerasan untuk tujuan politis atau untuk memaksa sebuah pemerintahan untuk melakukan sesuatu (yang mereka tuntut), khususnya untuk menciptakan ketakutan dalam sebuah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan intelejen Amerika CIA mendefinisikan Terorisme Internasional sebagai terorisme yang dilakukan dengan dukungan suatu pemerintahan atau organisasi asing dan atau diarahkan untuk melawan nasional, institusi, atau pemerintahan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Oxford Dictionary disebutkan : Terrorist : noun person using esp organized violence to secure political ends. (perorangan tertentu yang mempergunakan kekerasan yang terorganisir dalam rangka meraih tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Encarta Dictionary disebutkan : Terrorism : Violence or the threat of violence carried out for political purposes. (Kekerasan atau ancaman kekerasan yang dilakukan demi tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terrorist : Somebody using violence for political purposes : somebody who uses violence or the threat of violence, especially bombing, kidnapping, and assassanition, to intimidate, often for political purposes. (Seseorang yang menggunakan kekerasan untuk tujuan politis: seseorang yang menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan, terkhusus lagi pengeboman, penculikan dan pembunuhan, biasanya untuk tujuan politis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. F. Budi Hardiman dalam artikel berjudul "Terorisme: Paradigma dan Definisi" menulis: "Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakut-nakuti, mengancam, memberi kejutan, kekerasan, atau mem­bunuh dengan maksud menyebarkan rasa takut adalah taktik-taktik yang sudah melekat dalam perjuangan kekua­saan, jauh sebelum hal-hal itu dinamai “teror” atau “terorisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “terorisme” sendiri pada 1970-an dikenakan pada beragam fenomena: dari bom yang meletus di tempat-tempat publik sampai dengan kemiskinan dan kelaparan. Beberapa pemerintah bahkan menstigma musuh-musuhnya sebagai “teroris” dan aksi-aksi mereka disebut “terorisme”. Istilah “terorisme” jelas berko­notasi peyoratif, seperti juga istilah “genosida” atau “tirani”. Karena itu istilah ini juga rentan dipolitisasi. Kekaburan definisi membuka peluang penyalahgunaan. Namun pendefinisian juga tak lepas dari keputusan politis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip dari Juliet Lodge dalam The Threat of Terrorism (Westview Press, Colorado, 1988), “teror” itu sendiri sesungguhnya merupakan pengalaman subjektif, karena setiap orang memiliki “ambang ketakutannya” masing-masing. Ada orang yang bertahan, meski lama dianiaya. Ada yang cepat panik hanya karena ketidaktahuan. Di dalam dimensi subjektif inilah terdapat peluang untuk “kesewenangan” stigmatisasi atas pelaku terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Memanfaatkan Terorisme Untuk Melawan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noam Chomsky, ahli linguistik terkemuka dari Massachussetts Institute of Technology, AS, telah menyebutkan kebijakan Amerika dan Barat terhadap Dunia Islam dengan isu "terorisme" ini sudah begitu kuat terasa sejak awal 1990–an. Tahun 1991, ia menulis buku "Pirates and Emperor: International Terrorism in The Real World."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noam Chomsky&lt;br /&gt;Noam Chomsky, ahli linguistik terkemuka dari AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya yang dimuat oleh harian The Jakarta Post (3 Agustus 1993), dan dimuat ulang terjemahannya oleh harian Republika dengan judul "Amerika Memanfaatkan Terorisme Sebagai Instrumen Kebijakan", ia menulis bahwa Amerika memanfaatkan terorisme sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kebijakan Amerika dan Barat untuk memerangi dunia Islam dengan menggunakan isu "perang melawan terorisme internasional" sudah digulirkan sejak awal 1990-an, jauh sebelum kemunculan Taliban, apalagi Al-Qaeda, tragedi WTC maupun berbagai pemboman di sejumlah kawasan di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, perang melawan terorisme yang digalang oleh Amerika, Barat dan antek-anteknya, sejatinya adalah perang malawan Islam dan kaum Muslimin. Targetnya adalah umat Islam, sampai kepada titik mengganti kurikulum pendidikan agama agar sesuai dengan nilai-nilai dan keinginan Barat. Upaya apapun untuk mengkaburkan hakekat ini, justru kontra produktif dan menguntungkan mereka-mereka yang membenci Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Dengan Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, istilah terorisme sendiri tidak pernah dikenal. Jikapun dicari padanan kata terorisme, maka yang dikenal adalah istilah Al Irhab, yang menurut Imam Ibnu Manzhur dalam ensiklopedi bahasanya mengatakan: Rohiba-Yarhabu-Rohbatan wa Ruhban wa Rohaban : Khoofa (takut). Rohiba al-Syai-a Rohban wa Rohbatan : Khoofahu (takut kepadanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa difahami bahwa kata Al-Irhab (teror) berarti (menimbulkan) rasa takut. Irhabi (teroris) artinya orang yang membuat orang lain ketakutan, orang yang menakut-nakuti orang lain. Dus, setiap orang yang membuat orang yang ia inginkan berada dalam keadaan ketakutan adalah seorang teroris. Ia telah meneror mereka, dan sifat "teror" melekat pada dirinya, baik ia disebut sebagai seorang teroris maupun tidak; baik ia mengakui dirinya seorang teroris maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, tidak diperbolehkan untuk melanggar kesucian kehidupan seseorang, baik secara lisan, fisik, maupun finansial, tanpa ijin atau hak dari Sang Pencipta, Allah SWT. Setiap Muslim memiliki kesucian jiwa, harta, dan kehormatan, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membantu orang untuk membunuh kaum Muslimin bahkan dengan sebuah ucapan atau kurma, maka dia kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian adanya, maka apa namanya ketika tentara Amerika datang dari jauh ke Irak untuk membunuh dan menawan kaum Muslimin, seraya mengklaim bahwa mereka memerangi teroris, yang diartikan (menurut) mereka dengan menghancurkan masjid-masjid, menawan para Muslimah, menginjak-injak Al-Qur’an sebagaimana mereka melakukannya juga di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya ? Tindakan inilah yang merupakan akar permasalahan terorisme yang hingga saat ini terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika, The Real Terrorist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas adalah fakta yang tidak terbantahkan. Terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati. Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak, pasca Perang Teluk Kedua (1991). Kaum Muslimin menjadi korban, tidak kurang 1,5 juta orang meninggal. Belum lagi mereka yang cacat dibombardir tentara Multinasional dalam Perang Teluk Kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 12 tahun embargo, tahun 2003 Amerika dengan sekutu-sekutunya menginvasi Irak, menggulingkan pemerintahan, dan membentuk pemerintahan boneka. Dalam aksinya ini, Amerika telah membunuh ribuan kaum Muslimin, baik anak-anak, orang tua, maupun wanita. Semuanya demi kepentingan Amerika dan sekutunya. Apakah aksi-aksi brutal ini bukan sebuah bentuk teror, bahkan puncak dari teror ? Dus, Amerika dan sekutunya adalah teroris bahkan teroris sejati? Sayangnya media massa menyebut warga Irak yang mempertahankan negaranya dari agresi Amerika itulah yang teroris, fundamentalis, ataupun pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh serupa terjadi di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya, seperti Afghanistan, dan Pakistan. Bahkan contoh kasus negeri Muslim Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 oleh Israel atas restu Amerika dan sekutunya, lebih menunjukkan lagi bahwa Amerika benar-benar teroris sejati. Serangkaian teror yang dilakukan agresor Israel atas kaum Muslimin Palestina tidak pernah mendapatkan sanksi. Tentu saja karena Israel dibesarkan dan dibela oleh Amerika. Setiap tahun, Amerika memberikan bantuan ekonomi kepada Israel tak kurang dari 3 miliar dolar USA. Ini belum terhitung bantuan militer yang dipergunakan untuk melakukan politik terornya kepada bangsa muslim Palestina yang tak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semuanya sangat tergantung kepada definisi teror dan terorisme yang saat ini didominasi oleh definisi yang dibuat Amerika dan sekutu-sekutunya. Seandainya mereka membuat definisi standar "teror dan terorisme" yang dapat diterima semua pihak, mereka (Amerika) adalah pihak pertama dan teratas yang menempati daftar teror dan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah membunuh rakyat sipil yang tak berdosa; anak-anak, wanita dan orang tua, maka mereka adalah teroris paling pertama, teratas dan terjahat yang dikenal oleh sejarah umat manusia. Mereka telah membantai jutaan rakyat sipil tak berdosa di seluruh dunia; Jepang, Vietnam, Afghanistan, Iraq, Palestina, Chechnya, Indonesia dan banyak negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah membom tempat-tempat dan kepentingan-kepentingan umum, mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang mengajarkan, memulai dan menekuni hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah menebarkan ketakutan demi meraih kepentingan politik, maka merekalah yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi teror adalah pembunuhan misterius terhadap lawan politik, maka mereka adalah pihak pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika definisi mendukung teroris adalah membiayai, melatih dan memberi perlindungan kepada para pelaku kejahatan, maka mereka adalah pihak yang pertama, teratas dan terjahat yang melakukan hal itu. Mereka bisa berada di balik berbagai kudeta di seluruh penjuru dunia. Aliansi Utara di Afghanistan, John Garang di Sudan, Israel di bumi Islam Palestina, Serbia dan Kroasia di bekas negara Yugoslavia, dan banyak contoh lainnya merupakan bukti konkrit tak terbantahkan bahwa The Real Terrorist adalah Amerika dan sekutu-sekutunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme, Perang Melawan Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini menjadi jelas siapa sebenarnya teroris sejati. Amerika bersama sekutunya telah melakukan teror kepada Islam dan kaum Muslimin sejak lama, diketahui bahkan direstui oleh dunia internasional. Ini sungguh tidak adil. Dunia diam saja dengan jumlah korban yang mencapai ratusan ribu dari umat Islam, namun berteriak-teriak lantang dan dipublikasikan luas jika dari pihak Amerika dan sekutunya yang terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas realita teror dan terorisme ini cukup memberi contoh bentuk teror yang hari ini wujud di pentas dunia. Perang terhadap terorisme yang dikampanyekan oleh dunia internasional hari ini, di bawah arahan Amerika, tanpa memberi definisi dan batasan yang jelas terhadap "teror dan terorisme" telah menjadi alat efektif kekuatan pembenci Islam, untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin. Melalui kampanye media massa dan elektronik internasional, "teror dan terorisme" telah didistorsikan dan dikaburkan sedemikian rupa; definisi, batasan, substansi, tujuan dan bentuk kongkritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika definisi teror dan terorisme distandarisasi, maka mereka yang akan menjadi pihak yang paling pertama, teratas dan terjahat yang terkena definisi tersebut. Oleh karenanya, mereka enggan memberikan definisi teror dan terosrime. Satu-satunya hal yang bisa dipahami seluruh umat manusia di dunia saat ini, bahwa "teror dan terorisme" versi hukum internasional (PBB yang mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara adidaya lainnya) adalah Islam dan umat Islam, terutama umat Islam yang ingin hidup di dunia ini dengan merdeka penuh, bertauhid dan membela orang bertauhid, serta ingin menjalankan Islam secara kaafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bis Showab!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7796103364145834082?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7796103364145834082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/siapa-teroris-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7796103364145834082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7796103364145834082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/siapa-teroris-sejati.html' title='Siapa  Teroris Sejati ?'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7697495382801906858</id><published>2010-03-12T06:57:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T06:57:30.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sang Licik HAM'/><title type='text'>Dasar Pengkhianat Bertobatlah sebelum Kiamat !</title><content type='html'>Laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS terbaru tentang hak asasi manusia menunjukkan peningkatan diskriminasi terhadap umat Islam sedang marak di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan HAM itu menunjukkan bukti yang jelas: Swiss dengan larangan pembangunan kubah masjid yang diberlakukan pada bulan November, larangan atau pembatasan jilbab dan burqa dipakai oleh umat Islam di Prancis, Jerman, dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu mengatakan: "Diskriminasi terhadap umat Islam di Eropa telah menjadi keprihatinan yang meningkat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerman dan Belanda melarang guru-guru mengenakan jilbab atau burqa di tempat kerja, dan Prancis melarang Muslimah memakai pakaian agama di depan umum, kata laporan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya laporan ini juga berkaca pada diri sendiri. Bukan hanya di Eropa, tetapi juga di Amerika sendiri tidak jauh berbeda. (sa/aljazeera)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7697495382801906858?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7697495382801906858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/dasar-pengkhianat-bertobatlah-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7697495382801906858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7697495382801906858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/dasar-pengkhianat-bertobatlah-sebelum.html' title='Dasar Pengkhianat Bertobatlah sebelum Kiamat !'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3532262601727014180</id><published>2010-03-12T06:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T06:30:07.963-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembela ISRAEL'/><title type='text'>Berita kesadisan keturunan Moyet</title><content type='html'>Dalam pidatonya di Universitas Tel Aviv, Kamis (11/3), Wakil Presiden AS, Joe Biden mengatakan bahwa tidak ada teman yang lebih baik bagi Washington di dunia kecuali Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biden mengatakan bahwa sejak kecil ia sudah memiliki rasa keterikatan dengan Israel. "Beberapa tahun yang lalu saya mengatatakan, jika saya seorang Yahudi, saya akan menjadi seorang Zionis," kata Biden mengingat masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan saya diingatkan oleh ayah saya bahwa saya harus jadi orang Yahudi jika ingin menjadi seorang Zionis," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biden yang rencananya akan berada di Israel selama lima hari kembali mengatakan bahwa pemerintah AS telah memberikan bantuan sebesar 3 miliar USD setiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk keperluan militer Israel. Dalam pidatonya di Universitas Tel Aviv, ia lagi-lagi mengatakan bahwa Iran akan menerima sanksi yang lebih berat dan dan akan makin diisolasi terkait program nuklirnya. Dan AS akan menggalang dukungan dunia internasional untuk menerapkan sanksi yang lebih berat bagi Teheran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait konflik Israel-Palestina, Biden menyatakan, perundingan antara Israel-Palestina tidak boleh ditunda hanya karena masalah pembangunan pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan. Pernyataan Biden menunjukkan sikap AS yang bermuka dua dalam konflik Israel-Palestina. Di satu sisi, para pejabat AS mengecam aktivitas pembangunan pemukiman ilegal yang dilakukan Israel di wilayah Palestina, di sisi lain AS tetap memberikan dukungan butanya pada Israel sehingga tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan pembangunan pemukiman ilegal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kunjungan Wakil Presiden AS ke Israel, militer rezim Zionis masih terus melakukan serangan sporadis terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Jumat (12/3) dinihari, pesawat tempur Zionis membombardir dua tempat di selatan Jalur Gaza yang menyebabkan sejumlah warga sipil Palestina mengalami luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer Israel mengakui bahwa pagi ini mereka membom sebuah bengkel pengolahan logam di Khan Younis dan beberapa menit kemudian membom sebuah terowongan di Rafah. Militer Zionis menyatakan, dua serangan itu sebagai balasan atas tembakan roket dari wilayah Gaza yang menghantam sebuah bengkel kosong di selatan Israel hari Kamis kemarin. (ln/prtv/eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;Dalam pidatonya di Universitas Tel Aviv, Kamis (11/3), Wakil Presiden AS, Joe Biden mengatakan bahwa tidak ada teman yang lebih baik bagi Washington di dunia kecuali Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biden mengatakan bahwa sejak kecil ia sudah memiliki rasa keterikatan dengan Israel. "Beberapa tahun yang lalu saya mengatatakan, jika saya seorang Yahudi, saya akan menjadi seorang Zionis," kata Biden mengingat masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan saya diingatkan oleh ayah saya bahwa saya harus jadi orang Yahudi jika ingin menjadi seorang Zionis," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biden yang rencananya akan berada di Israel selama lima hari kembali mengatakan bahwa pemerintah AS telah memberikan bantuan sebesar 3 miliar USD setiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk keperluan militer Israel. Dalam pidatonya di Universitas Tel Aviv, ia lagi-lagi mengatakan bahwa Iran akan menerima sanksi yang lebih berat dan dan akan makin diisolasi terkait program nuklirnya. Dan AS akan menggalang dukungan dunia internasional untuk menerapkan sanksi yang lebih berat bagi Teheran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait konflik Israel-Palestina, Biden menyatakan, perundingan antara Israel-Palestina tidak boleh ditunda hanya karena masalah pembangunan pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan. Pernyataan Biden menunjukkan sikap AS yang bermuka dua dalam konflik Israel-Palestina. Di satu sisi, para pejabat AS mengecam aktivitas pembangunan pemukiman ilegal yang dilakukan Israel di wilayah Palestina, di sisi lain AS tetap memberikan dukungan butanya pada Israel sehingga tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan pembangunan pemukiman ilegal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kunjungan Wakil Presiden AS ke Israel, militer rezim Zionis masih terus melakukan serangan sporadis terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Jumat (12/3) dinihari, pesawat tempur Zionis membombardir dua tempat di selatan Jalur Gaza yang menyebabkan sejumlah warga sipil Palestina mengalami luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer Israel mengakui bahwa pagi ini mereka membom sebuah bengkel pengolahan logam di Khan Younis dan beberapa menit kemudian membom sebuah terowongan di Rafah. Militer Zionis menyatakan, dua serangan itu sebagai balasan atas tembakan roket dari wilayah Gaza yang menghantam sebuah bengkel kosong di selatan Israel hari Kamis kemarin. (ln/prtv/eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3532262601727014180?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3532262601727014180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/berita-kesadisan-keturunan-moyet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3532262601727014180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3532262601727014180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/berita-kesadisan-keturunan-moyet.html' title='Berita kesadisan keturunan Moyet'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3901674804059525569</id><published>2010-03-10T20:59:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:59:23.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238714712/1a2e09a5/n652107582_793475_2291.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238714712/1a2e09a5/n652107582_793475_2291.jpg?rnd=0.8281608615003868" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3901674804059525569?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3901674804059525569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_8582.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3901674804059525569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3901674804059525569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_8582.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7040578113536656776</id><published>2010-03-10T20:54:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:54:13.157-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238714085/50c731ca/n561084856_316779_7181.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238714085/50c731ca/n561084856_316779_7181.jpg?rnd=0.8332789065983146" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7040578113536656776?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7040578113536656776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_1923.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7040578113536656776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7040578113536656776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_1923.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3127416608994053653</id><published>2010-03-10T20:50:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:50:25.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238711835/8afe498b/n561084856_316776_6098.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238711835/8afe498b/n561084856_316776_6098.jpg?rnd=0.24677756223042913" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3127416608994053653?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3127416608994053653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_323.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3127416608994053653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3127416608994053653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_323.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3377894509886504365</id><published>2010-03-10T20:46:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:46:18.257-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238709207/ba9effed/n561084856_316770_9941.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238709207/ba9effed/n561084856_316770_9941.jpg?rnd=0.21305570374512317" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3377894509886504365?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3377894509886504365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_4690.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3377894509886504365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3377894509886504365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_4690.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-189067897286282106</id><published>2010-03-10T20:38:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:38:25.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238708263/5315fb17/n561084856_316758_1360.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238708263/5315fb17/n561084856_316758_1360.jpg?rnd=0.3647326154856011" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-189067897286282106?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/189067897286282106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_3270.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/189067897286282106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/189067897286282106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_3270.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8336804046865257832</id><published>2010-03-10T20:36:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:36:13.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238707755/cff3df5c/105abd569a2f.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238707755/cff3df5c/105abd569a2f.jpg?rnd=0.671004827199762" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8336804046865257832?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8336804046865257832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_7877.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8336804046865257832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8336804046865257832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_7877.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3223829321565070513</id><published>2010-03-10T20:34:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:34:28.133-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238707067/f9ffb36/2129_martyrs_in_gaza_holocaust.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238707067/f9ffb36/2129_martyrs_in_gaza_holocaust.jpg?rnd=0.07979139490995801" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3223829321565070513?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3223829321565070513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_7531.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3223829321565070513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3223829321565070513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_7531.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2458588614164068327</id><published>2010-03-10T20:30:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:30:36.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238706566/c6ef6e2e/Gallery-Gaza-update-01010-002.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238706566/c6ef6e2e/Gallery-Gaza-update-01010-002.jpg?rnd=0.7856130966668345" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2458588614164068327?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2458588614164068327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_1300.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2458588614164068327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2458588614164068327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_1300.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2846388592489212275</id><published>2010-03-10T20:29:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:29:06.519-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238706272/ddd68df3/Gallery-Gaza-update-01010-007.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238706272/ddd68df3/Gallery-Gaza-update-01010-007.jpg?rnd=0.9644312391992368" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2846388592489212275?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2846388592489212275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_6091.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2846388592489212275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2846388592489212275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_6091.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2408409785407868466</id><published>2010-03-10T20:27:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:27:42.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238705923/c946092f/Gallery-Israeli-missile-s-004.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238705923/c946092f/Gallery-Israeli-missile-s-004.jpg?rnd=0.9947945352723301" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2408409785407868466?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2408409785407868466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-zionis_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2408409785407868466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2408409785407868466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-zionis_10.html' title='Korban Teroris Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7847251055904543646</id><published>2010-03-10T20:26:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:26:00.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238704255/db8db259/Gallery-Israeli-missile-s-006.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238704255/db8db259/Gallery-Israeli-missile-s-006.jpg?rnd=0.7470102868944961" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7847251055904543646?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7847251055904543646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7847251055904543646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7847251055904543646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-zionis.html' title='Korban Teroris Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5491949835299119119</id><published>2010-03-10T20:21:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:21:55.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238703561/6f550bbf/images_News_2008_02_29_mohamma.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238703561/6f550bbf/images_News_2008_02_29_mohamma.jpg?rnd=0.37239342728929514" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5491949835299119119?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5491949835299119119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5491949835299119119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5491949835299119119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_10.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4047837211302255431</id><published>2010-03-10T20:20:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:20:01.787-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238702941/ecc5f73c/GazaSUN3-7791.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238702941/ecc5f73c/GazaSUN3-7791.jpg?rnd=0.2994289603966892" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4047837211302255431?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4047837211302255431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_6037.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4047837211302255431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4047837211302255431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_6037.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8236967018401901175</id><published>2010-03-10T20:18:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:18:19.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238701631/ba6d8928/GazaSUN2-8397.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238701631/ba6d8928/GazaSUN2-8397.jpg?rnd=0.6260909619294794" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8236967018401901175?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8236967018401901175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_9663.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8236967018401901175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8236967018401901175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_9663.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5133880352253038654</id><published>2010-03-10T20:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:16:38.473-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238700779/69a4c94c/gaza-martyr.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238700779/69a4c94c/gaza-martyr.jpg?rnd=0.41709311015392303" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5133880352253038654?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5133880352253038654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5133880352253038654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5133880352253038654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis_10.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2310321572606953094</id><published>2010-03-10T20:14:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T20:14:36.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Kurban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238699852/7c58cb25/gaza-house.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238699852/7c58cb25/gaza-house.jpg?rnd=0.2973722333671839" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2310321572606953094?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2310321572606953094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/kurban-teroris-sejati-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2310321572606953094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2310321572606953094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/kurban-teroris-sejati-zionis.html' title='Kurban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8854726887493402456</id><published>2010-03-10T20:12:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:12:25.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Korban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238698884/98297738/gaza7.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238698884/98297738/gaza7.jpg?rnd=0.9739197337449269" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8854726887493402456?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8854726887493402456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8854726887493402456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8854726887493402456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/korban-teroris-sejati-zionis.html' title='Korban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8078328565974116205</id><published>2010-03-10T20:10:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:10:00.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto korban Teroris Sejati Zionis'/><title type='text'>Foto Kurban Teroris Sejati Zionis</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/238697824/3aa58fe4/gaza3.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/238697824/3aa58fe4/gaza3.jpg?rnd=0.981641878214456" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8078328565974116205?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8078328565974116205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/foto-kurban-teroris-sejati-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8078328565974116205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8078328565974116205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/foto-kurban-teroris-sejati-zionis.html' title='Foto Kurban Teroris Sejati Zionis'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1758317028936824078</id><published>2010-03-09T07:38:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T07:38:00.516-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionis Teroris Sejati'/><title type='text'>Fakta Zionis/NATO</title><content type='html'>Default Barack Obama &amp; NATO sang teroris sejati&lt;br /&gt;Siapakah teroris sejati? Dialah yg paling banyak melakukan pembantaian kepada warga sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marjah Menjadi Ladang Pembantaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Nato mengirimkan sepertiga pasukannya ke Selatan Afghanistan, ke propinsi Helmand, yang bertujuan untuk membersihkan pejuang Taliban yang berada di kota Marjah. Lebih 35.000 pasukan gabungan Nato, dan didukung pasukan darat Afghanistan, dengan menggunakan berbagai jenis peralatan militer yang canggih, kini mengepung dari berbagai penjuru kota Marjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kekuatan pejuang Taliban yang berada di Marjah tak lebih hanya 2.000 pejuang, Tak sebanding dengan pasukan Nato yang kini mengepung kota Marjah. Seperti Jalut menghadapi Thalut. Perang akan menjadi sempurna. Para pejuang Taliban tidak banyak pilihan. Untuk dapat keluar dari kepungan pasukan Nato yang menggunakan peralatan militer yang canggih dan dalam jumlah besar, sangat kecil peluangnya dapat keluar dari Marjah. Satu-satunya jalan dapat keluar dari kepungan Nato itu hanya melewati gurun pasir yang luas, dan pasti Taliban akan terjebak di rawa-rawa gurun yang ganas. Pasukan Nato akan dengan mudah memusnahkan mereka dengan menggunakan pesawat tempur dan helikopter black hawk yang dipersenjatai rudal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejuang Taliban telah berjanji tidak akan keluar dan meninggalkan Marjah. Serangan besar-besaran yang dalam hitungan waktu, dan dengan segala kemampuan militernya Nato, pasti akan akan menjadi ‘the final days’ (hari-hari akhir) para pejuang Taliban di wilayah itu. Marjah akan menjadi tempat ladang pembantaian (the killing field) oleh pasukan Nato terhadap Taliban dan penduduk sipil di kota itu. Marjah akan menjadi kuburan massal bagi para pejuang Taliban. Marjah akan akan menjadi tempat kuburan terbesar bagi para syuhada, yang dibantai oleh para penjajah yang telah meluluh-lantakkan Afghanistan. Para pejuang Taliban mungkin akan dikalahkan oleh pasukan Nato, yang memiliki kekuatan jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan tidak meninggalkan kota Marjah, adalah sebuah pilihan yang penuh dengan kemuliaan dan bentuk perlawanan yang nyata terhadap para penjajah yang bertindak secara barbar. Melakukan pemusnahan dengan menggunakan militer, yang telah membunuh ratusan ribu rakyat yang tidak berdosa secara kejam dan biadab.&lt;br /&gt;AS, Barat, dan Zionis, secara jelas-jelas bukan hanya menciptakan kekacauan, penderitaan terhadap rakya t di negara-negara muslim , tetapi juga sengaja menciptakan kematian dalam skala yang luas dengan tujuan ingin melakukan penjajahan yang permanen. Peristiwa yang terjadi di negeri-negeri muslim, seperti di Timur Tengah (Iraq, Yaman, dan Palestina), Asia Selatan (Afghanistan dan Pakistan), Afrika (Somalia dan Sudan), sebuah bukti yang sangat jelas, betapa mereka ingin melanggengkan penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap elemen dan gerakan yang menentang penjajahan AS, Barat, dan Zionis, sekarang dihancurkan dengan kekuatan militer secara massive, yang sebelumnya diberi lebeling yang konvensional, yang seolah-oleh itu sebagai ancaman keamanan global. Terorisme menjadi ancaman global, sejak peristiwa 11 September 2001, dan tidak pernah dibuktikan siapa pelaku yang sesungguhnya. Tetapi hanya pernyataan Presiden AS George Bush, semuanya menjadi sah untuk dihancurkan dengan menggunakan kekuatan militer. Taliban yang telah diberi lebeling oleh Bush sebagai ‘teroris’ yang mendukung Usamah bi n Laden harus dimusnahkan, dan tidak ada lagi ruang untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang –orang yang memiliki keyakinan dan menyakini sebuah cita-cita yang berdasarkan keyakinan itu dihancurkandan di musnahkan. Taliban Pakistan di Lembah Swat dan Selatan Waziristan hanya ingin hidup dengan Islam, dan Taliban Afghanistan menolak hegemoni AS, tetapi itu sudah dianggap sebagai sebuah ancaman keamanan. AS men dorong Pakistan menghabisi Taliban yang melakukan kerjasama dengan Al-Qaidah, dan dianggap menjadi ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marjah sejak tadi malam telah dikepung Pasukan Nato dari berbagai penjuru, dan gerakan militer itu, menuju ke titik pertahanan Taliban di Marjah. Inilah saat pembantaian yang terjadi di wilayah itu, yang dilakukan pasukan gabungan Nato. Mereka dengan menggunkan kekuatan militer yang dimilikinya menggunakan mesin perang itu untuk menghancurkan Taliban. Anak-anak, wanita, orangtua, dan orang sipil lainnya telah menjadi korban yang berguguran akibat mesin perang Nato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti janji Obama yang Ingin memusnahkan Taliban dan Al-Qaidah, seperti janji kampanyenya yang lalu sebelum terpilih menjadi presiden. Getir nasib bagi siapa saja yang sudah mendapat lebel ‘teroris’ alias Taliban dan Al-Qaidah, mereka harus menerima keadaan itu. Tanpa dapat membela dirinya, kecuali kematian. Tetapi lebih mulia mati daripada harus dijajah dan diperbudak oleh AS,Barat dan Zionis Israel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1758317028936824078?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1758317028936824078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/fakta-zionisnato.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1758317028936824078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1758317028936824078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/fakta-zionisnato.html' title='Fakta Zionis/NATO'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2903220941639918636</id><published>2010-03-08T21:00:00.001-08:00</published><updated>2010-03-08T21:00:28.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Surat  Al Ikhlas</title><content type='html'>1     Katakanlah: `Dialah Allah, Yang Maha Esa`.(QS. 112:1)&lt;br /&gt;::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash 1&lt;br /&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1)&lt;br /&gt;Dahhak meriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus kepada Nabi Muhammad SAW Amir bin Tufail, menyampaikan amanah mereka kepada Nabi, ia berkata: "Engkau telah memecah belahkan keutuhan kami, memaki-maki "tuhan" kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta. Jika engkau gila kami obati. Jika engkau ingin wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya". Nabi menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لست بفقير ولا مجنون ولا هويت امرأة أنا رسول الله أدعوكم من عبادة الأصنام إلى عبادته. فأرسلوه ثانية وقالوا: قل له بين لنا جنس معبودك. امن ذهب أو من فضة؟ فأنزل الله هذه السورة.&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa", kemudian mereka mengutus utusannya yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembeh itu. Apakah Dia dari emas atau perak?", lalu Allah menurunkan surah ini.&lt;br /&gt;(HR. Dahhak)&lt;br /&gt;Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi SAW. iaitu mentauhidkan Allah dan menyucikan-Nya serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa.&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan dalam hadis, "Bahwa surah ini sebanding dengan sepertiga Alquran," karena barang siapa menyelami artinya dengan bertafakur yang mendalam, niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini.&lt;br /&gt;Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi-Nya menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan sesuatu apapun. Tegasnya keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada afal-Nya.&lt;br /&gt;Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af'al-Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.&lt;br /&gt;(Q.S. Yasin: 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.(QS. 112:2)&lt;br /&gt;::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash 2&lt;br /&gt;اللَّهُ الصَّمَدُ (2)&lt;br /&gt;Pada ayat ini Allah menambahkan penjelasan tentang sifat Tuhan Yang Maha Esa itu, yaitu Dia adalah Tuhan tempat meminta dan memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3  Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,(QS. 112:3)&lt;br /&gt;::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash 3&lt;br /&gt;لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.&lt;br /&gt;Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;فاستفتهم ألربك البنات ولهم البنون أم خلقنا الملائكة إناثا وهم شاهدون ألا إنهم من إفكهم ليقولون ولد الله وإنهم لكاذبون&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.&lt;br /&gt;(Q.S. As Saffat: 149-152).&lt;br /&gt;Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan.&lt;br /&gt;Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya, Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Maha suci Allah dari apa yang tersebut.&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas berkata: "Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa A.S. dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4  dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia `.(QS. 112:4)&lt;br /&gt;::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash 4&lt;br /&gt;وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.&lt;br /&gt;Untuk meresapkan arti ketauhidan kepada Allah yang terkandung dalam surah Al Ikhlas, maka kami mencantumkan pada akhir tafsir surah ini sebuah munajat kepada Allah yang diamalkan oleh mereka yang tekun melaksanakan ibadahnya:&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن والاه، يا من لا أرى سواه وإن تعددت المظاهر ولا أناجي إلا إياه وإن كثرت الظواهر ولا أبتغي إلا جدواه وإن تنوعت المصادر أسألك بحق توحيدك في الوجود وتعدد تجلياتك في الشهود وبحرمة ظهورك للبصائر واحتجابك عن المشاعر أن تقضي حاجتي إليك.... وإن لا تجعل فيها معولي إلا عليك وصلى الله على سيدنا (3 kali) محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه"&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-nikmat-Nya dan seimbang nikmat tambahan-Nya. Semoga rahmat dan keselamatan dilimpahkan kepada Nabi penutup, Muhammad SAW yang tidak ada lagi Nabi sesudahnya dan kepada sekalian keluarganya, sahabat dan sekalian yang mencintainya. Ya Allah, Tuhan yang aku tidak melihat (dengan mata hatiku) selain Dia, walaupun banyak gejala-gejala nampak, dan yang aku tidak bermunajat melainkan kepada-Nya saja, walaupun banyak wujud-wujud di alam lahir dan yang aku tidak menginginkan melainkan manfaat-Nya walaupun banyak sumber-sumber pengambilannya. Aku mohon kepada-Mu dengan tawassul kepada keesaan-Mu di alam wujud dan berbilangnya tajalli (penampakan kekuasaan-Mu) di alam pancaindera dan dengan kehormatan nampaknya keagungan-Mu bagi mata hati dan tertutupnya Engkau dari jangkauan pancaindera, agar kiranya Engkau mengabulkan hajat permohonanku ini dan agar Engkau tidak membiarkan aku bersandar pada permohonanku ini; (sebutkan hajat yang dimaksud) apa hanya semata-mata kepada rahmat karunia-Mu saja dan semoga rahmat keselamatan dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan kepada sekalian keluarganya dan sahabatnya. (3x).&lt;br /&gt;Munajat ini mengandung pula permohonan dipenuhi segala hajat keperluan yang direnungkan ketika sampai kepada kalimat:&lt;br /&gt;أن تقضي حاجتي إليك.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2903220941639918636?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2903220941639918636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-al-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2903220941639918636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2903220941639918636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-al-ikhlas.html' title='Surat  Al Ikhlas'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7237927075904059629</id><published>2010-03-08T20:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:47:05.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Surat Al Falaq ( Waktu Subuh )_</title><content type='html'>Kategori Al-Qur'an : Tafsir&lt;br /&gt;Tafsir Surat Al-Falaq&lt;br /&gt;Selasa, 30 Agustus 2005 07:09:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAFSIR SURAT AL-FALAQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1]&lt;br /&gt;“Dari kejahatan makhluk-Nya” [Al-Falaq : 2]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita” [Al-Falaq : 3]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” [Al-Falaq : 4]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” [Al-Falaq : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ‘basmalah” telah berlalu penjelasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb Falaq adalah Allah. Al-Falaq maknanya subuh. Boleh juga dengan makna lebih umum, yaitu setiap apa yang dimunculkan Allah pada pagi hari, seperti subuh, biji buah-buahan dan biji tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan” [Al-An’am : 95]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dia menyingsingkan pagi” [Al-An’am : 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari kejahatan makhluknya” [Al-Falaq : 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dari kejahatan seluruh makhlukNya hingga kejahatan dirinya sendiri. Karena nafsu selalu memerintahkan untuk berbuat jahat. Jika engkau katakan, dari kajahatan makhluk-Nya, maka engkau adalah orang pertama yang termasuk di dalamnya. Sebagaimana yang tertera dalam khutbah hajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya “ Min syarri maa kholaq” mencakup setan dari golongan jin dan manusia dan kejahatan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita” [Al-Falaq : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan arti ‘al-ghasiq’ ialah malam, dan dikatakan juga artinya bulan. Yang shahih adalah bahwa ‘al-ghasiq’ mencakup kedua makna. Adapun ‘al-ghasiq’ artinya malam karena Allah Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dirikan shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam” [Al-Israa : 78]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari banyak kejahatan dan binatang buas berkeliaran. Oleh karena itu, dipinta perlindungan dari kejahatan al-ghasiq, yaitu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-ghasiq dengan arti bulan terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ketika beliau menunjukkan bulan kepada ‘Aisyah seraya bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Inilah yang disebut al-ghasiq” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan dikatakan ghasiq karena cahayanya muncul di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa min syarri ghasiqin idzaa wa qab” athaf kepada “ min syarri maa kholaq” yang termasuk dalam bab, athaf khusus kepada yang umum. Karena ghasiq termasuk makhluk Allah Azza wa Jalla. Adapun firman Allah “ Idza wa qab” yakni, jika menjelang. Malam jika datang menjelang disebut ghasiq begitu juga bulan jika bersinar cerah disebut ghasiq. Ini semua terjadi pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” [Al-Falaq : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“An-Naffaatsaati fii al-uqad” yaitu para tukang sihir yang mangikat tali dan lain-lain, kemudian menghembusnya sambil membacakan mantera-mantera yang terdiri dari nama-nama syetan. Ia menghembus setiap buhul yang ia ikat. Demikianlah ia lakukan berulang-ulang. Tukang sihir yang tercela ini menginginkan orang tertentu agar sihirnya mengenai orang tersebut. Allah menyebut ‘naffaatsaat’ (bentuk perempuan) tidak ‘naffaatsiin’ (bentuk lelaki). Karena kebanyakan yang melakukan jenis sihir ini adalah wanita. Oleh karena itu, Allah menyebutkan“An-Naffaatsaati fii al-uqad” . Dan kemungkinan juga maksud dari An-Naffaatsat ialah hembusannya, yang berarti mencakup pria dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” [Al-Falaq : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasid ialah seorang yang benci terhadap orang lain karena mendapat nikmat Allah. Jika seseorang mendapat nikmat berupa harta, kedudukan, ilmu dan lain-lain, dada mereka terasa sesak sehingga muncul sikap iri tersebut. Al-Hassad (orang-orang yang mempunyai sifat dengki) ini terbagi menjadi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang benci terhadap orang lain karena mendapat nikmat Allah, tetapi ia tidak berbuat apa-apa terhadap orang tersebut. Kamu akan lihat dia seperti orang yang terkena demam panas jika melihat orang lain mendapat nikmat, tetapi ia tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan dan bala’ ada pada orang yang dengki bila ia bertindak. Oleh karena itu, Allah berfirman “idzaa hasad” artinya jika ia dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tindakan orang yang dengki ialah ‘Ain yang mengenai seseorang . yaitu, orang ini benci kepada orang lain karena mendapat nikmat Allah, ia merasakan sesuatu terjadi pada dirinya jika si fulan mendapat nikmat, pada saat itu keluar dari dirinya sesuatu yang jelek (yang sulit untuk diungkapkan), kemudian ia kenai si fulan dengan ‘ain tersebut. Akibatnya, bisa menyebabkan kematian, sakit atau gila. Terkadang orang hasid ini dapat menghentikan mesin, atau merusak kendaraan atau tiba-tiba mogok, dapat merusak pompa air atau penjaga kebun. ‘Ain itu benar adanya dapat menimpa orang lain dengan izin Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla menyebutkan : Jika malam telah tiba, tukang sihir yang menghembus buhul-buhul, orang yang dengki apabila ia dengki, katiga bencana ini terjadi secara tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam adalah tirai atau penutup ‘wa al-alayli idzaa yagsyaa”., “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)”. Kejahatan yang tidak diketahui terjadi pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“An-naffaatsaati fii al-uqad” ialah sihir yang tersembunyi yang tidak diketahui. “haasidin idzaa hasad” ialah ‘ain yang juga tersembunyi. Boleh jadi ‘ain itu berasal dari orang yang menurut perkiraanmu dialah orang yang paling kamu cintai dan kamulah orang yang paling kamu cintai. Namun ternyata, ia sendiri yang telah menimpakan ‘ain kepadamu. Oleh karena itu, Allah mengkhususkan tiga hal ini, mala jika telah tiba, tukang sihir yang menghembus buhul-buhul dan orang yang dengki apabila ia dengki. Kesemuanya itu termasuk dalam firmanNya “ min syarri maa kholaq”. “dari kejahatan makhlukNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berkata : Bagaimana cara menanggulangi tiga kejahatan tersebut ? Kita katakana : Cara menanggulanginya dengan menjadikan hati selalu bergantung kepada Allah Ta’ala. Menyerahkan semua perkara kepadaNya, bertawakkal kepadaNya, selalu membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan untuk membentengi dan menjaga dirinya dari kejahatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, banyak yang menjadi korban ilmu-ilmu sihir, pendengki-pendengki dan yang semisalnya. Karena manusia lalai dari mengingat Allah, melemahnya rasa tawakkal, terlalu sedikit membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan sebagai pembenteng diri. Sementara kita sudah ketahui bahwa dzikir tersebut merupakan benteng diri yang sangat kokoh, lebih kokoh dari tembok Ya’juj dan Ma’juj. Akan tetapi sangat disayangkan, banyak yang tidak mengetahui dzikir tersebut ; ada yang mengetahuinya tetapi tidak melaksanakannya, dan ada yang membaca tetapi dengan hati yang lalai. Semua ini adalah suatu kekurangan. Jika orang-orang membaca dzikir-dzikir yang ada dasarnya di dalam syari’at, niscaya akan selamat dari kejahatan tersebut. Kita memohon kepada Allah agar diberi kesehatan dan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Tafsir Juz ‘Amma, edisi Indonesia Tafsir Juz ‘Amma, penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari, penerbit At-Tibyan – Solo]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Foot Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad I/302&lt;br /&gt;[2] Hadits riwayat At-Tirmidzi, dalam Kitab Tafsir, bab : Tentang surat Al-Mu’awwidzatain, no. (3366). Ia berkata : “Ini hadits hasan shahih”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-7237927075904059629?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/7237927075904059629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-al-falaq-waktu-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7237927075904059629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/7237927075904059629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-al-falaq-waktu-subuh.html' title='Surat Al Falaq ( Waktu Subuh )_'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4680436736672132752</id><published>2010-03-08T20:32:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T20:32:16.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir'/><title type='text'>Surat An Nas (Manusia)</title><content type='html'>muwahiid  12:53 pm on Oktober 18, 2007     &lt;br /&gt;Tafsir Surat Annas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGURAI KEUTAMAAN DAN KANDUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT AN-NAAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Buletin Al-Ilmu Jember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang mulia, semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan!!! siapa diantara kita yang tidak pernah mendengar kata ini. Sudah terlalu banyak orang yang terperosok dalam lembah kemaksiatan dan tenggelam dalam syhawat akibat ulahnya. Penebar “racun” di seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Menyeret manusia menjadi penghuni An Naar. Penampakannya yang kasat mata semakin membuat leluasa gerakannya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya syaithan dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al A’raaf: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan adalah sumber dari segala kejelekan yang ada, perancang dari segala makar, peramu segala racun, menghembuskan was-was ke dalam hati-hati manusia, mengemas perbuatan jelek sebagai perbuatan yang baik. Sehingga kebanyakan manusia terpedaya dengan makar dan racunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita tidak boleh gegabah dengan mengatakan ‘celaka kamu wahai syaithan’, justru syaithan semakin membesar seperti besarnya rumah. Tetapi bacalah basmalah (bismillah) niscaya syaithan semakin kecil seperti lalat. (HR. Abu Dawud no. 4330)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah subhanahu wata’ala telah memberikan penawar bagi “racun” yang ditimbulkan oleh syaithan tersebut. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Al Isra’: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah Allah subhanahu wata’ala menurunkan suatu penyakit kecuali Allah subhanahu wata’ala telah menyediakan penawarnya. Salah satu dari penawar tersebut adalah surat An Naas, salah satu surat yang terdapat di dalam Al Quran dan terletak di penghujung atau bagian akhir darinya serta termasuk surat-surat pendek yang ada di dalam Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kajian kali ini, kami akan mengajak pembaca untuk mengkaji tentang keutamaan surat An Naas dan apa yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan surat An Naas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah (turun sebelum hijrah) menurut pendapat para ulama di bidang tafsir, diantaranya Ibnu Katsir Asy Syafi’i dan Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’dy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat An Naas merupakan salah satu Al Mu’awwidzataini. Yaitu dua surat yang mengandung permohonan perlindungan, yang satunya adalah surat Al Falaq. Kedua surat ini memiliki kedudukan yang tinggi diantara surat-surat yang lainnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُنْزِلَ أَوْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَاتٌ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ الْمُعَوِّذَتَيْنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah diturunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak semisal dengannya yaitu Al Mu’awwidataini (surat An Naas dan surat Al Falaq).” (H.R Muslim no. 814, At Tirmidzi no. 2827, An Naasa’i no. 944)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turunnya dua surat ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mencukupkan keduanya sebagai bacaan (wirid) untuk membentengi dari pandangan jelek jin maupun manusia. (HR. At Tirmidzi no. 1984, dari shahabat Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila disebut Al Mu’awwidzat, maka yang dimaksud adalah dua surat ini dan surat Al Ikhlash. Al Mu’awwidzat, salah satu bacaan wirid/dzikir yang disunnahkan untuk dibaca sehabis shalat. Shahabat ‘Uqbah bin ‘Amir membawakan hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اقْرَأُوا الْمُعَوِّذَاتِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah Al Mu’awwidzat pada setiap sehabis shalat.” (HR. Abu Dawud no. 1523, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1514)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mu’awwidzat juga dijadikan wirid/dzikir di waktu pagi dan sore. Barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali diwaktu pagi dan sore, niscaya Allah subhanahu wata’ala akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud no. 4419, An Naasaa’i no. 5333, dan At Tirmidzi no. 3399)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula disunnahkan membaca Al Mu’awwidztat sebelum tidur. Caranya, membaca ketiga surat ini lalu meniupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian diusapkan ke kepala, wajah dan seterusnya ke seluruh anggota badan, sebanyak tiga kali. (HR. Al Bukhari 4630&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Muawwidzat juga bisa dijadikan bacaan ‘ruqyah’ (pengobatan ala islami dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an). Dipenghujung kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau dalam keadaan sakit. Beliau meruqyah dirinya dengan membaca Al Muawwidzat, ketika sakitnya semakin parah, maka Aisyah yang membacakan ruqyah dengan Al Muawwidzat tersebut. (HR. Al Bukhari no. 4085 dan Muslim no. 2195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Surat An Naas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Rabb manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَلِكِ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Raja manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلَهِ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sembahan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tarbiyah ilahi, Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya sekaligus Khalil-Nya untuk memohon perlindungan hanya kepada-Nya. Karena Dia adalah Rabb (yaitu sebagai pencipta, pengatur, dan pemberi rizki), Al Malik (pemilik dari segala sesuatu yang ada di alam ini), dan Al Ilah (satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi). Dengan ketiga sifat Allah subhanahu wata’ala inilah, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk memohon perlindungan hanya kepada-Nya, dari kejelekan was-was yang dihembuskan syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pendidikan Rabbani, bahwa semua yang makhluk Allah subhanahu wata’ala adalah hamba yang lemah, butuh akan pertolongan-Nya subhanahu wata’ala. Termasuk Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau adalah manusia biasa yang butuh akan pertolongan-Nya. Sehingga beliau adalah hamba yang tidak boleh disembah, bukan tempat untuk meminta pertolongan dan perlindungan, dan bukan tempat bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal itu termasuk perbuatan ghuluw (ekstrim), memposisikan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bukan pada tempat yang semestinya. Bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam melarang dari perbuatan seperti itu. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ ، فَقُوْلُوا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian berbuat ghuluw kepadaku sebagaimana Nashara telah berbuat ghuluw kepada Ibnu Maryam. Aku ini hanyalah seorang hamba, maka katakanlah Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya”. (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi beliau shalallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang nabi dan rasul yang wajib ditaati dan diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Al was-was adalah bisikan yang betul-betul tersembunyi dan samar, adapun al khannas adalah mundur. Maka bagaimana maksud dari ayat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, bahwasanya syaithan selalu menghembuskan bisikan-bisikan yang menyesatkan manusia disaat manusia lalai dari berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana firman-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan). Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az Zukhruf: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ketika seorang hamba berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala, maka syaithan bersifat khannas yaitu ‘mundur’ dari perbuatan menyesatkan manusia. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb-nya.” (An Nahl: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ini dikuatkan oleh Al Imam Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya ketika membawakan penafsiran dari Sa’id bin Jubair dan Ibnu ‘Abbas, yaitu: “Syaithan bercokol di dalam hati manusia, apabila dia lalai atau lupa maka syaithan menghembuskan was-was padanya, dan ketika dia mengingat Allah subhanahu wata’ala maka syaithan lari darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah misi syaithan yang selalu berupaya menghembuskan was-was kepada manusia. Menghiasi kebatilan sedemikian indah dan menarik. Mengemas kebenaran dengan kemasan yang buruk. Sehingga seakan-akan yang batil itu tampak benar dan yang benar itu tampak batil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan, bagaimana rayuan manis syaithan yang dihembuskan kepada Nabi Adam dan istrinya. Allah subhanahu wata’ala kisahkan dalam firman-Nya (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya, dan syaitan berkata: “Rabb-mu tidak melarangmu untuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam al jannah/surga)”. (Al A’raf: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula perhatikan, kisah ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang beri’tikaf. Shafiyyah bintu Huyay (salah seorang istri beliau shalallahu ‘alaihi wasallam) mengunjunginya di malam hari. Setelah berbincang beberapa saat, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengantarkannya pulang ke kediamannya. Namun perjalanan keduanya dilihat oleh dua orang Al Anshar. Kemudian syaithan menghembuskan ke dalam hati keduanya perasaan was-was (curiga). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melihat gelagat yang kurang baik dari keduanya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam segera mengejarnya, seraya bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَى رِسْلِكُمَا, إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيّ فَقَالاَ: سُبْحَانَ الله يَارَسُولَ الله. فَقَالَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدََّم, وَإِنِّي خَشِيْتُ أَنْ يُقْذَفَ فِي قُلُوبِكُمَاشَيْئاً, أَوْشَرًّا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenanglah kalian berdua, dia adalah Shafiyyah bintu Huyay. Mereka berdua berkata: “Maha Suci Allah wahai Rasulullah. Maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya syaithan mengalir di tubuh bani Adam sesuai dengan aliran darah, dan aku khawatir dihembuskan kepada kalian sesuatu atau keburukan.” (H.R Muslim no. 2175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah watak syaithan selalu menghembuskan bisikan-bisikan jahat ke dalam hati manusia. Apalagi Allah subhanahu wata’ala dengan segala hikmah-Nya telah menciptakan ‘pendamping’ (dari kalangan jin) bagi setiap manusia, bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam juga ada pendampingnya. Sebagimana sabdanya shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاّ َقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِيْنُهُ مِنَ الجِنِّ, قَالُوا: وَإِيَّاكَ يَارَسُولَ الله ؟ قَالَ: وَإِيَّايَ, إِلاَّ أَنَّ الله أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ, فَلاَ يَأْمُرُنِي إِلاَّبِخَيْرٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah salah seorang dari kalian kecuali diberikan seorang pendamping dari kalangan jin, maka para shahabat berkata: Apakah termasuk engkau wahai Rasulullah? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Ya, hanya saja Allah telah menolongku darinya, karena ia telah masuk Islam, maka dia tidaklah memerintahkan kepadaku kecuali kebaikan”. (HR. Muslim no. 2814)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari (golongan) jin dan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini tampak jelas bahwa yang melakukan bisikan ke dalam dada manusia tidak hanya dari golongan jin, bahkan manusia pun bisa berperan sebagai syaithan. Hal ini juga dipertegas dalam ayat lain (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)” (Al An’am: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah satu jalan keluar dari bisikan dan godaan syaithan baik dari kalangan jin dan manusia adalah sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala (artinya): “Dan jika syaithan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah.” (Fushshilat: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sepantasnya bagi kita selalu memohon pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah subhanahu wata’ala semata. Mengakui bahwa sesungguhnya seluruh makhluk berada di bawah pengaturan dan kekuasaan-Nya subhanahu wata’ala. Semua kejadian ini terjadi atas kehendak-Nya subhanahu wata’ala. Dan tiada yang bisa memberikan pertolongan dan menolak mudharat kecuali atas kehendak-Nya subhanahu wata’ala pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa meminta pertolongan, perlindungan dan mengikhlaskan seluruh peribadahan hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Ma’had Ahlussunnah Jember&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4680436736672132752?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4680436736672132752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-nas-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4680436736672132752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4680436736672132752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/surat-nas-manusia.html' title='Surat An Nas (Manusia)'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5420625626715318360</id><published>2010-03-07T07:34:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T07:34:37.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Zina ?</title><content type='html'>Artikel Keluarga Sakinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALA TAQRABUZ ZINA&lt;br /&gt;Minggu, 14 Februari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendekati zina, mendekati saja tidak boleh lebih-lebih melakukan, kata mendekati mencakup segala perkara yang mengantarkan kepada zina, dalam konteks kehidupan bermasyarakat, zina terbukti menjadi salah satu sendi perusak ketenangannya, penghancur nilai keluhurannya, masyarakat yang binasa akibat penyakit ini bukan satu dua, dan dalam konteks keluarga, keadaannya tidak berbeda, ia merusak dan menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah yang terbaik tatanan dan aturannya termasuk dalam masalah hubungan laki-laki dengan perempuan. Islam meletakkan kode etik yang beradab dalam hal ini yang tidak dimiliki oleh aturan dan tatanan manapun di dunia ini. Semua itu demi kebaikan dan kesucian masyarakat termasuk rumah tangga. Di antara tindak preventif Islam untuk menangkal penyakit ini adalah dengan meletakkan hukuman-hukuman atas pelakunya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman di Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Had Syar'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pezina seorang jejaka atau gadis maka dia didera seratus kali dan diasingkan selama setahun. Allah Ta'ala berfirman, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera.” (An-Nur: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubadah bin ash-Shamit berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ambillah dariku. Ambillah dariku. Allah telah meletakkan jalan untuk mereka. Jejaka dengan gadis cambuk seratus kali dan pengasingan selama setahun. Laki-laki yang sudah menikah dengan wanita yang sudah menikah adalah rajam.” Diriwayatkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pezina sudah menikah maka hadnya adalah rajam, dari Abdullah bin Abbas berkata, Umar bin al-Khatthab berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad dengan membawa kebenaran dan menurunkan kitab kepadanya, di antara apa yang Allah turunkan kepadanya adalah ayat rajam, kami membacanya, menghafalnya dan memahaminya, Rasulullah saw telah merajam dan kami pun melakukannya setelah beliau, saya khawatir seiring dengan berjalannya masa ada seseorang yang berkata, ‘Kami tidak menemukan ayat rajam di dalam kitab Allah.’ Akibatnya mereka tersesat karena meninggalkan sebuah kewajiban yang diturunkan oleh Allah. Sesungguhnya rajam di dalam kitab Allah adalah haq atas orang yang berzina jika dia muhshan dari kaum laki-laki maupun wanita, bukti-bukti telah tegak atau adanya kehamilan atau pengakuan.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Dicabutnya iman dari pezina sehingga dia bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda, “Seorang pezina tidak berzina ketika dia berzina sementara dia dalam keadaan mukmin.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Dalam sebuah riwayat al-Bukhari, “Dan taubat tetap terbuka setelahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang laki-laki berzina maka iman yang ada pada dirinya keluar darinya seperti bayangan, jika dia berhenti maka iman kembali kepadanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim di atas syarat asy-Syaikhain dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hafizh Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 12/61.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Pezina tidak menikah kecuali dengan yang sepertinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman, “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (An-Nur: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (An-Nur: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Martsad bin Abu Martsad meminta izin kepada Rasulullah saw untuk menikahi seorang wanita pezina, “Ya Rasulullah, saya menikahi Anaq?” Nabi saw diam tidak menjawab apa pun, sehingga turun, “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (An-Nur: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya, “Wahai Martsad, laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik. Oleh karena itu jangan menikahinya.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abu Dawud dan an-Nasa`i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Pezina kehilangan nasab anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah rhu berkata Nabi saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الحَجَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak adalah miliki ranjang dan pezina mendapatkan batu.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5- Kesaksian dan riwayat pezina ditolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal karena yang bersangkutan bukan muslim yang adil padahal Allah Ta'ala telah meletakkan syarat adalah bagi para saksi di beberapa ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berfirman, “Dan persaksikanlah dengan dua saksi yang adil.”(Ath-Thalaq: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berfirman tentang hukuman membunuh binatang buruan pada saat ihram, “Menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu.” (Al-Maidah: 95).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada pernikahan kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil.” Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan al-Baihaqi, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7557.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang syarat diterimanya berita atau riwayat Allah Ta'ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti.” (Al-Hujurat: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama hadits sepakat meletakkan syarat adalah bagi rawi yang riwayatnya diterima, rawi yang fasik karena melakukan dosa besar, salah satunya adalah zina, tidak diterima riwayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7- Pezina berpeluang besar kehilangan rasa cemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika dia berzina, rasa cemburu tersebut berkurang atau menghilang, seandainya dia mempunyai rasa cemburu niscaya dia tidak berzina, bukankah wanita yang dizinahinya itu adalah anak atau ibu atau bibi atau saudara bagi seseorang? Kalau dia mempunyai rasa cemburu niscaya dia akan berpikir, bagaimana jika orang lain melakukannya terhadap anakku atau ibuku atau bibiku atau saudaraku? Ini artinya ketika dia rela melakukan zina dengan anak atau ibu orang lain, dia pun rela zina itu dilakukan terhadap anak atau ibunya sendiri. Hilanglah rasa cemburu sebagai dasar menjaga diri dan keluarga dari perbuatan nista. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;(Izzudin Karimi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5420625626715318360?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5420625626715318360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/zina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5420625626715318360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5420625626715318360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/zina.html' title='Zina ?'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6308495904373001767</id><published>2010-03-07T07:06:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T07:06:03.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senyum'/><title type='text'></title><content type='html'>Artikel Keluarga senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekap di Gudang&lt;br /&gt;Rabu, 10 Februari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bocah bermain dengan sangat gaduh dengan sepeda besarnya, sampai-sampai membuat ibunya kesal. Saking kesalnya, akhirnya sang ibu menyekapnya di gudang rumah. Setelah disekap lama, dengan suara pilu dan sedih si bocah berulang-ulang memohon :&lt;br /&gt;“Wahai Tuhan semesta alam…&lt;br /&gt;Berilah jalan keluar untuk semua kesusahan kaum muslimin!”&lt;br /&gt;Sang ibupun iba lalu membebaskannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6308495904373001767?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6308495904373001767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/artikel-keluarga-senyum-disekap-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6308495904373001767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6308495904373001767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/artikel-keluarga-senyum-disekap-di.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-1001387292310871314</id><published>2010-03-07T07:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T07:02:02.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senyum'/><title type='text'>Senyum Doong..!!!</title><content type='html'>Artikel Keluarga senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam Hitam Lebih Cerdas&lt;br /&gt;Selasa, 05 Januari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Ahla Ibtisamah disebutkan bahwa seorang anak bekata kepada temannya : “Saya telah meneliti bahwa ayam hitam lebih cerdas daripada ayam putih!”&lt;br /&gt;Temannya bertanya : “Bagaimana kamu tahu?”&lt;br /&gt;Dia menjawab : “Ayam hitam bisa bertelur telur yang warnanya putih, sedangkan ayam putih tidak bisa bertelur telur yang warnanya hitam!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-1001387292310871314?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/1001387292310871314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/senyum-doong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1001387292310871314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/1001387292310871314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/senyum-doong.html' title='Senyum Doong..!!!'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-3963394047584775510</id><published>2010-03-06T19:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T19:00:22.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikih'/><title type='text'>Tentang wanita</title><content type='html'>Kajian Islam :&lt;br /&gt;Wanita di Bawah Naungan Islam&lt;br /&gt;oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis telah mengungkapkan di dalam muqaddimah bahwa penulis akan menjelaskan secara singkat tentang kondisi kaum perempuan sebelum Islam agar tampak dengan jelas perbedaan antara kondisi perempuan sebelum Islam dan sesudah datangnya Islam. Satu kalimat singkat sebelum menjelaskan keadaan perempuan sebelum Islam, adalah bahwa perempuan sebelum Islam tidak pernah mendapatkan sedikit pun hak-haknya yang layak disebutkan yang seharusnya ia miliki secara penuh sebagai manusia. Bahkan sebaliknya, yang berlaku di berbagai bangsa adalah bahwa inspirasi kaum perempuan dikebiri dan hak-haknya dirampas, tidak ada ide mereka yang didengar dan ungkapan hati mereka pun tidak dihormati, bahkan tidak ada kedudukan bagi mereka yang disebutkan. Berikut ini uraiannya, dan penulis berharap bisa memberikan kepuasan kepada pembaca dengan hak-hak yang diberikan Islam kepada kaum perempuan yang belum pernah mereka peroleh kapan dan di mana pun sepanjang sejarah kemanusiaan yang sangat panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bangsa Yunani: Kaum perempuan di dalam masyarakat Yunani diperjual-belikan di pasar-pasar sebagaimana halnya barang-barang lainnya, tidak boleh belajar dan tidak mendapat bagian harta warisan, dan mereka menamai kaum perempuan sebagai najis yang termasuk hasil syetan. Bahkan terhadap harta milik sendiri, kaum perempuan tidak dapat mempergunakannya sebelum disetujui oleh seorang laki-laki yang diserahi urusannya. Maka kaum perempuan di kalangan bangsa Yunani benar-benar dikebiri semua hak-haknya. Dari pengabaian terhadap hak-hak mereka menjadi pemanjaan yang berlebih-lebihan. Ketika Bangsa Yunani mencapai puncak kemajuan kebudyaannya kondisi kaum perempuan berubah, tetapi bukan dari perobahan kondisi yang baik ke kondisi yang lebih baik, melainkan dari yang buruk ke yang lebih buruk lagi. Pada masa itu kaum perempuan mulai berbaur dengan kaum lelaki tanpa batas di tempat-tempat umum, perzinaan pun menjadi suatu perkara yang biasa (tidak mendapat teguran), dan lebih parah lagi adalah bahwa kepercayaan atau agama mereka telah mengakui berbagai hubungan gelap antara laki-laki dan perempuan. Jadi, kaum perempuan di dalam masyarakat Yunani pada awalnya tidak mendapat hak-haknya sekalipun hak yang sangat sederhana dan pada akhirnya perempuan menjadi sebuah permainan untuk menghibur kaum lelaki dalam rangka memuaskan hawa nafsu mereka dengan cara yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ajaran Hamurabi, perempuan digolongkan dalam kelompok hewan ternak yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat Hindu: Para pemuka agama Hindu yang terdahulu memandang kaum perempuan tidak mempunyai hak untuk hidup sesudah suaminya meninggal dunia, maka dari itu menurut mereka, perempuan wajib mati pada hari suaminya mati dan harus dibakar hidup-hidup di dalam tempat pembakaran bersama suaminya. Dan kaum perempuan dijadikan sebagai kurban untuk dewa-dewa mereka agar dewa-dewa itu memberikan rizki atau menurunkan hujan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ajaran Hindu disebutkan: Kesabaran yang ditakdirkan, topan, kematian, neraka, racun, ular-ular besar dan api tidak lebih buruk daripada kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat yahudi: Sebagian kelompok yahudi menganggap kaum perempuan itu sederajat dengan pembantu laki-laki, bahkan ayahnya pun berhak untuk menjualnya secara paksa. Kaum yahudi menganggap kaum perempuan sebagai kutukan (laknat), karena perempuanlah yang telah menipu nabi Adam. Di dalam Taurat disebutkan: “Perempuan adalah sebagian dari kematian, dan orang yang shalih di hadapan Allah itu adalah orang yang selamat daripadanya, satu orang laki-laki aku temukan di antara seribu orang. Adapun perempuan, tidak aku temukan di antara mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat nasrani. Penghinaan terhadap kaum perempuan di masyarakat Barat dan pengebirian terhadap hak-hak asasinya itu terus berlanjut sepanjang abad pertengahan. Dalam pandangan mereka, perempuan itu hina, tidak berhak membelanjakan harta miliknya sendiri tanpa izin suaminya, bahkan sampai pada titik pembahasan apakah perempuan itu hanya sebatas jasad tanpa ruh, atau mempunyai ruh, apakah perempuan tergolong manusia ataukah tidak. Dan pada akhirnya mereka menetapkan bahwa perempuan adalah manusia yang diciptakan untuk berkhidmat kepada kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal yang sangat aneh adalah bahwa undang-undang di Inggris yang berlaku hingga tahun 1805 M. membolehkan seorang suami untuk menjual istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan di dalam masyarakan Arab sebelum Islam: Kondisi perempuan di dalam masyarakat Arab sebelum Islam tidak lebih baik daripada kondisi perempuan di luar masyarakat Arab, sang suami berpandangan tidak mempunyai kewajiban terhadap sang istri; lain dari itu perempuan tidak mempunyai hak bagian harta warisan, bahkan apabila sang suami meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri dan beberapa anak dari istri yang lain, maka anak laki-laki yang paling besar lebih berhak mengawini istri ayahnya sendiri daripada orang lain dan ia menganggapnya sebagai warisan sebagaimana harta peninggalan. Karena itu apabila ia hendak mengumumkan hasratnya untuk menikahi mantan istri sang ayah, maka ia melemparkan kain kepadanya, dan jika tidak berminat, sang ibu tiri itu dibiarkan menikah dengan siapa saja yang disukainya. Mengubur dan memendam anak perempuan hidup-hidup karena khawatir akan ditimpa kehinaan sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an Suci adalah merupakan perkara yang sangat jelas lagi kesohor, ketidaksukaan mereka terhadap anak perempuan juga sangat jelas lagi terkenal, sebagaimana ditegaskan oleh Allah Subhaanahu Wata'ala di dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan ia sangat marah.” (al-Nahl: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rizkikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (al-An’am: 140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kezhaliman yang menyesakkan nafas kaum perempuan di setiap belahan bumi, dan pada waktu Allah berkehendak menghapus kezhaliman yang tidak mempunyai alasan itu, terpancarlah cahaya terang Islam untuk meletakkan segala seuatu pada tempatnya yang benar; Islam mengakui kesempurnaan kemanusiaan kaum perempuan dan menghapus penderitaan yang dideritanya sepanjang sejarah, seperti; kezhaliman, penghinaan dan penindasan, lalu memberikan jaminan segala hak-hak mereka yang belum pernah diberikan oleh ajaran apapun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sebagian hak-hak yang diberikan Islam kepada kaum perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam menghormati perempuan sebagai anak, maka dari itu Islam mengharamkan penguburan anak perempuan hidup-hidup. Al-Qur’an menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ (8) بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ”Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh.” (At-Takwir: 8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dan firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepada kamu dan kepada mereka.” (Al-An’am: 151).&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam memerintahkan agar cinta dan belas kasih kepada perempuan dan menjanjikan pahala yang sangat besar atas perbuatan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      مَنِ ابْتَلَى مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Barangsiapa yang diberi sedikit ujian melalui anak-anak perempuan ini, lalu ia berbuat baik terhadap mereka, niscaya mereka akan menjadi pelindung baginya dari api neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam menghimbau agar kita memberikan pengajaran dan pendidikan kepada kaum perempuan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      أَيُّمَا رَجُلٍ كَانَتْ عِنْدَهُ وَلِيْدَةٌ فَعَلَّمَهَا فَأَحْسَنَ تَعْلِيْمَهَا، وَأَدَّبَهَا فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهَا، ثُمَّ أعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا فَلَهُ أَجْرَانِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Barangsiapa yang mempunyai budak perempuan, lalu ia berikan pengajaran dengan sebaik-baiknya dan ia berikan pendidikan sebaik-baiknya pula, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya, maka ia mendapat dua pahala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      مَنْ كَانَتْ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ أَوْ أَخْوَاتٍ أَوْ بِنْتَانِ أَوْ أُخْتَانِ، فَأَدَّبَهُنَّ وَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ وَزَوَّجَهُنَّ فَلَهُ الْجَنَّةُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Barangsiapa yang mempunyai tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu ia didik dengan sebaik-baiknya dan menikahkan mereka, maka baginya adalah surga.”&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam memerintahkan agar menghormati kaum perempuan sebagai istri dan mempergaulinya dengan baik, sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Pergaulilah mereka (istri-istri kamu) dengan yang ma’ruf.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Islam menghimbau agar patuh kepada kaum perempuan sebagi ibu dan memerintahkan agar kita berbakti kepadanya. Firman Allah Subhaanahu Wata'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula.” (Al-Ahqaf: 15).&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Disebutkan di dalam hadits, bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya perlakukan dengan baik?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Lalu ia bertanya, “Kemudian siapa?” Jawab Nabi, “Ibumu”. Lalu ia bertanya, “Siapa lagi?” Jawab Nabi, “Ibumu”. Lalu ia bertanya, “Kemudian siapa?” Jawab Nabi, “Ayahmu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam hadits lain disebutkan, “Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam masalah berda’wah mengajak manusia kepada kebajikan Allah Subhaanahu Wata'ala menyetarakan laki-laki dan perempuan, seraya berfirman di dalam Kitab suci Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam ayat lain disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggam tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah mengutuk mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal”. (At-Taubah: 67-68).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-3963394047584775510?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/3963394047584775510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tentang-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3963394047584775510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/3963394047584775510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tentang-wanita.html' title='Tentang wanita'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2591334574282616262</id><published>2010-03-06T18:52:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T18:52:15.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Kutbah'/><title type='text'>Pentingnya Ilmu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235831010/2cf00e4b/MENGAPA_HARUS_BERILMU.html" target=_blank&gt;MENGAPA HARUS BERILMU.docx&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2591334574282616262?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2591334574282616262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2591334574282616262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2591334574282616262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu.html' title='Pentingnya Ilmu'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-8027333373879427471</id><published>2010-03-06T17:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T17:53:02.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>Firqah Selamat "Memegang Manhaj"    PDF    Cetak    Email&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ اْلكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ اْلأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي اْلجَنَّةِ وَ هِيَ اْلجَمَاعَةُ&lt;br /&gt;“Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahlul Kitab telah terpecah menjadi 72 millah (prinsip dasar agama), sedangkan ummat ini akan terpecah menjasi 73 millah, 72 di neraka dan satu di syurga, yaitu al-Jama’ah”&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud ath-Thayalisiy: 275, Ahmad dalam Musnadnya 4/102, Abu Dawud: 5/5, ad-Darimiy: 2/158, Ibnu Abi ‘ Ashim: 1/7, al-Mirwaziy: 19,20, al-Ajuriy dalam asy-Syari’ah:18, ath-Thabraniy dalam al-Kabir: 19/376, al-Akbariy dalam al-Ibanah:1/371, al-Hakim :1/217, al-Lalikaiy dalam Syarh I’tiqad Ahli as-Sunnah wa al-Jama’ah:1/101, al-Bayhaqiy dalam Dala’il an-Nubuwwah: 6/541,542 dan al-Ashbahaniy dalam  al-Hujjah fi Bayan al-Mahajjah: 1/253. al-Hafidz al-‘Iraqiy dalam Takhrij al-Ihya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sanad-sanadnya jayyid” dan Ibnu Hajar dalam Tarikh al-Kasysyaf: “Sanadnya hasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat lain satu kelompok yang akan masuk surga itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَنَا عَلَيْهِ وَ أَصْحَابِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesuatu yang dilakoni olehku dan para shahabatku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. at-Tirmidziy dalam as-Sunnah: 59, al-‘Uqayliy dalam ad-Du’afa: 2/262,Ibnu Baththah: 1/368, al-Hakim dalam al-Mustadrak: 1/218, al-Ajurriy dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asy-Syari’ah: 15,16, al-Lalikaiy: 1/99 dan Ibnu al-Jawziy dalam Talbis Iblis: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam yang mulia ini me-ngajarkan kepada kita beberapa prinsip manhaj (metode) beragama sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah bahwa furqah (perpecahan) pasti akan terjadi. Peristiwa akan terjadinya furqah telah difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam al-Qur`an dan disabdakan Rasul-Nya. Dan kini fakta itu dapat kita lihat dan kita saksikan di dalam kehidupan kaum muslimin. Maha Benar Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segala firman-Nya dan begitu pula apa yang disabdakan Rasul-Nya Salallohu Alaihi Wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengu-tus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurun-kan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebe-naran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus” [QS. al-Baqa-rah (2): 213]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (kepu-tusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya” [QS. Hūd (11): 118-119]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Iftirāq (perpecahan) berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluar dari Sunnah dan Jama`ah dalam salah satu atau beberapa masalah ushuluddin (pokok-pokok agama), baik yang bersifat i`tiqad mau-pun amal perbuatan, atau yang berkaitan dengan masalah-masalah besar bagi ummat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu sampai terjadi....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 8 (delapan) hal yang me-nyebabkan terjadinya iftiraq (perpecahan), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketidak benaran dalam menentukan sumber pengambilan dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan bahwa sumber pengambilan dalil adalah al-Qur`an, as-Sunnah dan al-Ijma` (kesepakatan ulama tentang masalah agama), khususnya ijma` as-salaf ash-shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta'atilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian ber-lainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya” [QS. an-Nisā’ (4): 59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, setelah Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam dan para shahabatnya wafat, tampak sekali di antara kaum muslimin ada sebagian ummat yang mengambil sumber agamanya bukan dari ketiga sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara me-reka ada yang mengambil sumber dalil dari para filosof (padahal mereka adalah orang-orang kafir) seperti konsep JIL, ada yang melalui mimpi seorang syaikh, imam atau yang mereka sebut wali seperti mayo-ritas para penganut thariqat taSalallohu Alaihi Wasalamwuf, ada yang menjadikan akal sebagai standar kebenaran seperti kaum rasionalis, dan masih banyak lagi sumber lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kesalahan dalam memilih methode pemahaman dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman al-Qur’an dan Hadits harus sesuai dengan pemahaman shahabat dan metode pemahaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini sangat kuat dan sangat penting dalam Islam. Kepentingan dan keutamaan-nya didukung oleh dalil yang kuat sekali. Di antara dalil-dalil yang mendukung prinsip ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Para shahabat telah dipuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala di banyak ayat suci al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang diabadikan dan tidak diberikan kepada orang-orang sesudah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud, demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sifat-sifat mereka dalam Injil seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, dengan mereka Allah menjengkelkan hati orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” [QS. al-Fath (48): 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pujian ini menunjukan dengan nyata akan kebenaran manhaj para shahabat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mungkin memuji satu kaum dengan manhaj yang tidak diridhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Para shahabat telah diakui sebagai ummat terbaik sepanjang sejarah dan telah diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah...” [QS. Āli Imrān (3): 110]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sendirinya, ummat terbaik adalah ummat yang memiliki manhaj yang terbaik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Manhaj para shahabat telah dijadikan ukuran standar untuk mengukur keimanan setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang keimanannya cocok dengan keimanan shahabat, maka mereka telah mendapat hidayah, dan barangsiapa yang tidak demikian, atau bahkan malahan menolak manhaj shahabat, maka mereka adalah orang-orang yang sesat dan telah berbuat kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan” [QS. al-Baqarah (2): 137]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengancam setiap orang yang tidak mengikuti jalan shahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengkuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali” [QS. an-Nisā’ (4): 115]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kejahilan, penyelewengan dan penyingkiran terhadap agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan dan kezaliman merupakan dua sebab di antara berbagai sebab penyim-pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada furqah yang disebabkan kebodohan (ketidaktahuan) tentang manhaj (metode) bergama as-salaf ash-shaleh, ada yang bodoh tentang hakekat wahyu dan rasionalitas yang sehat, ada pula karena lemahnya ilmu dan sedikitnya kefaqihan dalam agama, ada yang disebabkan kebodohan tentang makna-makna nash dan sebab-sebab turunnya ayat serta ada pula yang bodoh terhadap maqashid syari`ah (tujuan syari`ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Tasyabbuh (meniru) orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَتَتَّبِعَنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقَذَّةِ بِالْقَذَّةِ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum, kalian sejengkal demi sejengkal, sampai-sampai seandainya mereka memasuki lubang biawakpun, kalian pasti akan mengikutinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para shahabat bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَ النَّصَارَى؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nashrani?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( فَمَنْ ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau bukan mereka, siapa lagi!” (HR. Ah-mad: 4/125 dan disebutkan oleh Ibn al-Atsīr dalam Jāmi` al-Ushūl: 10/34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyimpangan-penyimpangan yang muncul adalah disebabkan sikap meniru orang-orang kafir, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap orang-orang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti munculnya thariqat-thariqat, meng-anggap Nabi Khidir masih hidup, ziarah untuk meminta berkah ke kuburan orang-orang yang dianggap wali dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Menyelewengkan Kalamullah, baik lafazh maupun makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti melakukan pena`wilan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala oleh para penganut Asy `ariyyah, mengarahkan lafazh-lafazh yang dicela Allah kepada para shahabat Nabi Salallohu Alaihi Wasalam oleh orang-orang Syi`ah Rafidhah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Mengikuti hawa nafsu, ghuluw (berlebih-lebihan) dan ta`ashshub (fanatik selain kepada kebenaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama kalian. Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus” [QS. al-Mā’idah (5): 77]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghuluw dan fanatik terhadap madzhab, partai atau ras tertentu telah banyak menje-rumuskan sebagian kaum muslimin ke dalam perpecahan yang tiada henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terjadinya furqah merupakan sunnatullah yang pasti terjadi, akan tetapi Ra-sulullah Salallohu Alaihi Wasalam memberikan solusi (jalan keluar) dari semua itu dengan jama`ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Jama`ah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa, Jama`ah berarti persatuan atau orang-orang yang bersatu. Sedangkan dalam istilah, arti Jama`ah sama dengan arti bahasanya dengan tambahan “di atas Sunnah”, hal ini berasal dari dua kalimat yang berbeda untuk satu makna yaitu “Jama’ah” dan “mereka yang mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalimat kedua (dalam hadits kedua) menafsirkan arti Jama`ah (yang ada dalam hadits pertama), dengan demikian arti Jama’ah dalam istilah adalah “persatuan di atas sunnah” atau “orang orang yang bersatu di atas sunnah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan para shahabat da-lam kehidupan mereka. Oleh karena itu, pen-dapat yang mengatakan bahwa Jama`ah ber-arti “shahabat” adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan arti-arti tersebut di atas, maka penafsiran Imam al-Bukhariy dan para ulama lainnya, dari para ulama salaf dan para pengikut mereka, bahwa Jama`ah adalah “para ulama sunnah”, termasuk dalam penafsiran yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Jama`ah secara syari`i juga berarti “Jama`atul muslimin (Jama`ah Ahlussunnah) yang dipimpin oleh seorang imam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berpegang teguhlah kepada jama-`ah sunniyyah, (manhaj atau metode) kese-lamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tertipu oleh berbagai tindak penyelewengan dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama`ah, walaupun dibawa dan diajarkan oleh orang yang dianggap sebagai manusia paling terhormat atau paling pintar sekali-pun, baik syaikh, kyai ataupun seorang yang mengaku intelek, cendekiawan atau pakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, manhaj bukanlah figuritas! (hasmimorg)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-8027333373879427471?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/8027333373879427471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8027333373879427471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/8027333373879427471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6611905220617288352</id><published>2010-03-06T17:36:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T17:40:14.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JIL'/><title type='text'>TOKOH2 JIL YANG HARUS DI WASPADAI</title><content type='html'>Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 8 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah daftar nama2 para pengusung Paham SEPILIS alias SEKULARISME,PLURALISME,DAN LIBERALISME AGAMA yang telah dianggap sesat dan menyesatkan oleh MUI.&lt;br /&gt;Di publikasikan nya nama2 para pengusung paham SEPILIS tersebut bukan untuk menjelek2 kan namun lebih dari sekadar untuk mewaspadi gerakan dan upaya meraka dalam mendestruksi pemahaman islam dari masyarakat.sesuai dengan pernyataan yang sudah lazim kita kenal bahwa tindakan pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Siapa sajakah mereka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA PELOPOR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ABDUL MUKTI ALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ABDURRAHMAN WAHID alias mbah Durahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. AHMAD WAHIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. DJOHAN EFFENDI (Deakin University, Australia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HARUN NASUTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. M.DAWAM RAHARDJO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MUNAWIR SJADZALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. NURCHOLISH MADJID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA SENIOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ABDUL MUNIR MULKHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 AHMAD SYAFI’I MA’ARIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. ALWI SHIHAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. AZYUMARDI AZRA ( UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. GOENAWAN MOHAMMAD ( Majalah Tempo, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. JALALUDIN RAHMAT (Yayasan Muthahhari, Bandung )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. KAUTSAR AZHARI NOER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. KOMARUDDIN HIDAYAT (Yayasan Paramadina, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. M.AMIN ABDULLAH ( Rektor UIN Yogyakarta )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. M.SYAFI’I ANWAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. MASDAR FARID MAS’UDI ( Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. MOSLEM ABDURRAHMAN (PBNU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. NASARUDDIN UMAR ( UIN Syahid Jakarta )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. SAID AGIEL SIRADJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. ZAINUN KAMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA PENERUS “PERJUANGAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. ABD A’LA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. ABDUL MOQSITH GHOZALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. AHMAD FUAD FANANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. AHMAD GAUSS AF (tim penulis Fiqih Lintas Agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. AHMAD SAHAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.BAHTIAR EFFENDY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. BUDHY MUNAWAR RAHMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. DENNY J.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. FATHIMAH USMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. HAMID BASYAIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. HUSEIN MUHAMMAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. IHSAN ALI FAUZI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. M.JADUL MAULA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. M.LUFTHI ASY-SAUKANI ( Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. MUHAMMAD ALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. MUN’IM A. SIRRY (tim penulis Fiqih LIntas Agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. NONG DAROL MAHMADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. RIZAL MALARANGENG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. SAIFUL MUJANI ( Ohio State University, AS )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. SITI MUSDAH MULIA ( Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. SUKIDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. SUMANTO AL QURTHUBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. SYAMSU RIZAL PANGGABEAN ( Universitas Gajahmada, Yogyakarta )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. TAUFIK ADNAN AMAL ( UIN Alauddin, Ujung Pandang.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. ULIL ABSHAR -ABDALLA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. ZUHAIRI MISRAWI (tim penulis Fiqih LIntas Agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. ZULY QODIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( sumber : 50 tokoh jaringan islam liberal indonesia,budi handrianto,hujjah press,2007 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6611905220617288352?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6611905220617288352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tokoh2-jil-yang-harus-di-waspadai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6611905220617288352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6611905220617288352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tokoh2-jil-yang-harus-di-waspadai.html' title='TOKOH2 JIL YANG HARUS DI WASPADAI'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2714470257674040455</id><published>2010-03-05T15:46:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T16:00:23.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyemangat Hidup'/><title type='text'>Penyemangat.....!!!!</title><content type='html'>SYAIR JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa untuk Jihad di Sana Ada yang Mencari Jalan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi setiap musibah ada penghibur yang meringankannya&lt;br /&gt;Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya&lt;br /&gt;Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati&lt;br /&gt;Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati&lt;br /&gt;Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an&lt;br /&gt;Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran&lt;br /&gt;Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib&lt;br /&gt;Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib&lt;br /&gt;Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu&lt;br /&gt;Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan&lt;br /&gt;Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan&lt;br /&gt;Wahai para penyandang pedang India yang tajam&lt;br /&gt;Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam&lt;br /&gt;Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira&lt;br /&gt;Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang&lt;br /&gt;Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka&lt;br /&gt;Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan&lt;br /&gt;Sedang mereka tawanan dan terbunuh&lt;br /&gt;Namun tidak bergeming satupun manusia&lt;br /&gt;Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian&lt;br /&gt;Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara&lt;br /&gt;Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita&lt;br /&gt;Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan&lt;br /&gt;Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan&lt;br /&gt;Kemarin mereka raja-raja di istana mereka&lt;br /&gt;Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya&lt;br /&gt;Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan&lt;br /&gt;Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan&lt;br /&gt;Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan&lt;br /&gt;Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan&lt;br /&gt;Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan&lt;br /&gt;Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka&lt;br /&gt;Seolah ia berlian dan batu permata&lt;br /&gt;Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan&lt;br /&gt;Matanya menangis dan hati penuh keheranan&lt;br /&gt;Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan&lt;br /&gt;Andai di hati ini ada Islam dan keimanan&lt;br /&gt;Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan&lt;br /&gt;Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar&lt;br /&gt;Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar&lt;br /&gt;Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan&lt;br /&gt;Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2714470257674040455?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2714470257674040455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/penyemangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2714470257674040455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2714470257674040455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/penyemangat.html' title='Penyemangat.....!!!!'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2844096674408317034</id><published>2010-03-05T15:38:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:38:49.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkel Hati'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/234735799/40f90454/Tazqiyatunnufus.html" target=_blank&gt;Tazqiyatunnufus.docx&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2844096674408317034?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2844096674408317034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tazqiyatunnufus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2844096674408317034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2844096674408317034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/tazqiyatunnufus.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-2798846649847939764</id><published>2010-03-05T15:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T15:50:12.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'>Seyuman Syuhada' Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235140985/af1a90bf/senyum7.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc162.4shared.com/img/235140985/af1a90bf/senyum7.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-2798846649847939764?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/2798846649847939764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/seyuman-syuhada-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2798846649847939764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/2798846649847939764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/seyuman-syuhada-palestina.html' title='Seyuman Syuhada&apos; Palestina'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4254853028917991847</id><published>2010-03-05T15:30:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:51:21.978-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235140895/b7c3cbc9/senyum6.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc162.4shared.com/img/235140895/b7c3cbc9/senyum6.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4254853028917991847?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4254853028917991847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_9174.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4254853028917991847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4254853028917991847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_9174.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-4421794542763102110</id><published>2010-03-05T15:29:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:53:16.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235140314/4489eb6/senyum5.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc162.4shared.com/img/235140314/4489eb6/senyum5.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-4421794542763102110?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/4421794542763102110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_1042.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4421794542763102110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/4421794542763102110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_1042.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-5238264676443806247</id><published>2010-03-05T15:28:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:54:00.439-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235140162/a1ee792a/senyum4.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc162.4shared.com/img/235140162/a1ee792a/senyum4.jpg?rnd=0.021178845209216535" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-5238264676443806247?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/5238264676443806247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_34.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5238264676443806247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/5238264676443806247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_34.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-332719171625178725</id><published>2010-03-05T15:27:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:54:45.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/235139736/1051a65e/senyum3.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc162.4shared.com/img/235139736/1051a65e/senyum3.jpg?rnd=0.49586608272657506" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-332719171625178725?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/332719171625178725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/332719171625178725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/332719171625178725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post_05.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-403522439332333592</id><published>2010-03-05T02:36:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T15:55:26.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/234513758/8928d679/senyum8.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc207.4shared.com/img/234513758/8928d679/senyum8.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-403522439332333592?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/403522439332333592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/403522439332333592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/403522439332333592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/blog-post.html' title=''/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-6161535414442078061</id><published>2010-03-05T02:34:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T15:57:25.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fhoto2 Mujahid'/><title type='text'>Senyuman Syuhada' Melihat Bidadari Bermata Jeliiiiiiii</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/234509759/acf22f3b/senyum1.html" target=_blank&gt;&lt;img src="http://dc140.4shared.com/img/234509759/acf22f3b/senyum1.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2848093827530834529-6161535414442078061?l=mautauislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mautauislam.blogspot.com/feeds/6161535414442078061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/senyum-syuhada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6161535414442078061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2848093827530834529/posts/default/6161535414442078061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mautauislam.blogspot.com/2010/03/senyum-syuhada.html' title='Senyuman Syuhada&apos; Melihat Bidadari Bermata Jeliiiiiiii'/><author><name>ISLAMIC FILE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12538140162488765191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2848093827530834529.post-7868538635262509231</id><published>2010-03-01T02:28:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T02:28:13.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Manhaj Da'wah</title><content type='html'>Manhaj Dakwah Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam&lt;br /&gt;Posted on Agustus 4, 2007 by abuzubair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Dakwah Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam Kesemarakan dakwah di   berbagai  lapisan  masyarakat   dengan  beragam  media pada zaman sekarang cukup  menggembirakan.  Semuanya  berusaha  untuk menuju kejayaan dan mengentaskan  umat   dari keterpurukan.  Namun,  sudah benarkah metode dakwah yang kita saksikan selama ini? Bagaimana  metode   dakwah yang sesuai dengan petunjuk Rabbul Alamin yang dipraktekan oleh para  rasul  dan penerus perjuangan mereka? Bekal apakah yang harus kita miliki  untuk  mencontoh   mereka?  Tanda Tanya diatas mencoba untuk mengetuk hati kita guna mengoreksi  dan  introspeksi lalu memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini kita akan mengkaji satu hadist yang semoga dapat membantu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan mencairkan hati yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnus Abbas radhiallahu anhu berkata, “tatkala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepedanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikanlah dakwah pertama kalimu tentang Syahadat Laa Ilaaha Illalloh. Apabila mereka menerimanya, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Apabila mereka telah mentaatimu, maka kabarkanlah pada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka zakat yang di ambil dari harta orang-orang kaya dari mereka lalu diserahkan kepada fakir miskin di antara mereka. Dan janganlah mengambil harta kesayangan mereka dan hati-hatilah dari doa orang yang terzhalimi, sebab tidak ada penghalang antara Alloh dan doanya (doanya mustajab)” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dll, hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI SINGKAT PERAWI HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Abul Abbas, Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bi Abdu Manaf Al Qurasyi AL Hasyimi radhiallahu anhuma, sepupu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Lahir tiga tahun sebelum hijriah dan khitan ketika Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat. Beliau berwajah tampan, berkulit putih dan berparas tinggi. Beliau di juluki AL Bahr (Laut) disebabkan keluasan ilmunya. Beliau pernah didoakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, “ Ya Allah, anugerahkanlah pemahaman agama baginya dan ilmu tafsir.” (Lihat Mu’jam Shohabah 3/1700 oleh AL Ashfahani, Usdul Ghobah 3/260 Ibnu Atsir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Dzahabi rahimahullah berkata dalam Ma’rifah Al Qurro’ Al Kibar 1/46,”Dan Manaqib (keistimewaan) Ibnu Abbas banyak sekali, keluasan ilmunya sangat luar biasa, tak seorang pun lebih alim darinya pada masanya. Beliau wafat di Thaif tahun 68 H dan dishalati oleh Muhammad bin Hanafiyyah seraya mengatakan, “Pada hari ini telah wafat robbani ummah (pendidik umat).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini sangat agung sekali, mengandung faedah dan ilmu yang sangat banyak sekali. Namun penulis hanya akan menukil sebagian saja, khususnya yang berkaitan tentang dakwah dan aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Abbas berkata,’Tatkala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengutus Muadz ke Yaman…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penggalan hadits ini ada beberapa faedah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pentingnya dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ilmu syar’i dapat dilakukan dengan berbagai wasilah yang disyariatkan, diantaranya adalah dengan pengutusan para da’i ke masyarakat, baik di kota maupun di desa. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga berkata pada Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memberikan hidayah kepada seorang saja lewat perantaramu itu jauh lebih baik daripada unta-unta merah (harta kesayangan orang Arab).” (HR.Bukhari,Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alangkah indahnya icapan Ibnu Hazm,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapanku terhadap dunia adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang kutebarkan di pelosok kota dan desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak manusia kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana saat ini banyak orang yang melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keutamaan sahabat Muadz bin Jabal radhiallahu anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mempunyai kedudukan yang tinggi pada diri Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Beliau pernah bersabda, “Wahai Muadz, demi Allah saya mencintaimu.” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga pernah memboncengnya. Dan diantara keistimewaannya juga apa terkandung dalam hadist ini, dimana Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengutusnya sebagai mubaligh, da’i mufti dan hakim ke negeri Yaman. Dan masih banyak lagi keistimewaannya sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam AL Ishobah 6/107.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kejernihan hati para sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini nampak nyata pada diri sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma tatkala menyebutkan keutamaan ini bagi Muadz dan tidak menyembunyikannya, bahkan lebih jelas lagi ucapan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, “sesungguhnya Muadz adalah seorang hamba yang khusyu’ dan taat kepada Alloh, lurus dan tidak termasuk orang-orang yang musyrik. Sifat yang serupa dengan Nabi Ibrahim .” (Hilya Auliya 1/230)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian keadaan para sahabat, sehingga sebagaimana kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Minhajus Sunnah 6/364 bahwa mereka adalah manusia yang kuat persatuaannya dan paling jauh dari perpecahan. semoga hal ini menjadi cermin bagi para da’i ila Alloh, agar mereka saling mencintai dan tidak merasa sesak dada untuk menyebut keutamaan saudaranya hanya takut hina dan perasaan gengsi di depan masyarakat atau muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pentingnya ilmu syar’i dalam berdakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merupakan syarat utama dan bekal pertama dalam dakwah. Maka orang yang jahil tidak pantas dan tidak boleh terjun berdakwah, karena merusaknya akan lebih banyak daripada memperbaikinya.. Segi pendalilannya, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tidaklah memilih sembarangan orang dari Badui dan sejenisnya tetapi memilih diantara sahabatnya yang telah mantap ilmunya seperti Muadz bin Jabal radhiallhu anhu. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Muadz bin Jabal adalah manusia yang paling alim tentang ilmu halal dan haram.” (HR. Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya 1/328 dan dishahihkan oleh Al Albani). Demikian pula Abu Mus Al Asy’ari, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merupakan musibah besar bila dakwah yang begitu mulia diserahkan kepada setiap orang sebagaimana banyak kita jumpai di negeri kita, dimana artis dan pelawak pun boleh ikut serta, bebas berbicara tentang agama yang mulia ini. Inna lillahi wa inna Ilaihi raji’un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat tiba.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari 3/419, “Pengutusan Muadz ke Yaman adalah pada tahun ke sepuluh sebelum hajinya Nabi sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhari. Para ulama bersepakat bahwa Muadz tetap tinggal di Yaman hingga datang masa Abu Bakar kemudian pergi menuju Syam dan wafat disana.” (lihat Mu’jam Buldan 6/226).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau aka mendatangi suatu kaum dari kalangan Ahli kitab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penggalan hadits ini ada beberapa faedah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pentingnya wasiat kepada orang yang hendak bepergian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ahli kitab yakni Yahudi dan Nasrani, karena mereka di Yaman berjumlah mayoritas di bandingkan orang-orang musyrikin Arab. (Al Mufhim 1/181 oleh Imam Al Qurthubi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengetahuan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tentang keadaan manusia, situasi dan kondisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa jadi lewat wahyu dari Alloh atau penglaman. (Al Qaulul Mufid 1/132 oleh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hendaknya bagi seorang da’i untuk mengetahui keadaan masyarakat yang akan di dakwahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengabarkan Muadz demikian agar dia mengetahui keadaan orang yang akan dia dakwahi dan bersiap-siap untuk menghadapi mereka. Jadi seorang da’i harus mengetahui situai, kondisi serta tingkatan pengetahuan mereka dalam ilmu serta dialog sehingga dia bersiap-siap dan memenangkan AL Haq lewat tangannya. Janganlah kamu kira bahwa ahli batil tidak memiliki argumentasi dan bahwasanya mereka satu tingkatan dalam ilmu. (Zadu Da’iyyah hal 12- As Shaid Tsamin Fi Rosail Ibnu Utsaimin 1/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hendaknya seorang muslim menguasai ilmu syar’i yang mapan sebagai pelindung baginya dari berbagai syubhat yang ditiupkan oleh para penyebar kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bagusnya ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah tatkala menasehati muridnya Ibnul Qoyyim rahimahullah,”Janganlah kamu jadikan hatimu terhadap syubhat seperti spon yang menyerapnya serta merta, tetapi jadikanlah hatimu seperti kaca yang kuat, hingga tatkala syubhat lewat mampir padanya, dia dapat melihat dengan kejernihannya dan mengusir dengan kekuatannya. Namun bila engkau jadikan hatimu menyerap setiap syubhat, maka dia akan menjadi sarang syubhat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim berkomentar,”Saya tidak mengetahui suatu wasiat yang lebih berharga bagiku dalam memerangi syubhat daripada wasiat ini.” (Miftah Dar Sa’adah 1/443). Dan camkanlah baik-baik dalam hatimu bahwa,”Hati itu lemah, sedangkan syubhat kencang menerpa” sebagaimana nasehat para ulama kita. (Suyar A’lam Nubala 7/261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pentingnya tugas menyingkap syubhat bagi seorang yang dikaruniai ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata, “Menyingkap syubhat termasuk pokok syari’at Islam dan kewajiabn yang sangat agung, karena Allah membantah orang-orang musyrikin dalam Al Qur’an dan menyingkap syubhat-syubhat mereka. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, disisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan dan bagi mereka azab yang sangat keras.” (QS. As Syura:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya tidak ada yang menunaikan tugas ini, niscaya kebenaran akan tercampur dengan kebatilan sehingga menyesatkan manusia. Oleh karena inilah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengutus Muadz bin Jabal radhiallahu anhu ke Yaman dengan tujuan untuk membongkar syubhat-syubhat mereka. (Syarah Kasyfu Subhat hal 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka jadikanlah dakwah pertama kalimu tentang syahadat Laa Ilaaha Illallah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penggalan hadits ini ada beberapa faedah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prioritas utama dan pertama dalam berdakwah adalah perbaikan tauhid dan aqidah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah manhaj dakwah yang ditempuh oelh para rasul semenjak Nabi Nuh ‘Alaihis Salam hingga Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),’Sembahlah Alloh saja dan jauhilah Thaghut.’” (QS. An Nahl :36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, maliankan Kami wahyukan kepadanya; bahwasanya tidak ada Ilah yang haq melainkan Aku , maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (HR.Al Anbiya:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga mengkabarkan tentang dakwah Nabi Nuh, Hud, Shaleh, Syu’aib, ternyata dakwah mereka satu yaitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai kaumku, sembahlah Alloh, sekali-kali tiada tuhan bagimu selain Dia.” (QS. Hud:50,61,84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kita jumpai dalam sejarah seorang Nabi yang memulai dakwahnya dengan politik, perang, tasawuf, filsafat dan lainnya. Maka inilah cirri utama dakwah yang benar yaitu memprioritaskan tauhid pada umat serta memberantas syirik dari hati manusia, Karen atauhid mereupakan pokok kemashlahatan, apabila hati manusia telah subur dengan tauhid maka syari’at-syari’at lainnya akan dia terima secara mudah. Demikian pula sebaliknya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa dlama diri manusia terdapat sekerat daging, apabila baik maka seluruh jasad menjadi baik, dan apabila rusak maka seluruh jasad pun rusak, ketahuilah itu adalah hati.” (HR. Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya pada zaman sekarang dakwah tauhid dianggap oelh banyak orang dengan dakwah pemecah belah umat, ketinggalan zaman dan sebagainya. Hanya kepada Alloh lah kita mengadukan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hakekat tauhid adalah Laa ilaha Illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aktivis dakwah merasa bahwa mereka telah mendakwahkan tauhid dan memahami kandungan kalimat Laa ilaaha Illallah padahal kenyataannya mereka masih terjerembab dalam belenggu kesyirikan. Oleh karenanya, kita harus memahami masalah penting ini secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini banyak riwayat dengan lafadz ilaa ayyasyhadu allaa ilaaha illallah, dan telah shahih pula lafadz yg lainnya seperti ayyuwahhidullah dan ayya’budullah. semua lafadz ini tidaklah kontrakdisi, bahwa saling menafsirkan dan menyempurnakan, karena makna “Laa ilaha illallah” adalah mengesakan Alloh, dalam segala macam bentuk ibadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya degan sesuatu pun. Inilah hakekat tauhid yang merupakan hikmah diciptakannya manusia dan diutusnya para rasul, diturunkannya kitab-kitab dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bukanlah makna laa ilaaha illallah hanya sekedar membacanya, sekalipun ribuan kali, atau dengan mengartikannya “Tiada pencipta selain Allah” karena orang-orang musyrik dahulu pun sudah meyakini bahwa tidak ada pencipta selain Alloh tetapi dengan keyakinan itu belum me
